Ke Bandungan, Belanja Sayuran dan Buah, Juga Menikmati Bakso Pak Brengos yang Legendaris

Bandungan adalah sebuah kecamatan di bagian selatan Kota Semarang yang berada di kaki Gunung Ungaran. Hawanya sejuk dan adem bingit, plus panorama pegunungan yang cantik, sehingga sangat cocok sebagai tempat favorit untuk ngadem dan berwisata.

Di Bandungan dan sekitarnya memang banyak objek wisata favorit, baik wisata alam maupun wisata belanja dan kuliner. Nah, yang terakhir inilah tujuan kami sesungguhnya, setelah sebelumnya berseru-seruan di Cimory on the Valley dan Kampoeng Kopi Banaran.

Baca:




Surga belanja buah dan sayuran…
Penjual ketela ungu…
Tomat…
Labu siam…
Tanya-tanya tentang sayuran…

Penjual madu, dari tawon liar di hutan…




Setiba di Bandungan,  sebagian dari kami bergerak untuk menuju Bandungan Water Park. Terutama anak-anak yang sudah nggak sabar ingin segera bermain air. Tiket masuk ke Bandungan Water Park Rp 10 ribu per orang. Adapun tiket masuk kolam renang Rp 20 ribu per orang.

Saya sama sekali tidak tertarik untuk masuk ke Bandungan Water Park. Saya memilih jalan-jalan melihat suasana Bandungan yang sejuk dan ramai. Banyaknya pendagang sayur mayur dan buah-buahan lebih memikat saya.

Bandungan memang surga wisata belanja sayur mayur dan buah-buahan. Ada wortel, selada, sawi, tomat, labu siam, jagung manis, dan lain-lainnya, banyak lagi. Adapun buah, yang banyak dijual di sini adalah buah apukat, ketela ungu, pepaya, kelengkeng, dan nangka. Semuanya seger-seger dan membuai melambai hehe…

Main air di Bandungan Water Park…
Seru dan asyik…
Prosotan air…
Menyenangkan….

Bila ingin beli oleh-oleh khas Bandungan, di sini ada namanya tahu serasi dan torakur alias tomat rasa kurma. Menurut cerita yang saya dapat, ide membuat torakur dicetuskan oleh Ibu Sri Ngestiwati sejak tahun 2002.

Ceritanya, ketika itu stok tomat melimpah saat panen, sehingga harga tomat anjlok di pasaran. Tomat yang berlimpah itu apabila tidak segera diolah akan segera membusuk. Lalu, terbetiklah ide mengolah tomat agar lebih awet.

Baca: Resep Cara Membuat Manisan Tomat Rasa Kurma (Torakur) Khas Bandungan Semarang

Tomat-tomat tersebut kemudian diolah menjadi manisan menyerupai kurma, baik dari bentuk hingga rasanya. Olahan tersebut dapat awet hingga enam bulan. Sebuah ide yang amat cemerlang dan inspiratif tentunya.


Bakso Pak Brengos

Setelah belanja-belanji sekedarnya sesuai kebutuhan, tibalah waktu berburu kuliner. Ini misi pribadi saya haha….sementara yang lain masih sibuk belanja-belanji…

Di Bandungan ada satu kuliner yang cukup populer dan selalu dicari orang, yakni Bakso Pak Brengos. Lokasinya di pojok Pasar Buah Bandungan.

Bakso Pak Brengos…
Enak…

Saya bukan penggemar bakso, meski doyan menyantapnya hehe….sesekali aja saya makan bakso, sekedarnya saat pengin. Bakso sendiri termasuk kuliner yang pasaran banget. Boleh dikata, hampir di setiap sudut kota dan desa selalu ada penjual bakso. Sebagiannya membuat kreasi untuk memikat konsumen, misalnya dengan membuat bakso super segede bola kasti, bakso kotak, dan sebagainya.

Menurut saya, Bakso Pak Brengos atau populer dengan Bakso Brengos saja, menjadi nge-hits dan menjadi jujugan penggemar bakso saat berada di Bandungan, bukan karena kreasinya yang ciamik. Tapi lebih karena citarasanya, di samping Bakso Brengos termasuk pemain lama di dunia perbaksoan.

Menurut Mbak Sri, anak Pak Brengos yang kini mengelola Warung Bakso Brengos, ayahnya mulai jualan bakso sejak sekira tahun 1960-an. Sebuah masa tempuh yang cukup lama untuk sebuah usaha kuliner bisa bertahan dan eksis hingga kini.

Tambahan saos dan kecap, biar makin mantap…
Selalu ramai…

Bertahan sejak tahun 1960-an…





Dari sudut cita rasa, kelezatan Bakso Brengos menurut saya standar dengan bakso enak lainnya. Baksonya tetap bertahan dengan bulatan kecil-kecil, tidak seperti bakso kekinian yang dibuat besar-besar. Namun, justru di sini letak kekuatannya. Apalagi rasa daging sapinya terasa lebih kuat. Sehingga semangkuk bakso terasa amat sedikit, dan pengin nambah lagi haha..

Bila ke Bandungan, bolehlah mencicipi kuliner ini…

Akhirnya….bakso Pak Brengos menjadi penutup rihlah kali ini….ketika jam menunjukkan pukul 16.30 dan senja mulai turun menyapa Bandungan yang semakin sejuk, bus yang kami tumpangi pun perlahan berjalan. Membelah kota Bandungan dan beringsut meninggalkannya. Allahu Akbar. Fabiayyi alaai rabbikumaa tukadzdzibaan...Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *