Garang Asem Khas Purwodadi Grobogan, Sedapnya Menggebrak Lidah, Buktikan!

Garang asem, kuliner khas Grobogan




Garang asem adalah kuliner tradisional khas Jawa Tengah. Tapi jangan salah, nama garang asem dipakai untuk berbagai jenis makanan—yang menurut Pak Bondan Winarno, setidaknya ada lima jenis masakan Nusantara yang menyebut diri sebagai garang asem, sekalipun penampilannya sangat berbeda.

Namun, masih menurut pak Bondan, yang paling memenuhi syarat untuk menyandang nama garang asem adalah sajian dengan definisi: “ayam kukus di dalam bungkus daun pisang dengan rasa asam-pedas”.

Saya sepakat dengan definisi dari pak Bondan. Nama garang asem memang merujuk pada rasa makanan dan cara memasaknya. Garang asem adalah kuliner berupa ayam yang sudah dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil, seperti dada, sayap, dan kepala, yang dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan dikukus, atau dalam bahasa Jawanya digarang atau dipanaskan. Rasanya agak asem (asam) karena ada elemen tomat atau belimbing sayur di dalamnya. Proses dan cita rasa yang dihasilkan itulah, jadilah garang asem.

Beberapa kota di provinsi Jawa Tengah memiliki makanan tradisional ini seperti Semarang, Demak, Kudus, dan lainnya. Jadi, sesungguhnya garang asem memang tidak spesifik khas Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Namun sependek yang saya tahu, kabupaten ini memiliki sejarah yang cukup panjang terkait kuliner garang asem.

Rasa asam pedasnya memukau…
Garang asem khas Grobogan
Ayam kampung lebih lembut dan kaldunya harum…

Salah satunya adalah RM. Raharjo di Purwodadi yang telah eksis hingga kini sejak tahun 1971. Bahkan di Kabupaten Grobogan hampir di setiap kecamatan ada warung yang menjual kuliner ini.



Keunikan garang asem adalah, meski bumbunya minimalis, yakni dengan kondimen utama bumbunya adalah cabai rawit, tomat hijau, dan belimbing sayur,  namun garang asem mencetuskan rasa asam pedas dalam kaldu bening  yang benar-benar mampu menggebrak lidah. Bungkus daun pisang menyumbangkan aroma yang cantik selama proses pengukusan.

Adapun ayam yang digunakan, biasanya ayam kampung, karena ayam kampung akan terasa lebih lembut dan empuk, dan tidak mudah hancur meski proses pengukusan cukup lama. Ayam kampung juga menyumbang kaldu yang lebih harum sehingga menambah cita rasa garang asem semakin memukau. Agar garang asem tidak bocor alias kuahnya merembes, biasanya daun pisang dilapisi dengan plastik tahan panas di dalamnya.

Di Purwodadi, rumah makan yang spesial menyediakan  garang asem adalah RM. Raharjo, selatan jembatan lusi Getasrejo. Rumah makan ini termasuk legendaris karena memiliki sejarah yang panjang, yakni eksis sejak tahun 1971. Sering menjadi jujugan pejabat saat berkunjung ke Purwodadi.

Selain rumah makan ini, garang asem favorit saya ada di WM. Mbak Ping, kompleks pertokoan depan pasar Purwodadi agak ke timur. Rasa asem-pedasnya nendang dan miroso.

Bila berkunjung ke Purwodadi, monggo mampir dan menikmati garang asem cita rasa khas Purwodadi, Grobogan yang so pasti nyamleng dan mak nyus.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *