Mencicipi Kelezatan Selat Solo dan Gudeg Ceker Pak Bejo Mangkuyudan Solo

Ceker Gudeg Bu Kasno

Sabtu-Minggu, 26-27 Agustus 2017 kemarin, saya berkesempatan mengikuti acara Program Akselerasi Skill Thibbun Nabawiy (PASTI) yang dihelat oleh Rising International di Hotel Zaen Syariah, Jalan KH. Samanhudi, No.12, Mangkuyudan, Laweyan, Solo. Seperti biasa, sebagai penggemar kuliner tradisional, merasa tak lengkap hadir di suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khasnya. Maka, malam hari di sela acara, saya menyempatkan diri untuk berburu kuliner khas Solo.

Awalnya mau keliling-keliling kota Solo untuk berburu kuliner tradisionalnya. Tapi karena waktu yang amat terbatas, saya memilih untuk mlipir di sebuah warung yang terletak persis di depan hotel tempat saya menginap. Rumah Makan Selat Solo Tenda Biru dan Gudeg Ceker Pak Bejo. Sesuai namanya, rumah makan ini menawarkan menu spesial khas Solo yakni Selat Solo dan Gudeg Ceker.

Selat Solo
Selat Solo Tenda Biru

Selat Solo adalah kuliner khas Solo yang terpengaruh oleh kuliner Eropa. Kata selat mengacu pada salad, namun selat solo merupakan paduan yang ciamik antara biefstuk (bestik), salad, dan sup. Komposisi selat solo terdiri atas daun selada, diracik dengan kentang goreng, wortel rebus, buncis rebus, timun, dan ditaburi keripik kentang. Disiram dengan kuah semur dan irisan daging sapi, dan mustard buatan sendiri yang rasanya manis.

Menurut Yani, salah seorang karyawan Rumah Makan Selat Solo Tenda Biru dan Gudeg Ceker Pak Bejo, di rumah makan ini, selat solo merupakan hidangan spesial selain sup matahari ketika masih jualan di pinggiran jalan menggunakan tenda.

Selat solo di rumah makan ini menawarkan dua varian, yakni selat segar daging dan selat segar galantin.

Sejak tahun 2009, warung tenda biru Pak Bejo beralih seperti sekarang, yakni menetap di Jl. KH. Samanhudi No. 1 Mangkuyudan, Laweyan, Solo. Lokasinya persis di depan Hotel Zaen Syariah. Selain masih menawarkan hidangan selat solo, juga menawarkan menu spesial lainnya, yakni gudeg ceker yang juga merupakan hidangan khas Solo.

Gudeg Ceker
Gudeg Ceker Pak Bejo
Pecel Wader
Pecel Wader
Gudeg ceker Pak Bejo
Rumah Makan Selat Solo Tenda Biru dan Gudeg Ceker Pak Bejo

Gudeg ceker layaknya gudeg khas Yogyakarta, namun cita rasa gudeg ceker khas Solo cenderung gurih. Berbeda dengan gudeg khas Yogyarakta yang dominan manis.

Saya sangat menikmati gudeg ceker Pak Bejo yang aduhai lezatnya. Bahkan saya musti nambah satu porsi lagi hehe…. Bagi yang tak suka ceker, jangan khawatir, bisa memesan gudeg bagian paha, sayap, dan kepala, bahkan gudeg telur.

Selain itu, masih ada lagi menu lain yang ditawarkan, yakni pecel wader, yang merupakan paduan dari nasi pecel dan ikan wader yang digoreng garing. Minumnya bisa pilih teh hangat es teh, es teler, es buah, dan lainnya.

Rumah Makan Selat Solo Tenda Biru dan Gudeg Ceker Pak Bejo buka setiap hari mulai jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Bila berkunjung ke Solo, bolehlah mampir untuk mencicipi selat solo atau gudeg ceker Pak Bejo yang mak nyusss.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 

 

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *