5 Tempat yang Ekostis dan Menarik Dikunjungi di Kecamatan Tawangharjo, Grobogan

Tawangharjo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Grobogan.  Letaknya cukup strategis karena berada di jalur alternatif bagi jalur pantura  Jawa Tengah. Berada di jalur provinsi dari Purwodadi – Blora, dengan jarak sekitar 12 km sebelah timur ibukota Kabupaten Grobogan di Purwodadi  dan sekitar 53 km sebelah barat Blora.

Kecamatatan Tawangharjo memiliki beberapa objek wisata yang cukup potensial, sebagiannya telah memiliki reputasi nasional, eksotis, dan menarik untuk dikunjungi, meliputi wisata religi, wisata alam, dan wisata agro. Berikut ini 5 tempat yang eksotis di Kecamatan Tawangharjo yang menarik untuk dikunjungi:

  1. Produksi Garam Jono
Produksi garam Jono

Melihat proses produksi garam Jono…

Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, dijuluki “Kota Garam” karena di desa ini terdapat tempat produksi garam. Termasuk unik karena produksi dilakukan jauh dari laut. Sebuah data menyebutkan, produksi garam di Jono pernah menorehkan catatan masa keemasan, yakni menjadi satu-satunya produsen garam di Indonesia.  Pada masa itu produksi garam laut masih belum dapat dilakukan dan hanya petani-petani di Desa Jono yang dapat memproduksi garam.

Tidaklah mengherankan jika pada masa itu, banyak petani garam di Jono yang menjadi saudagar-saudagar kaya. Setelah tahun 1970-an, garam laut akhirnya berhasil diproduksi sehingga ketergantungan terhadap komoditas garam dan bleng di Jono semakin berkurang.

Sekitar tahun 1950, jumlah pengusaha garam di Desa Jono ada ratusan orang dengan produksi hampir 5.000 ton per tahun. Saat ini, pembuat garam hanya tinggal 60-an orang dengan produksi sekitar 100 ton per tahun. Kondisi ini terjadi lantaran masalah pemasaran yang masih kalah dengan garam air laut karena terbatasnya hasil produksi. Selain itu, masih dilakukannya produksi dengan tradisional, menjadikan garam itu baru dihasilkan dalam jangka waktu cukup lama.

Desa Jono telah ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Grobogan. Sentra produksi garam Jono menarik untuk dikunjungi. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan garam yang masih dilakukan secara tradisonal.

  1. Makam Ki Ageng Selo
Makam Ki Ageng Selo
Pohon gandri, di kompleks makam Ki Ageng Selo…

Menyebut nama Ki Ageng Selo, maka yang terbayang adalah sosok sakti mandraguna yang lekat dengan legenda menangkap petir dengan tangan kosong. Selain itu, Ki Ageng Selo dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai cikal bakal yang menurunkan raja-raja di tanah Jawa. Penghormatan kepada makam Ki Ageng Selo sampai sekarang masih ditradisikan oleh raja-raja Surakarta dan Yogyakarta. Sebelum Gerebeg Mulud, utusan dari Surakarta datang ke makam Ki Ageng Selo untuk mengambil api abadi yang selalu menyala di dalam makam tersebut. Begitu pula tradisi yang dilakukan oleh raja-raja Yogyakarta.

Makam Ki Ageng Selo berada di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo. Makam ini setiap hari banyak didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah, terutama di malam Jumat. Di kompleks makam terdapat almari yang berisi lentera api yang konon berasal dari petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Juga terdapat Pohon Gandri/Gandrik yang konon dijadikan tempat mengikat petir yang ditangkap.

  1. Makam Ki Ageng Tarub
Gerbang Makam Ki Ageng Tarub
Bekas telaga yang konon tempat 7 bidadari mandi…
Konon tempat Jaka Tarub menyatakan cinta…

Makam Ki Ageng Tarub atau populer dengan nama Jaka Tarub berada di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Ki Ageng Tarub atau Jaka Tarub memiliki nama kecil Kidang Telangkas. Setiap hari banyak juga peziarah yang berziarah ke makam Ki Ageng Tarub.

Tokoh ini lekat dengan legenda Tujuh Bidadari. Dalam cerita legenda itu, salah satu bidadari yang mandi di sebuah telaga atau sendang, salah satunya yang kemudian diketahui bernama Nawangwulan, diperistri oleh Jaka Tarub. Dari perkawinan itu, keduanya dikaruniai seorang putri cantik bernama Nawangsih.

Sendang tempat 7 bidadari mandi saat ini telah dibangun menyerupai kolam. Tempat ini menarik, karena tak jauh dari sendang, juga terdapat sebuah pohon sangat besar yang bagian bawahnya terdapat lubang yang bisa untuk foto-foto. Di bawah pohon inilah konon Jaka Tarub menyatakan cinta kepada Dewi Nawangwulan. Soal kebenarannya, tak diketahui secara pasti, karena hanyalah cerita legenda dari mulut ke mulut.

  1. Agrowisata Belimbing
Agrowisata Belimbing Tarub

Masih di Desa Tarub, terdapat sebuah agrowisata belimbing yang menarik untuk dikunjungi. Agrowisata itu dirintis oleh salah seorang warganya yang bernama Winarto sejak tahun 2009. Di agrowisata ini pengunjung bisa menikmati buah belimbing yang segar dan manis, baik dengan cara memetik sendiri maupun membeli di warung yang disediakan oleh pengelola.

Di kebun belimbing dilengkapi dengan saung di berbagai titik yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menikmati buah belimbing atau menikmati rujak buah belimbing. Sambal rujaknya tinggal beli di warung yang disediakan pengelola. Agrowisata ini ramai pengunjung setiap hari Sabtu dan Minggu.

  1. Air Terjun Widuri
Air terjun widuri yang eksotis…

Objek wisata lainnya di Kecamatan Tawangharjo yang sangat potensial adalah Air Terjun Widuri yang berada di Desa Kemadohbatur. Wisata ini menawarkan eksotisme keindahan air terjun alami yang tak kalah dengan wisata-wisata air terjun lainnya yang sudah terkenal seperti di Tawangmangu.

Sayangnya akses jalan menuju objek ini rusak cukup parah. Namun, begitu sampai lokasi dan melihat  keindahan air terjun widuri yang sungguh eksotis, serta sejuknya suasana, maka jerih payah selama di perjalanan akan terbayar.

Masih banyak lagi sebenarnya tempat-tempat yang eksotis di Kecamatan Tawangharjo yant bisa dieksplorasi dan dikunjungi. Namun ke-5 tempat tersebutlah yang paling banyak menyedot kunjungan wisatawan.  Semoga bermanfaat.* (Kang Asti)

–>Artikel dan semua foto yang diposting di blog ini ditulis dan diambil oleh saya, ©Kang Asti, untuk Jatengnyamleng.com. Dan terima kasih atas kerjasamanya untuk tidak menggunakannya tanpa izin. Jika ada yang ingin menggunakan artikel atau foto untuk tujuan komersial, silahkan menghubungi saya secara pribadi. Untuk sponshorship, kerjasama, dan kemitraan hub via Sms/WA: 081347014686 atau via e-mail ke: badiatulmuchlisinasti@gmail.com.

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *