Kampoeng Kopi Banaran, Wahana Wisata Keluarga yang Lengkap dan Seru



Kampoeng Kopi Banaran merupakan salah satu wisata agro yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX, yang terletak di areal perkebunan kopi Kebun Getas Afdeling Assinan, tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35 Bawen, Kabupaten Semarang, dengan ketinggian 480–600m dpl dengan suhu udara sejuk antara 23ºC – 27ºC. Tak sekedar tentang kopi, Kampoeng Kopi Banaran juga menawarkan banyak wahana untuk keluarga yang cukup lengkap dan seru.

Setelah dari Cimory on the Valley, hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, kami pun tiba di Kampoeng Kopi Banaran (selanjutnya disingkat KKB). Sebelumnya, saya menyangka objek wisata ini hanya untuk para penggemar kopi saja. Paling-paling hanya menyuguhkan panorama kebun kopi dan (tentu) menyuguhkan minuman serba kopi, pikir saya. Tapi, persangkaan saya seketika runtuh, begitu saya memasuki area wisata ini. KKB ternyata jauh di atas persangkaan saya itu.

Baca: Cimory on the Valley, Wisata Keluarga Asyik di kabupaten Semarang

Selain menawarkan wisata kebun kopi yang luas banget, dan tentu seduhan dari berbagai jenis kopi asli Banaran yang konon (karena saya bukan penggemar kopi) nikmat dan mantap di kafe yang disebut dengan “Coffee House”; KKB juga menawarkan banyak fasilitas wahana wisata, baik untuk anak-anak maupun dewasa, seperti taman kelinci, out bound kids, kolam renang, flying fox (untuk anak & dewasa), jelajah kebun dengan ATV, dan lain sebagainya, banyak lagi.

Kampoeng Kopi Banaran…
Selamat datang di Kampoeng Kopi Banaran…
Berjalan-jalan penuh semangat dan wajah riang gembira…




Begitu saya dan rombongan masuk ke area wisata, jepret-jepret sebentar untuk dokumentasi, kami pun segera memesan tiket naik kereta wisata keliling kebun kopi. Satu kereta berisi 5 – 7 orang (campuran dewasa dan anak-anak) dengan tiket seharga Rp 70 ribu.

Saya sendiri satu kereta berisi 7 orang, meliputi: saya, istri, ketiga anak saya, dan dua keponakan saya. Saya duduk di depan memangku anak ragil saya, di samping pak sopir yang sedang bekerja haha….. Pak sopirnya, namanya Mas Agus. Mengaku sudah 15 tahun menjadi sopir kereta wisata di KKB. “Jadi, saya paling lama di sini di antara para sopir lainnya hehe…” kata mas Agus kepada saya.

Sepanjang perjalanan, kami disuguhi view perkebunan kopi. Sejauh mata memandang, kiri dan kanan, semuanya nampak tanaman kopi yang buahnya masih mungil dan berwarna hijau. Seru dan asyik tentunya. Jalannya yang setapak dan geronjal-geronjal, menambah sensasi tersediri.

Naik kereta wisata keliling kebun kopi…
Melewati area out bound games pohon karet…
View sepanjang perjalanan…
Tanaman kopi dengan buahnya yang masih hijau…
Minum es kopi setelah naik kereta wisata…
Oleh-oleh kopi Banaran…
Pepaya Kalina, buahnya segar dan montok…




Menurut Mas Agus, waktu memetik kopi setahun sekali sekira bulan Juni, Juli, dan Agustus. Bila musim petik kopi, akan banyak pekerja yang memetik kopi dan itu, –katanya—menjadi  daya tarik wisata tersendiri. Hmmm…jadi penasaran hehe…

Seusai berkeliling kebun kopi dengan kereta wisata, istri dan anak-anak serta keponakan saya menyerbu sebuah outlet yang menjual minuman es kopi, tentu kopinya kopi asli KKB. Sementara mereka membeli dan menikmati es kopi, karena tidak suka minum kopi, saya lebih memilih melihat-lihat kebun pepaya yang tak jauh dari outlet. Pohon pepayanya unik. Pendek-pendek, tapi sudah berbuah. Mungkin kalau manusia, disebut cebol. Setelah tanya-tanya, katanya namanya pepaya Kalina. Nama yang cantik, secantik buahnya yang ranum dan montok.

Serunya Berkuda

Di KKB, kita tidak hanya akan bertemu dengan kebun kopi, tapi juga ada kebun buah. Di kebun itu, selain ada pohon pepaya, juga ada pohon mangga, buah naga, markisa, dan lainnya. Meski sebagian besar tidak sedang berbuah, tetapi tetap asyik berkeliling kebun buah. Dan, saya pun tertarik untuk berkeliling kebun buah dengan mengendarai kuda yang ditawarkan oleh pengelola KKB.

Berkuda…
Seru pastinya…
Bersiap-siap…
Berkuda keliling kebun buah…

Tiketnya seharga Rp 40 ribu per kuda untuk sekali keliling kebun buah. Ini adalah untuk kesekian kalinya saya berkuda di objek wisata. Di tahun 2000-an, untuk pertama kalinya saya berkuda saat di objek wisata Candi Kedongsongo. Meski didampingi, ketika itu saya masih takut dan kaku. Sehingga saya tidak menikmati perjalanan. Seusai turun dari kuda, tangan saya jadi pegal-pegal semua dan njarem hahaha….

Di KKB, karena sudah terbiasa, saya bisa sangat rileks, sehingga saya bisa menikmati berkuda dengan nyaman, meski masih didampingi hehe…Ternyata kuncinya harus rileks dan santai untuk bisa menikmati berkuda dengan baik.

Berpose dengan robot…
Naik patung rusa…
Melihat proses mencanting batik di salah satu sudut mini market KKB…
Batik tulis, sepotong harganya Rp 400 ribu…
Sayonara Kampoeng Kopi Banaran…

Setelah menikmati serunya berkuda keliling kebun buah, saya memilih duduk-duduk saja melihat anak-anak dan keponakan saya bermain-main di area permainan. Juga melihat keseruan mereka saat berfoto dengan robot. Setelah puas, kami menuju mushalla untuk shalat Dhuhur. Setelah itu, bersiap melanjutkan perjalanan. Sayonara Kampoeng Kopi Banaran….* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *