Menikmati Lezatnya Sate Ponorogo Pak Suwardi di Purwodadi




Indonesia terberkahi dengan kekayaan kuliner khas yang luar biasa banyak, salah satunya sate. Hampir setiap kota atau daerah memiliki sajian kuliner sate yang khas. Selain sate madura yang hegemonik—karena penjualnya hampir ada di penjuru nusantara—dan citarasanya juga lezat, ada juga sate ponorogo yang tak kalah lezat.

Kabar baiknya, tak harus ke Ponorogo (Jawa Timur) untuk bisa mencicipi kuliner ini. Di Purwodadi, ibukotanya Kabupaten Grobogan, juga ada penjual sate ponorogo lho. Mungkin satu-satunya penjual sate ponorogo di Purwodadi.

Pak Suwardi namanya. Beliau memang bukan asli Ponorogo, melainkan berasal dari Sragen. Tapi sejak usia 14 tahun, pernah ikut jualan sate ponorogo di Kudus selama sekira 15 tahun. Kemudian memutuskan buka sendiri berjualan sate ponorogo dan kini sudah sekira 7 tahunan jualan sate ponorogo di Purwodadi.

Tempat mangkalnya adalah di depan kantor Dinas Kearsipan dan Pepustakaan Daerah Kabupaten Grobogan, Jl. Jenderal Sudirman No. 39 atau sekira 300 meter utara alun-alun Purwodadi. Buka mulai jam 17.00 hingga 22.00 WIB.

Pak Suwardi sedang membakar sate ponorogo…

Proses pembakaran sate ponorogo…




Citarasa sate ponorogo berbeda dengan sate madura. Perbedaan itu terletak pada cara memotong dagingnya dan tentu saja pada bumbunya. Daging untuk sate ponorogo disayat tipis panjang menyerupai fillet, tidak dipotong dadu seperti umumya daging untuk sate, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. Adapun usus, kulit, dan telur ayam muda, dipisahkan dari daging, dibuat sate tersendiri.

Proses pembuatan sate ponorogo juga melalui proses perendaman bumbu agar bumbu meresap ke dalam daging. Sate daging, usus, dan kulit, dibumbui dengan bumbu kecap dan minyak sayur.

Saya belum pernah ke Ponorogo dan melihat langsung proses pembuatan sate ponorogo langsung dari tempat asalnya, meski pernah mampir dan menikmati sate ponorogo saat mengisi sebuah seminar di Tulungagung beberapa waktu yang lalu.

Sate Ponorogo Pak Suwardi

Sate ponorogo, citarasa lezat sate khas nusantara





Dinikmati dengan sepiring nasi dan segelas es teh…

Namun, melihat proses pembuatan sate ponorogo di warung milik Pak Suwardi, saya ketahui proses pembakaran sate ponorogo melalui tiga tahap. Tahap pertama, sate dicelupkan di kuah kaldu ayam, kemudian dibakar. Kemudian diangkat dan dicelupkan ke bumbu kecap, kemudian dibakar lagi. Kemudian diangkat lagi dan dicelupkan ke bumbu kacang, lalu dibakar lagi hingga matang.

Setelah matang, sate disajikan dengan bumbu kacang dan dilengkapi dengan irisan bawang merah dan cabai.



Proses itu yang menjadikan citarasa sate ponorogo begitu khas dan berbeda dengan sate madura, dan sate-sate lainnya. Bumbunya meresap dan dagingnya empuk dengan dipadu gurihnya sambal kacang sehingga membuahkan citarasa sate yang lezat dan mak nyus.

Memang sate ponorogo tidak semoncer sate madura, tapi kelezatan citarasanya layak untuk diperhitungkan. Selamat berburu sate ponorogo!* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *