Ke Waduk Kedungombo, Menikmati Sensasi Naik Perahu (1)




Sudah lama sekali saya tidak ke Kedungombo. Seingat saya, terakhir kali ke Kedungombo saat masih lajang. Jadi sudah lebih dari sepuluh tahun. Tentu, sudah banyak yang berubah ya. Makanya, tempo hari mendadak pengin sekali berkunjung kembali ke Kedungombo. Akhirnya, Minggu (15/1/2017) kemarin, saya bersama istri dan anak-anak, plus dua keponakan, khadimat dan seorang anaknya,  meluncur ke Waduk Kedungombo.

View Waduk Kedungombo…
Asyik bercengkerama bersama keluarga…
Indah….
Eksotis…




Waduk Kedungombo adalah salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Kabupaten Grobogan. Objek wisata ini terletak di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, sekira 29 km ke arah selatan atau ke arah Solo dari kota Purwodadi.

Lokasi waduk terletak di 3 kabupaten, yakni Grobogan, Sragen, dan Boyolali. Waduk ini dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh Kedungombo, Desa Rambat, Kecamatan Geyer. Waduk Kedungombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha.

Ceria jalan-jalan di taman…
Berpose bersama…
Berpose santai di tepi waduk…
Berpose sendiri..ciaatttt…




Sekira jam 12.45 wib kami sampai di objek wisata ini. Begitu memasuki area objek wisata Waduk Kedungombo, suasana sudah ramai bingit. Parkir nyaris penuh oleh mobil dan bus wisata. Informasi yang saya peroleh, objek wisata ini memang selalu ramai, terutama di setiap hari libur. Tiket masuk ke area objek wisata Waduk Kedungombo cukup murah, yakni Rp 4 ribu per orang untuk hari-hari biasa, sementara untuk hari libur Rp 5 ribu per orang.

Turun dari mobil, kami memutuskan untuk shalat dhuhur terlebih dahulu di mushala yang terdapat di kompleks wisata. Seusai shalat, kami memulai menikmati objek  wisata ini dengan jalan-jalan santai mengelilingi taman yang satu komplek dengan mushalla. Setelah itu baru bergerak menuju ke waduk dan menikmati panorama air yang eksotis. Kami berjalan-jalan santai, sesekali berhenti untuk berfoto-foto ria dengan latar belakang bentangan perairan Waduk Kedungombo yang indah.

Setelah capek, kami pun bergegas menuju ke salah satu sudut waduk, di mana di sana terdapat deretan perahu yang sedang bersandar di bibir waduk. Mereka menunggu penumpang yang ingin berlayar berkeliling waduk. Tanpa ba bi bu, kami pun antusias naik ke salah satu perahu yang sudah ready untuk berlayar. Tarifnya Rp 10 ribu per orang kategori dewasa, sedang untuk anak-anak cukup Rp 5 ribu per anak.

Berderet perahu…
Di atas dek perahu…
Memakai baju pelampung..
Suasana di atas perahu…
Perahu pun berlayar…




Menurut Mas Budi, pengemudi perahu, kapasitas perahu sekira 50-an orang dewasa. Setelah kami berada di atas dek perahu, kami pun harus menunggu tambahan penumpang sekitar 15-an menit untuk memenuhi kuota penumpang. Setelah kuota dirasa cukup, perahu pun segera bergerak, berlayar berkeliling waduk. Hmm..meski dulu sering bolak-balik naik kapal jurusan Merak-Bakauheni, ternyata naik perahu keliling waduk punya sensasi tersendiri hehe…

Asyik dan menyenangkan loh di atas perahu, mengapung di tengah-tengah perairan. Namun, karena ini di waduk, bukan di lautan, jadi tidak ada ombak ya. Pergerakan perahu di atas air pun stabil. Tapi hembusan angin yang menerpa, membuat hawa jadi sejuk meski matahari masih terik.

Dan….tak terasa, sudah sekira setengah jam-an kami di atas perahu keliling waduk. Perahu pun berlayar kembali menuju dermaga haha…dan sejuruh kemudian, kami pun harus turun.* [bersambung] (Kang Asti)

Baca artikel selanjutnya: Ke Waduk Kedungombo, Menikmati Kelezatan Ikan Bakarnya  yang Khas dan Mak Nyus

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *