Menikmati Lezatnya Sate Kelinci dan Hangatnya Wedang Ronde di Taman Wisata Kopeng Semarang

Sebagaimana di objek wisata pegunungan lainnya yang berhawa sejuk, seperti di wisata Tawangmangu (Karanganyar), Lembang (Bandung), dan Guci (Tegal), di Taman Wisata Kopeng juga dapat ditemui dengan mudah kuliner Sate Kelinci yang sekaligus menjadi kuliner khasnya.

Wedang ronde…




Banyak warung berjajar di komplek Taman Wisata Kopeng yang sebagian besar menyediakan menu Sate Kelinci, di samping sate ayam dan sate kambing, serta menu-menu lainnya seperti rames, pecel, mi goreng, bakso, soto, dan sebagainya. Asyiknya, di sini harga kuliner yang ditawarkan diseragamkan oleh pengelola. Jadi, semua warung memiliki harga sama. Sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak takut ada oknum penjual yang nakal dengan mematok harga yang lebih mahal.

Di sebuah warung yang saya masuki, saya memesan seporsi sate kelinci, sepiring lontong, dan minumnya saya pilih wedang ronde yang khas Salatiga. Sate kelinci yang lezat, dipadu wedang ronde yang dihidangkan panas, memang cocok dinikmati di tengah suasana yang dingin. Benar-benar endes!

Di Taman Wisata Kopeng juga ada toko bunga dengan pilihan aneka bunga hias…
Pengunjung memilih bunga…

Seperti sate kelinci yang dihidangkan di kompleks wisata Guci (Tegal), sate kelinci di Taman Wisata Kopeng juga dihidangkan dengan saus sambal kacang yang gurih dan manis. Daging kelincinya empuk dan bumbunya meresap, sehingga cita rasanya benar-benar mantap.

Seporsi sate kelinci berisi 10 tusuk dipatok Rp 23 ribu, sepiring lontongnya dipatok Rp 3 ribu, sedang wedang rondenya dipatok Rp 5 ribu. Jadi total Rp 31 ribu, sudah bisa menyantap lezatnya sate kelinci dan hangatnya wedang ronde dengan suasana kaki gunung Merbabu yang sejuk sekali. Benar-benar mengesankan…



Sebenarnya tak harus masuk warung untuk bisa menikmati kuliner sate kelinci atau yang lainnya. Sebab di taman, banyak pemilik warung yang berkeliling menawarkan menu dengan membawa selembar kertas berisi daftar menu yang ditawarkan berikut harganya. Anda tinggal pesan sesuai daftar menu yang ada, lalu menunggu di tempat yang telah ditentukan. Bila Anda tidak membawa tikar, pemilik warung akan memberi pinjaman tikar secara gratis, sehingga Anda dapat menikmati hidangan di taman bersama keluarga atau handai tolan.

Daftar menu dan harganya…
Proses pembakaran sate…
Wedang rondenya mantap…
Rasanya lebih menggigit…
Lebih miroso…

Saya memilih masuk warung dari pada menikmati kuliner di taman, karena saya ingin sekaligus berbincang-bincang dengan pemilik warung. Pemilik warung yang saya masuki adalah milik Pak Ratno, yang sudah berjualan sate kelinci di kompleks Taman Wisata Kopeng sejak 30-an tahun yang lalu. Pak Ratno jualan bersama istrinya hingga sekarang.




Dibanding sate kelinci di kompleks Wisata Guci (Tegal), sate kelinci di warung Pak Ratno di kompleks Taman Wisata Kopeng irisan dagingnya lebih besar. Citasasanya juga lebih menggigit dan miroso. Di Guci, saus sambalnya cenderung soft dan irisan dagingnya lebih kecil tapi empuk dan lembut.

Sesaat setelah seporsi sate kelinci dan seporsi lontong tandas saya santap, handphone saya berdering. Telpon dari istri. Mengabarkan bahwa sudah ditunggu rombongan yang bersiap mau pulang. Saya segera membayar dan bergegas menuju ke parkiran.

Qadarullah, saat mobil yang kami tumpangi beringsut keluar dari kompleks taman, hujan deras turun. Sepanjang perjalanan, hujan deras menemani perjalanan pulang kami. Alhamdulillah. Allahu Akbar. Fabiayyi alaai rabbikumaa tukadzdzibaan...Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?* [selesai] (Kang Asti)

Baca artikel sebelumnya: Serunya Berwisata Keluarga di Taman Wisata Kopeng Semarang

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *