Sate Kelinci Mbak Tum yang Mak Nyus, Pertama di Alun-alun Puwodadi, Sejak Tahun 1996



Saya termasuk penggemar kuliner sate. Mulai dari sate ayam, kambing, hingga sapi. Bahkan termasuk yang dianggap agak ekstrim, seperti sate kelinci, saya menyukainya. Prinsip saya, asal halal, akan menggoda daya jelajah saya untuk mencicipinya.. 🙂

Kelinci termasuk hewan yang dagingnya halal dikonsumsi. Kajian hukum mengonsumsi daging kelinci bisa dibaca di artikel saya: Hukum Daging Kelinci. Apalagi selain halal, daging kelinci konon rendah kolesterol, dan dagingnya juga enak. Tekstur dagingnya lebih empuk bila dibanding dengan daging kambing.

Kuliner sate kelinci favorit saya adalah Sate Kelinci Mbak Tum yang mangkal di Alun-Alun Kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dulu, sebelum Alun-Alun Purwodadi direvitalisasi, warung sate kelinci Mbak Tum mangkal di ruas trotoar sisi barat alun-alun. Sejak alun-alun diperbaiki (Juli 2016), tempat jualannya pindah  di seberang lokasi jualan lama, yakni di sebelah utara Kantor Urusan Agama (KUA) Purwodadi.

Setelah revitalisasi alun-alun selesai (Januari 2017), saat ini selain masih mangkal di sebelah utara kantor KUA Purwodadi, Mbak Tum juga berjualan di shelter kuliner Alun-Alun Purwodadi paling utara.

“Saya jualan di sini, sedang yang di shelter alun-alun suami saya. Karena yang di shelter tempatnya sempit dan kalau hujan nyaris nggak bisa jualan, maka saya tetap bertahan di sini,” tutur Mbak Tum kepada saya.

Warung Sate Kelinci Mbak Tum, Pertama di Alun-alun Purwodadi

Rasanya lezat, tekstur dagingnya empuk




Mbak Tum mulai merintis warung sate kelinci sejak sekira tahun 1996 atau sekitar dua puluh satu tahun yang lalu. Ia termasuk pelopor kuliner sate kelinci di Purwodadi dan sekarang warungnya menjadi salah satu jujugan kuliner penggemar sate kelinci yang cukup nge-hits.

Tidak seperti kuliner sate kelinci yang dijajakan di sekitar objek wisata Guci (Tegal) atau di sekitar objek wisata Kopeng (Semarang) yang menggunakan bumbu sambal kacang, sate kelinci di warung Mbak Tum menggunakan sambal kecap.

Baca juga: Menikmati Lezatnya Sate Kelinci dan Hangatnya Wedang Ronde di Taman Wisata Kopeng Semarang

“Dulu dua tahun pertama saat saya jualan sate kelinci, saya menawarkan dua sambal, yakni sambal kacang dan sambal kecap. Tapi pada perkembangannya, pembeli di sini lebih menyukai yang sambal kecap, sehingga sekarang saya hanya menyediakan sate kelinci dengan sambal kecap,” tutur pemilik nama Tumiah ini.

Dan menurut saya, sate kelinci dengan sambal kecap lebih mak nyus. Cita rasa daging kelincinya lebih terasa. Selain sate, di warung Mbak Tum juga menyediakan menu masakan lainnya dari komponen utama daging kelinci, yakni rica-rica, gule, dan tongseng.

Warung sate kelinci Mbak Tum buka mulai sore hari sekitar jam 5-an, hingga malam hari. Kita bisa menikmati mak nyus-nya daging kelinci sambil menikmati suasana malam di Alun-alun Kota Purwodadi. Monggo.*  (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *