Ke Waduk Kedungombo, Menikmati Kelezatan Ikan Bakarnya yang Khas dan Mak Nyus (2-habis)




Berwisata ke Waduk Kedungombo yang berada di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, belum lengkap bila belum mencicipi kuliner khasnya, yakni ikan bakar yang diperoleh dari budidaya warga di sekitar waduk. Karenanya, begitu turun dari perahu yang kami tumpangi, kami bergegas menuju deretan warung di kompleks wisata Kedungombo yang nampaknya memang spesial menyediakan kuliner serba ikan bakar.

Baca artikel sebelumnya: Ke Waduk Kedungombo, Menikmati Sensasi Naik Perahu

Lezat dan mak nyus…

Lalapan dan dua pilihan sambal…





Apalagi, kami semua memang belum santap siang. Sehingga rata-rata perut kami sudah keroncongan minta segera diisi. Namun, nampaknya kami masih harus bersabar. Karena begitu masuk warung, kami terlebih dahulu harus memesan ikannya, lalu menunggu proses pembakarannya yang antri dengan pemesan lainnya yang lebih dulu datang.

Kebanyakan, ikan yang tersedia adalah ikan nila. Harga satu ekor ikan nila bakar mulai dari Rp 10 ribu per ekor. Semakin besar ikan, semakin mahal harganya. Harga itu belum termasuk nasi dan ubo rampe-nya alias sambal dan lalapan.

Yang khas dari ikan yang dijajakan di setiap warung di kompleks wisata Kedungombo adalah sudah dalam kondisi dibakar. Jadi, kita bisa bawa pulang sebagai oleh-oleh tanpa takut ikan membusuk dan menguarkan bau amis saat kita bawa pulang. Namun bila ikan ingin disantap di tempat, kita bisa minta dibakarkan lagi dengan sebelumnya kembali dibaluri bumbu yang membuat cita rasanya semakin lezat dan mak nyus.

Sekelompok ibu sedang menawar ikan untuk oleh-oleh…

Pokok’e mak nyus hehe…




Melihat proses pemanggangan ikan…

Lezatnya ngangeni…

Di warung tempat kami makan, pengelola memberikan dua jenis sambal sebagai pelengkap menyantap ikan nila bakar yang kami pesan, yakni sambal tomat dan sambal kecap. Saya lebih memilih sambal kecap. Setiap cuilan daging ikan nila bakar saya cocol dengan sambal kecap. Huahh..rasanya mantap. Dagingnya yang lembut dan bumbunya yang meresap, membuat enaknya benar-benar pecah di mulut hahaha..enak bingit saudara!




Seekor ikan nila bakar ukuran cukup besar pun tandas. Dan saya mengangguk tanda setuju, saat istri menawarkan beli oleh-oleh ikan bakar untuk dibawa pulang hahaha…. Setelah semuanya kenyang, dan oleh-oleh ikan bakar sudah di tangan, kami pun pulang.

Tak dinyana, hujan turun saat mobil yang kami tumpangi perlahan keluar dari kompleks wisata Waduk Kedungombo. Rintik-rintik hujan menemani perjalanan pulang kami, hingga kami sampai rumah dengan selamat, sehat wal afiat. Fabiayyi alaai rabbikumaa tukadzdzibaan...Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?* [selesai] (Kang Asti)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *