Sensasi Unik Pecel Gudeg, Kuliner Ikonik di Jember Sejak tahun 1968




Bila menyebut pecel, maka yang ikonik adalah pecel khas Madiun. Dan bila menyebut gudeg, maka so pasti yang terbayang adalah Yogyakarta. Lalu bagaimana bila dua kuliner pusaka itu dipadu? Maka, jadilah pecel gudeg; dan kita harus menyebut Jember, Jawa Timur, karena di “kota suwar suwir” itulah kuliner itu berada dan menjadi ikonik serta melegenda.

Paduan dari pecel dan gudeg...
Paduan dari pecel dan gudeg…
Citarasanya disesuikan selera masyarakat Jawa Timur
Citarasanya disesuikan selera masyarakat Jawa Timur

Bagi saya, pecel gudeg merupakan kreativitas brilian yang memadukan cita rasa dua kuliner menjadi sebuah cita rasa kuliner yang spesial. Pecel dan gudeg dipadu ternyata menghasilkan cita rasa unik yang sensasional di lidah. Pantas bila kreativitas ini berbuah berkah dan apresiasi masyarakat yang luar biasa, berupa banyaknya peminat kuliner ini.

Adalah Ibu Laksono asal Wonogiri yang memiliki kreativitas brilian itu. Sejak tahun 1968, ia merintis kuliner pecel gudeg ini di Jember, setelah sebelumnya sempat malang melintang di dunia kuliner dengan jualan jamu keliling di Bondowoso sejak sekitar tahun 1958.

Warung Makan Pecel Gudeg Lumintu yang dirintisnya kini tidak hanya masih eksis, namun lebih dari itu, saat ini menjadi jujugan wisata kuliner di Jember. Popularitas pecel gudeg Lumintu—meminjam  istilah Syahrini—begitu cetar membahana. Sehingga meskipun lokasinya tidak di pinggir jalan raya, namun ndelik alias masuk gang sekitar 400-an meter, namun setiap hari selalu dipadati pembeli.



Warung makan Lumintu saat ini telah memasuki generasi kedua, yakni dikelola oleh anaknya yang bernama Rohan. Ia merupakan anak ke-11 dari 14 bersaudara. Bersama ketiga adiknya, setiap hari ia mengelola warung makan yang terletak di Jl. Kertanegara 33, Jember, dan melayani pembeli yang selalu berjubel, terutama di pagi hari.

Foto Ibu Laksono (pendiri warung makan pecel gudeg Lumintu) berpose dengan Bondan Winarno...
Foto Ibu Laksono (pendiri warung makan pecel gudeg Lumintu) berpose dengan Bondan Winarno…
Jadi ikon dan jujugan kuliner di Jember
Jadi ikon dan jujugan kuliner di Jember

Cerita tentang fenomena pecel gudeg warung makan Lumintu di Jember yang ikonik itu begitu menggoda saya. Maka, ketika saya berkesempatan berkunjung ke Jember, saya tidak menyia-nyiakan waktu untuk tidak mampir ke warung ini.

Hari itu, hari Minggu, pagi-pagi saya meluncur dan tepat pukul 06.05 saya tiba di warung ini. Tapi masyaallah… pengunjung sudah cukup ramai. Dan amazing…dalam hitungan kurang dari setengah jam sejak saya tiba, warung ini sudah dijejali oleh pembeli, baik makan di tempat maupun di bawa pulang.

Pak Rohan menuturkan kepada saya, setiap hari warung makannya memang selalu dipadati pembeli, terutama pada hari Jumat dan Minggu. “Buka mulai jam 6 pagi hingga jam 2 siang, dan tutup setiap hari Sabtu,” tuturnya kepada saya.



Di sela aktivitasnya melayani pembeli, Pak Rohan menuturkan, salah satu rahasia kesuksesan warungnya adalah mengemas cita rasa gudegnya sesuai dengan selera masyarakat Jawa Timur. Maka gudeg khas Yogyakarta yang umumnya manis, ‘disulap’ menjadi cenderung gurih-asin sesuai selera lidah masyarakat Jawa Timur.

Setiap hari selalu pembeli selalu antri...
Setiap hari pembeli selalu antri…
Semua kursi penuh...
Semua kursi penuh…

Meski di warung ini menawarkan berbagai menu lainnya seperti soto ayam, namun pecel gudeg-lah yang paling ikonik dan diburu pembeli, termasuk saya. Seporsi pecel gudeg Lumintu dipatok Rp 20.000,- , di dalamnya terdiri dari pecel berupa kacang panjang dan kecambah yang disiram sambal kacang yang cukup pedas, sepotong daging ayam, telur, gudeg yang terbuat dari nangka muda yang gurih, sambal goreng krecek, sambal, dan rempeyek kacang.

Hemmm….cita rasanya memang nyamleng, unik, khas, pas, enak, gurih, dan lezat. Pantas bila kuliner ini ikonik dan melegenda. Bila berkunjung ke Jember, bolehlah mampir ke warung ini. Salam Jateng Nyamleng!* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *