Sedapnya Nasi Ayam Bu Nyoto, Eksis Sejak Tahun 1970-an

Selain tahu gimbal, tahu pong, lumpia, dan wingko babad, Semarang juga punya kuliner khas lainnya lho, yakni nasi ayam. Nasi ayam adalah kuliner dengan kondimen meliputi: nasi, ayam opor, telur rebus berbumbu bacem, tahu, sayur labu siam, dan krecek, lalu diguyur dengan kuah opor kuning. Paduan beraneka itu menghadirkan suguhan makan yang sungguh enak dan nyamleng. Top deh.

Nasi ayam Bu Nyoto…

Sedap dan mantap…
Bu Nyoto melayani pembeli…

Sekilas nasi ayam ini mirip nasi liwet khas Solo. Namun, meski serupa, tetapi sedikit berbeda. Bila nasi liwet khas Solo menggunakan kuah areh, hidangan ini menggunakan kuah opor berwarna kuning. Selain itu, rasa sayur labunya lebih manis.

Salah satu warung yang spesial menyediakan nasi ayam adalah warung Bu Nyoto yang mangkal di Jl. MT. Haryono, Semarang (depan SD Santo Yusuf). Warung tenda ini, menurut saya, termasuk best streed food legendaris. Betapa tidak, Bu Nyoto telah merintis kuliner ini sejak sekira tahun 1970-an.

Setiap hari dikerubuti pembeli…
Pak Kamto, salah satu pelanggan setia…

Awalnya, saat saya tanya sejak kapan jualan nasi ayam, Bu Nyoto hanya menjawab, “Wah sudah lama mas, sejak saya belum menikah.”

Saya pun bertanya lagi, “Ibu menikah tahun berapa?”

“Tahun 1975 mas,” jawabnya.

“Wah, berarti sudah lama ya bu, boleh dibilang sejak sekitar tahun 1970-an ya panjenengan sudah berjualan?” kata saya.

Nggih mas,” jawabnya, dengan senyum.

Bu Nyoto menuturkan, awal mula merintis usaha ia berjualan nasi dengan cara berkeliling. Baru kemudian mangkal di tempatnya yang sekarang di Jl. MT. Haryono. “Bila dihitung ya sudah sekitar 30-an tahun saya mangkal,” tutur Bu Nyoto.

Ayamnya gurih badai…
Sate usus dengan kuah areh yang aduhai melambai…
Sate ati dan ampela…
Sate telur puyuh…
Memang sedap dan mantap…

Nasi ayam Bu Nyoto memang enak. Gurihnya opor dan krecek berpadu dengan sayur labu siam yang dibuat manis, membuat cita rasa kelezatan yang ciamik di lidah. Apalagi penyajiannya masih mempertahankan dengan pincuk daun pisang, menjadikan cita rasanya semakin terasa sedap dan mantap. Bila ingin menambah lauk, di warung ini tersedia aneka sate yang menggiurkan selera, seperti sate telur puyuh, sate usus, serta sate ati dan ampela.

Semua sajian itu menjadikan daya gugah selera yang cukup maut. Tak heran, bila warung Bu Nyoto banyak pelanggannya. Sehingga setiap hari nyaris selalu dikerubuti pengunjungnya. Seperti pagi itu. Sekira jam 06.00 lebih sedikit, saya sampai di warung Bu Nyoto. Hmm..sudah banyak pengunjung yang antre untuk mendapatkan seporsi nasi ayam. Kursi pun cepat penuh, sehingga banyak yang terpaksa antre sambil berdiri.

Pak Kamto, warga Jl. Sultan Agung Semarang, termasuk salah satu pelanggan yang setia. “Dulu saat anak saya sekolah (di SD Santo Yusuf), saya hampir tiap hari sarapan di sini. Sekarang anak saya sudah mahasiswa, tapi saya masih sering ke sini,” tuturnya kepada saya.

Warung Bu Nyoto buka di pagi hari mulai jam 06.00 sampai jam 09.00, sementara sore hari buka mulai jam 17.00 hingga jam 21.00. Seporsi nasi ayam lengkap dengan ubo rampe-nya dihargai Rp 15 ribu, sedang aneka satenya Rp 4 ribu per tusuknya. Adapun kerupuk, gratisss hehe…(serius!).

Bila berkunjung ke Semarang, monggo agendakan sarapan pagi atau makan malam dengan menu nasi ayam!*

–>Artikel dan semua foto yang diposting di blog ini ditulis dan diambil oleh saya, ©Kang Asti, untuk Jatengnyamleng.com. Dan terima kasih atas kerjasamanya untuk tidak menggunakannya tanpa izin. Jika ada yang ingin menggunakan artikel atau foto untuk tujuan komersial, silahkan menghubungi saya secara pribadi.

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *