Wisata Tengah Sawah (WTS) Gubug, Magnet Baru Wisata di Kabupaten Grobogan




Ada wisata baru yang lumayan nge-hits di Kabupaten Grobogan, tepatnya di Kecamatan Gubug, yakni Wisata Tengah Sawah (WTS). Disebut wisata tengah sawah karena memang lokasi wisata ini berada di tengah-tengah areal persawahan.

Lokasi wisata ini cukup strategis, berada di jalan raya Semarang- Purwodadi, tepatnya di Jl. A. Yani, Perumahan Kampung Baru, Gubug, Kabupaten Grobogan. Untuk menuju lokasi wisata ini, harus masuk ke jalan dua tapak sekira 200 meter melewati perumahan kampung baru.

Sayangnya jalan menuju lokasi wisata tidak bisa dilalui mobil karena relatif sempit, sehingga bagi yang mengendarai mobil musti memarkir kendaraannya di pinggir jalan raya, lalu masuknya jalan kaki. Tapi bagi yang mengendarai motor, bisa masuk hingga mendekati lokasi. Di sana ada tempat parkir yang dikelola warga dengan tarif Rp 2 ribu per motornya.

Pada Selasa (11/6/2017) lalu, saya bersama dua anak saya, Bina dan Mumtaz, mengunjungi WTS dengan mengendarai motor. Lumayan dekat, karena untuk sampai lokasi wisata ini, kami hanya perlu menempuh waktu sekira 20-an menit.

Objek Wisata Tengah Sawah (WTS) Gubug dibuka sejak sekira setahun lalu, yakni pada bulan Juni 2016. Saya sendiri sudah lama mengetahui objek wisata baru ini karena sering melewatinya bila bepergian ke Semarang. Namun baru kali ini saya berkesempatan mengunjunginya bersama dua anak saya.

Stand payung untuk ngobrol sembari menikmati cemilan
Sepasang remaja tampak berfoto di salah satu spot berlatar karangan bunga berbentuk love
Beberapa anak bermain otoped injak dan mobil elektrik

Hari itu, Wisata Tengah Sawah (WTS) cukup ramai pengunjung. Begitu saya masuk, saya melihat banyak pengunjung, terutama remaja dan anak-anak, yang lalu lalang. Ada yang asyik ngobrol di stand payung sambil menikmati cemilan; ada yang sedang bermain otoped injak; naik mobil elektrik; dan lain-lain.

Lebih banyak lagi saya melihat pengunjung remaja yang berfoto-foto. Wisata tengah sawah memang buaaanyuaaak menyediakan spot-spot untuk berfoto, yaitu dengan latar belakang poster dengan tulisan-tulisan yang unik khas remaja. Seperti “Jauh di Mata, Dekat di Hati, Berat di Pulsa”; “Aku Tanpa Kamu? Biasa Aza tuh…!”; “I Miss You”; “Umpomo Fotomu Ora Editan, Opo sih Ayu Yo”; “Urip Dipaido, Mati Ditangisi, Waras Dilarani, Piye Jal?”, dan lain-lain banyak lagi.


Saya sendiri begitu masuk lokasi memilih duduk-duduk dulu di stand payung, menikmati cemilan yang kami bawa dari rumah, sembari melihat-lihat suasana. Lalu jalan-jalan keliling lokasi wisata dan berhenti di terminal ATV.

Karena anak saya tidak ada yang mau saat saya tawari main ATV, akhirnya saya sendiri yang beraksi dan menjajal kemampuan hehe…Tarifnya Rp 15 ribu, untuk sekali main lima kali putaran. Ini pertama kalinya saya naik ATV dengan route yang cukup menantang. Adapun dua anak saya lebih memilih naik becak air dengan tarif Rp 10 ribu untuk durasi 30 menit.

Saya menjajal naik ATV
Dua anak saya sedang berfoto di sebuah spot
Dua anak saya bermain becak air
Loket tiket dan pintu masuk Wisata tengah Sawah (WTS)

Selain ATV dan becak air, di lokasi wisata ini juga menyediakan aneka permainan untuk anak seperti motor trail, otoped injak, kereta api, motor trail, dan lain sebagainya. Wisata tengah sawah memang cocok untuk wisata keluarga, terutama untuk remaja dan anak-anak.

Wisata ini juga dilengkapi dengan panggung pentas seni dan perpustakaan mini.


Setelah puas dan capek menikmati aneka permainan di wisata ini, kita bisa menikmati menu kuliner yang juga tersedia, dengan harga terjangkau. Antara lain bakso, mi ayam, dan ikan bakar.

Saya dan anak-anak memilih menikmati ikan bakar di warung lesehan yang berada di kompleks wisata tengah sawah. Di warung ini ada pilihan ikan goreng atau bakar yang bisa dipesan, yakni lele, patin, nila, dan gurame. Kita bisa menikmati sajian kuliner itu di gazebo yang juga banyak tersedia di wisata tengah sawah.

Menurut saya, Wisata Tengah Sawah (WTS) bisa menjadi alternatif rekreasi murah untuk keluarga. Tiket masuknya hanya Rp 2 ribu per orang. Informasi yang saya peroleh dari salah seorang petugas tiket menyebutkan, puncak kunjungan wisata tengah sawah terjadi di minggu pertama lebaran yang tiap hari mencapai lebih dari seribu pengunjung. Adapun setelahnya, kisaran pengunjung antara 400 hingga 500 ratusan pengunjung.

Semoga informasi ini bermanfaat sebagai referensi tujuan wisata keluarga Anda.* (Kang Asti, www.jatengnyaleng.com)

Komentar Facebook
Rating: 1.0/5. From 1 vote.
Please wait...

1 Komentar

  1. Mas hidayat Balas

    Bagus kang artikelnya . Mantapp

    Rating: 3.0/5. From 1 vote.
    Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *