Lezatnya Gule Kambing Mbah Rono, Bertahan Sejak Tahun 1950-an

Siapa yang tak tahu gule? Kuliner khas Jawa ini berkomponen utama daging kambing, tulang, atau jeroannya. Dibanding gulai yang khas Sumatera, kuah gule lebih cair dan tidak terlalu kental. Penggunaan santan encer dan kaldu daging kambing dipadu dengan berbagai rempah pilihan seperti merica, kayu manis, pala, kapulaga, jahe, kunyit, dan cabai, membuat gule rasanya gurih. Namun cita rasanya tidak gurih pekat seperti gulai. Gule juga tidak begitu pedas karena ada sedikit pemakaian gula.





Melegenda sejak tahun 1950-an
Melegenda sejak tahun 1950-an

Seporsi nasi dan gule terpisah...
Seporsi nasi dan gule terpisah…

Di Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, terdapat sebuah warung sederhana, namun legendaris, yang menyediakan kuliner khusus gule kambing. Populer dengan nama “Warung Gule Kambing Mbah Rono”, namun bagi yang baru pertama kali hendak ke warung tersebut, untuk mencarinya tidaklah mudah. Karena warung ini tidak memasang spanduk atau banner di depannya. Meski begitu, warung ini sudah banyak pelanggannya, mengingat gule ini sudah ada dan eksis sejak puluhan tahun silam.



Ibu Sikah, cucu Mbah Rono yang sekaligus generasi ketiga penerus usaha gule kambing Mbah Rono menuturkan, Mbah Rono merintis usaha kuliner gule kambing sejak sekira tahun 1950-an silam. “Saat itu saya belum lahir,” tutur ibu kelahiran tahun 1961 itu.

Menginjak remaja hingga menikah dan punya anak, Ibu Sikah membantu kakeknya berjualan gule. Hingga akhir bulan April 1996, Mbah Rono meninggal dunia. Sejak saat itu, kemudi usaha diteruskan oleh Ibu Sikah.

Di tangan Ibu Sikah, Warung Gule Kambing Mbah Rono tetap eksis hingga kini. Sehari rata-rata menghabiskan 1 ekor kambing hasil sembelihan sendiri. “Paling ramai saat hari pasaran mas, yakni Pahing dan Kliwon,” tutur Ibu Sikah.

Saya (batik merah) berpose dengan Ibu Sikah dan suaminya....
Saya (batik merah) berpose dengan Ibu Sikah dan suaminya….

Bagi yang menginginkan, bisa ditambah empal daging...
Bagi yang menginginkan, bisa ditambah empal daging…




Kelezatan dari resep warisan...
Kelezatan dari resep warisan…

Cita rasa gule kambing ala Mbah Rono tergolong otentik. Kuahnya terasa gurih dan lembut. Bau prengus khas kambing pun tak ada. Sehingga kelezatannya terasa sekali di lidah. Pantaslah bila kuliner ini bisa bertahan hingga kini sejak dirintis oleh Mbah Rono tahun 1950-an.

“Resep gule kambing Mbah Rono tetap, tak berubah mas. Tak ada yang saya kurangi,” tutur Ibu Sikah.

Jumarin Hidayatulloh, warga Grobogan yang menemani saya makan di warung gule Mbah Rono menyatakan, ibarat batik, gule kambing Mbak Rono itu seperti batik yang dibuat dari pewarna alami. “Gurih kuahnya lembut, soft,dan enaknya otentik dan orisinal,tutur pegiat sosial yang masih jomblo ini.

Warung Gule Kambing Mbah Rono beralamat di Jl. Pangeran Puger, selatan Polsek Grobogan. Buka setiap hari, mulai jam 06.30 hingga jam 13.00 WIB. Harga seporsi gule kambing dipatok Rp 10.000,-. Bila menghendaki nasi dan gule terpisah, yang otomatis porsi nasi dan gulenya lebih banyak, dipatok Rp 25 ribu per porsi.

Bila Anda melewati Kecamatan Grobogan, monggo mampir untuk mencicipi salah satu best traditional food di Grobogan ini!* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 



Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *