Inilah 4 Keseruan Berwisata di Agrowisata Sondokoro Tasikmadu Karanganyar

Papan Selamat Datang dan informasi wahana di Agrowisata Sondokoro

Awalnya hanya berupa pabrik gula yang tertutup untuk umum, yakni PG Tasikmadu. Pabrik ini didirikan pada tahun 1871 oleh praja mangkunegaran saat itu yakni KGPAA Mangkunegara IV. Lalu, pada tahun 2005, tercetus pemikiran untuk membuka diri dengan mendirikan wisata agro dan industri gula yang bernuansa tempo doeloe. Akhirnya, jadilah Agrowisata Sondokoro seperti yang dikenal saat ini.

Nama Sondokoro sendiri, menurut situs agrowisata-sondokoro.blogspot.co.id, berasal dari nama tempat yang dulu konon cerita berasal dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro yang bertarung 40 hari 40 malam demi mendapatkan menantu bagi anak gadis mereka yang sama-sama mencintai Tumenggung Joyo Lelono. Namun, pertarungan tersebut berakhir imbang tanpa ada yang menang ataupun kalah, dikarenakan mereka berasal dari satu perguruan yang sama.

Kemudian oleh penduduk setempat, tempat tersebut dinamai Sondokoro yang diambil dari nama Kyai Sondo dan Kyai Koro, yang petilasannya dapat dilihat di lokasi Jalan Refleksi yang berada di Wahana Sri Widowati, yang diambil dari nama anak gadis Kyai Sondo.

Berpose di depan PG Tasikmadu

Saat ini, Agrowisata Sondokoro menjadi destinasi wisata edukasi favorit, bahkan menjadi primadona untuk keluarga, baik di lingkup Solo Raya maupun luar daerah. Tidak hanya anak-anak yang bisa menikmati wisata agro ini, tapi juga orang dewasa. Karena agrowisata ini dilengkapi aneka permainan yang sangat banyak, sehingga pengunjung ditawarkan pilihan spot dan wahana yang beraneka ragam.

Saya sendiri telah beberapa kali mengunjungi objek wisata yang beralamat lengkap di Jl. Mangkunegara, Bojonegara, Ngijo, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar ini. Dari waktu ke waktu seperti tak banyak berubah. Meski begitu, Agrowisata Sondokoro tetap menawarkan pengalaman wisata yang sangat seru.

Apa dan bagaimana keseruan berwisata edukasi di Agrowisata Sondokoro? Inilah 4 keseruan berwisata di Agrowisata Sondokoro versi saya. Simak ulasan berikut ya!

1. Keseruan Naik Spoor Sakarosa

Spoor Sakarosa jadul berbahan bakar uap siap membawa para penumpang keliling kebun tebu dan pabrik gula

Menurut saya, naik spoor (sepur/kereta api) Sakarosa adalah daya tarik paling magnetis dari sekian pilihan wahana wisata di Agrowisata Sondokoro. Kita akan merasakan sensasi keseruan menaiki kereta api tempo doeloe yang masih berbahan bakar uap. Melintasi kawasan sekeliling dan kebun tebu sekitar Pabrik Gula Tasikmadu. Seru sekali pokoknya.

Hanya saja, perlu diketahui, Spoor Sakarosa tidak setiap hari beroperasi. Hanya setiap hari Sabtu dan Minggu saja. Untuk hari-hari biasa harus konfirmasi terlebih dahulu kepada pengelola, setidaknya sehari sebelumnya.

Kecuali bila hanya ingin naik Spoor Gula yang berbahan bakar solar, yang beroperasi setiap hari. Hanya saja jarak tempuhnya pendek. Hanya di dalam kompleks objek wisata saja. Tidak sampai berkeliling kebun tebu dan sekitar pabrik gula.

2. Keseruan Terapi Ikan

Pintu masuk wahana terapi ikan, sebelah kanan
Ikan-ikannya mematuki kaki kita saat dimasukkan ke kolam

Di Agrowisata Sondokoro ada tempat favorit saya, yakni di kolam terapi ikan. Di kolam yang airnya jernih yang dibuat memanjang itu, ada berbagai jenis ikan, termasuk ikan lokal seperti nila. Namun anehnya, begitu kita memasukkan kaki kita ke dalam kolam tersebut, ikan-ikan itu akan berkerumun mendatangi kaki kita, lalu mematuk-matuk kaki kita seperti sedang makan lumut-lumut di kaki kita.

Saya sendiri tidak tahu, apa khasiat dari terapi ikan itu. Yang jelas saya merasakan keseruan dan keasyikan saat ikan-ikan itu mematuk-matuk kaki kita dengan mulutnya. Awalnya geli, bahkan sangat geli, lama-lama saya bisa menikmati.

Bila berkunjung ke Agrowisata Sondokoro, Anda bisa mencobanya….

3. Keseruan Melihat-lihat Benda Bersejarah

Loko yang pertama kali digunakan oleh PG Tasikmadu, dibuat tahun 1902
Monumen mesin gilang 1926
Bendi yang dulu biasa dipakai KGPAA Mangkunegara IV mengunjungi kebun tebu
Berpose di salah satu lokomotif kereta api yang tidak lagi berfungsi

Salah satu keasyikan dan keseruan berwisata di Agrowisata Sondokoro adalah bisa melihat benda-benda bersejarah yang terkait dengan keberadaan Pabrik Gula Tasikmadu sebagai cikal bakal lahirnya objek wisata ini.

Di antaranya ada loko yang dibuat pada tahun 1902 yang merupakan loko pertama kali digunakan di PG Tasikmadu. Lalu ada monumen mesin giling 1926. Ada bendi yang dipakai oleh pendiri PG Tasikmadu, yakni KGPAA Mangkunegara IV ketika mengunjungi kebun tebu. Dan sebagainya.

Dari situ kita bisa belajar dan berimajinasi tentang sejarah dan keadaan tempo doeloe.

4. Keseruan untuk Anak-anak

Keseruan anak-anak bermain air, sungguh mengasyikkan
Kawasan outbound

Di luar keseruan di atas, selebihnya adalah keseruan yang memanjakan anak-anak, karena di agrowisata ini permainan untuk mereka sangat banyak dan beragam. Ada dunia kreasi, arena outbound, air cerdas, wahana mainan seperti perahu ayun, kincir angin, dan lain sebagainya.

Dari kesemua keseruan itu, Agrowisata Sondokoro bisa menjadi pilihan destinasi wisata edukasi yang positif untuk keluarga. Semoga ulasan ini bermanfaat.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *