Bakmi Mbah Nggolo Wirosari, Enaknya Melegenda, Sejak Tahun 1967




Bakmi Jawa atau Mi Jawa adalah kuliner yang biasa dijumpai di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jenis sajian mi ini sangat familiar. Bakmi Jawa identik dengan bakmi rebus atau dalam bahasa Jawa disebut bakmi godhog, yang dimasak dengan bumbu khas Jawa. Keidentikan itu menjadikan di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura, Bakmi Jawa  dikenal dengan sebutan mee rebus. Meski sebenarnya, terdapat variasi mi goreng pada Bakmi Jawa.

Bakmi Mbah Nggolo versi goreng. Bumbunya lebih nendang dan lezat…
Bakmi Jawa WM. Mbah Nggolo versi Godhog

Di Wirosari, Kabupaten Grobogan, terdapat sebuah warung Bakmi Jawa yang cukup populer, bahkan legendaris, yakni WM. Mbah Nggolo. Populer, karena memang bakmi di warung ini sering menjadi jujugan bagi pelanggan dan para penggemar mi; dan legendaris, karena warung ini sudah dirintis sejak hampir setengah abad yang lalu.

Menurut informasi yang saya peroleh dari Ghufira All Fauzi (24 tahun), buyut Mbah Nggolo yang saat ini ikut mengelola WM. Mbah Nggolo, Mbah Nggolo sudah berjualan bakmi Jawa sejak tahun 1967. Ketika itu ia masih berjualan keliling dengan menggunakan pikulan. Setelah usahanya mulai berkembang, kemudian beralih berjualan dengan menggunakan gerobak dorong.



“Setelah berkembang lagi, bisa mengontrak rumah untuk jualan. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa punya tempat sendiri, walau menempati tanah milik PJKA alias di kompleks bekas stasiun Wirosari,” tutur Ghufira yang bertitel sarjana hukum.

Saat ini, warung bakmi Jawa Mbah Nggolo memasuki generasi ketiga alias dikelola oleh cucu Mbah Nggolo. Ketika Mbah Nggolo tutup usia, kemudi usaha diteruskan oleh anaknya yang bernama Tukiyo atau akrab disapa Mbah Tukiyo.

Tahun 2007, Mbah Tukiyo meninggal dunia. Lalu kemudi usaha pun diteruskan oleh anak Mbah Tukiyo yang bernama Darwiyanto hingga sekarang. “Karena bapak saya (Darwiyanto) adalah seorang PNS, maka warung ini dikelola istri bapak atau ibu saya, yaitu Ibu Ani Lestari,” tutur Ghufira kepada saya.

“Saat ini saya pun sedang belajar untuk terlibat di usaha ini, sehingga kelak saya siap meneruskan usaha ini bila tiba waktunya nanti,” tuturnya lagi.

WM. Mbah Nggolo di Kompleks Stasiun Wirosari…

Berpose dengan Ghufira (kanan, pakai kaos), buyut Mbah Nggolo yang siap meneruskan usaha kulinernya nanti…




Menyiapkan mi untuk pembeli…

Enaknya melegenda, banyak penggemarnya…

Sampai saat ini, warung Mbah Nggolo masih menyuguhkan menu andalannya, yakni berupa Bakmi Jawa, baik versi godhog maupun goreng, tentu hasil warisan resep asli dari Mbah Nggolo. Dari kedua menu andalan itu, favorit saya adalah bakmi Jawa yang versi goreng. Menurut saya, pada bakmi gorengnya, bumbu gurihnya terasa lebih nendang dan lezat di lidah. Manisnya juga pas. Recommended deh bagi penyuka mi.

Apalagi dari sisi harga juga tergolong murah meriah. Bayangkan, porsi bakmi di warung Mbah Nggolo tergolong jumbo. Dan harganya hanya dipatok Rp 10 ribu per porsinya, baik yang versi godhog maupun goreng. Bila ingin yang spesial, yakni bakmi versi godhog atau goreng dengan tambahan topping rempela-ati, maka harganya menjadi Rp 15 ribu per porsinya. Dijamin deh, dengan porsi segitu, perut akan kenyang atau malah kekenyangan hehe….Namun, bagi yang tidak biasa dengan porsi jumbo, bisa memesan porsi biasa dengan harga Rp 7 ribu per porsinya.




Warung Bakmi Jawa Mbah Nggolo buka setiap hari, mulai jam 10.00 hingga jam 21.30 wib. Lokasinya di kompleks bekas stasiun Wirosari atau perempatan Wirosari ke timur, utara jalan. Bagi yang tidak menyukai mi, jangan khawatir, warung ini juga menyediakan menu spesial lainnya, yakni capjay dan nasi goreng. Monggo mampir….* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *