Lezatnya Miyagor, Mie Ayam versi Goreng ala Pak Ujang




Mie ayam adalah kuliner Indonesia yang terbuat dari mie kuning dengan kuah yang diramu dari berbagai bumbu, diberi olahan daging ayam yang dicincang dan sayuran, lalu (biasanya) dimakan dengan terlebih dulu diberi saos dan kecap. Mie sendiri awalnya berasal dari Negeri Cina. Tetapi mie ayam yang seperti di Indonesia tidak ditemukan di Cina. Sehingga boleh dikata, mie ayam sudah menjadi makanan tradisional ala Indonesia. Di Jawa, makanan ini sangat mudah ditemukan karena banyaknya penjual kuliner ini.

Saking banyaknya penjual mie ayam, sehingga usaha ini termasuk usaha yang begitu kompetitif. Karenanya, sebagian penjual mie ayam berupaya membuat terobosan kreatif untuk memikat konsumen. Adalah miyagor alias mie ayam goreng yang menjadi salah satu kreasi yang ditawarkan.

Miyagor menjadi menu spesial....
Miyagor menjadi menu spesial….

Di Purwodadi, ibukotanya Kabupaten Grobogan, Anda bisa mendapatkan mie ayam versi goreng ini di Warung Bakso Sapi dan Mie Ayam Pak Ujang, yang beralamat di Jl. A. Yani Kios No.19 Barat Pasar Purwodadi. Pak Ujang sendiri sudah mulai berjualan bakso dan mie ayam sejak tahun 1991 atau sekira 25 tahun yang lalu. Karenanya, tak heran, bila pelanggan warungnya sudah cukup banyak. Setiap hari, warung ini selalu ramai dipadati oleh pengunjung yang ingin menyantap kelezatan bakso sapi dan mie ayamnya.

Menurut Maryadi, menantu Pak Ujang yang kini ikut mengelola warung, kurang lebih setahun lalu, miyagor atau mie ayam goreng menjadi menu baru di warung bakso sapi dan mie ayam Pak Ujang. “Dimulai dari masukan saya waktu melihat ada yang jual di Semarang, akhirnya Bapak coba-coba, dan akhirnya jadilah menu miyagor  seperti sekarang ini,” tutur Maryadi kepada saya.

Warung Bakso Sapi dan Mie Ayam Pak Ujang
Warung Bakso Sapi dan Mie Ayam Pak Ujang




Setiap hari dipadati pelanggannya...
Setiap hari dipadati pelanggannya…

Miyagor menjadi menu spesial...
Miyagor, kelezatan mie yang beda…

Tak disangka, kini miyagor menjadi menu spesial dan andalan di warung milik Pak Ujang yang bernama asli Ermedi itu. Bahkan pelanggannya sudah cukup banyak. “Alhamdulillah, sehari rata-rata terjual di atas 50 porsi miyagor. Bahkan terkadang bisa sampai 70 porsi, Pak,” tutur Maryadi kepada saya.

Miyagor sebagai mie ayam versi goreng memang memunculkan sensasi rasa tersendiri. Gurihnya bumbu mie ayam yang khas berasa lebih kuat di lidah. Sehingga, menurut saya, miyagor benar-benar menyuguhkan kelezatan mie ayam yang beda, yang layak untuk dicoba. Kondimen irisan tomat, selada, dan mentimun, menjadi tambahan yang menambah kelezatannya.




Warung bakso sapi dan mie ayam Pak Ujang buka setiap hari mulai jam 09.30 hingga jam 21.00 WIB. Meski menu bakso sapi dan mie ayam di warung ini tetap diminati oleh pelanggannnya, namun sensasi kelezatan miyagornya layak Anda coba. Apalagi harganya juga amat terjangkau. Seporsi miyagor dipatok Rp 10 ribu. Bisa Anda makan di tempat, bisa juga Anda bungkus dan dimakan di rumah. Selamat mencoba!* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

2 Komentar

  1. Ahmad Santoso Balas

    ini angkringan pak ujang yang dulu apa beda lagi pak, soalnya beda sama yang kemarin hehe

    No votes yet.
    Please wait...
    • Kang Asti PenulisBalas

      Ini warung pak Ujang yang ada di dekat pasar Purwodadi dan masih eksis sampai sekarang. Adapun Angkringan Pak Ujang (yang tempat kopdar BG tempo hari) itu pengembangan usaha dari Pak Ujang yang dikelola oleh anak dan menantunya…salam jateng nyamleng!

      No votes yet.
      Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *