Tersentuh Cita Rasa Kelezatan Soto Asli Kudus Pak Denuh

Soto Ayam asli Kudus Pak Denuh, soto khas Kudus yang telah eksis sejak zaman penjajahan Jepang. Cita rasa yang terus  mempertahankan kelezatannya, mengantarnya tetap menjadi salah satu primadona kuliner soto di Kudus.

Sebuah pesan WhatsApp (WA) masuk di ponsel pintar saya. Ternyata dari kawan saya, Mas Zul. Lengkapnya Zulkifli Zainudin Fahmi. Isinya, mengabarkan perihal pernikahannya, sekaligus mengundang saya di resepsi pernikahannya yang akan dihelat pada Senin, 8 Januari 2018, bertempat di Gedung Griya Raharja, Jl. Mangga No. 6-A, Panjunan, Kota Kudus. Sekaligus memohon maaf karena nggak bisa mengantar undangannya secara langsung.

Mas Zul, begitu saya biasa menyapanya, adalah kawan diskusi saya. Ia adalah wartawan Suara Merdeka yang bertugas di wilayah Kabupaten Grobogan. Saya biasa diskusi dengannya dan statemen saya biasa dia kutip untuk sejumlah pemberitaannya.

“Oke mas, siap” balas saya atas pesan WA-nya.

Maka, siang itu, di hari H pernikahannya, saya meluncur ke Kota Kudus.

Sengaja saya tidak makan siang di rumah, karena bila bepergiaan ke luar kota, saya biasanya punya “misi” khusus. Apalagi kalau bukan berburu kuliner hahaha….

Saya memang bukan tipikal pemburu kuliner yang maniak banget gitu. Alias selalu mengagendakan atau menyempatkan waktu khusus berburu kuliner. Tidak. Saya berburu kuliner hanya sekadarnya, di sela sebuah acara. Tidak mengkhususkan diri berburu kuliner di sebuah kota, kecuali di dalam kota sendiri ya.

Berpose dengan mempelai bareng mantan Wakil Bupati Grobogan, H. Icek Baskoro, SH (dua dari kanan, batik hijau).

Maka kesempatan ke Kudus menghadiri walimah pernikahan kawan saya itu, juga saya manfaatkan untuk mampir berburu kuliner. Persis seperti sebelumnya, saat  ke Kudus beberapa waktu lalu memenuhi undangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk menjadi fasilitator pertemuan akuntabilitas publik, seusai acara juga saya manfaatkan untuk mampir berburu kuliner khas Kudus.

Baca juga: Menjepret dan Menikmati Nasi Pindang, Kuliner Khas Kudus yang Gurih dan Enak banget

Setiba di lokasi walimah, sepertinya acara seremonial resepsi sudah selesai. Jadi, tinggal datang, makan-makan ala standing party (*meski konsep acaranya standing party, tapi saya selalu makan dengan mencari tempat duduk) dan salaman dengan mempelai, terus berfoto.

Saya sendiri, begitu masuk gedung, segera menuju ke panggung di mana mempelai berada. Untuk bersalaman, mengucapkan selamat, dan lalu berfoto. Kebetulan saya datang bersamaan dengan rombongan mantan Wakil Bupati Grobogan, H. Icek Baskoro, sehingga saya berpose dengan mempelai bareng beliau.

Setelah mencicipi makanan sekedarnya—saya memilih menu lontong + sate ayam yang porsinya kecil sehingga nggak bikin kenyang (haha)—, ngobrol-ngobrol, lalu pamit. Kini, saatnya berburu kuliner ya hehe..

Memilih Mampir di Soto Pak Denuh      

Ada banyak pilihan kuliner khas Kudus, seperti nasi pindang, pecel pakis, soto, sate kerbau, garang asem, dan lentok tanjung.  Dan….kali ini saya memilih soto. Meski sudah pernah, tapi sebagai daerah yang populer dengan kuliner sotonya, Kudus memiliki banyak penjual soto yang memiliki jejak sejarah yang panjang. Boleh dikata: legendaris.

Soto khas Kudus Pak Denuh
Makin menggoda dengan sate ampela
Sate ayamnya menambah cita rasa kelezatannya

Soto Pak Denuh salah satunya. Soto Pak Denuh adalah satu dari sekian soto yang memiliki masa tempuh perjalanan yang cukup panjang dalam menyuguhkan cita rasa kelezatan kuliner khas dalam semangkuk soto.  Pak Denuh, yang kini sudah tiada, telah mulai berjualan soto khas Kudus sejak masa penjajahan Jepang sekira tahun 1945.

Sepeningal pak Denuh, kemudi usaha sotonya diteruskan oleh anaknya yang bernama Taram. Taram adalah anak pak Denuh yang ke-6 dari 15 bersaudara. Saat ini, Soto Pak Denuh bisa dijumpai di Jl. AKBP Agil Kusumadya, Kudus  atau dekat Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Selain itu juga bisa dijumpai di dua cabangnya, masih di Kota Kudus, yakni di Taman Bojana Kios No. 55, 56, 57 Kudus, dan di Terminal Bus Kudus, Kios No. 5.

Soto Pak Denuh sudah teruji cita rasa kelezatannya. Masa tempuh yang panjang, setidaknya menjadi bukti bahwa kelezatan soto pak Denuh tetap menjadi primadona dan jujugan bagi para pemburu kuliner pusaka.

Saya sendiri tersentuh cita rasa kelezatan soto pak Denuh sejak suapan pertama. Selalu saya coba pastikan, kuliner pusaka yang terus bertahan dalam kurun waktu yang panjang, selalu punya dua cita rasa: enak atau enak banget. Dan soto khas Kudus Pak Denuh itu ada di pusaran keduanya, sesekali enak, sesekali enak banget hehe…

Soto Pak Denuh, cita rasa kelezatan yang melegenda
Penampakan depan Warung Soto Ayam Asli Kudus Pak denuh di Jl. AKBP Agil Kusumadya, Kudus

Maka, jangan heran, bila penggemar kuliner pusaka seringkali menyentuh para pejabat negara, tak terkecuali soto Pak Denuh. Informasi yang saya peroleh, banyak pejabat-pejabat tingkat provinsi hingga pusat yang sering menyempatkan mampir menikmati soto Pak Denuh bila sedang kunjungan ke Kudus.  Tercatat,  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah mampir dan mencicipi kelezatan soto khas Kudus Pak Denuh.

Di warung soto Pak Denuh, ada dua pilihan soto, yakni dengan protein daging kerbau dan daging ayam. Dua-duanya sama enak menurut saya, hanya soal selera. Kuah soto Pak Denuh tidak terlalu kental. Gurihnya pas, dan lembut. Ciri khas penyajian soto Kudus, juga soto lainnya seperti soto Semarang, adalah disajikan dalam mangkuk kecil. Itu mungkin juga yang menjadikan cita rasa sotonya makin menggoda untuk nambah lagi hehe…Hari itu, saya cukup menyantap satu mangkuk saja, sebab di perut sudah ada lontong sate dari walimahan tadi.

Saya  memang habis semangkuk saja. Pingin nambah tapi perut sudah tidak bisa diajak kompromi. Tapi satenya, yang irisannya gedhe-gedhe, saya habis dua tusuk lo. Masing-masing sate ayam dan sate ampela (yang ada kuning telurnya).  Kombinasi soto dan sate itu, menambah cita rasa yang semakin mak nyuss.

Soto Ayam Asli Kudus Pak Denuh buka setiap hari mulai jam 07.30 sampai dengan jam 22.00 WIB. Selain soto, juga sedia kuliner khas Kudus lainnya yang tak kalah mak nyuss, yakni nasi pindang. Bila sedang berkunjung ke Kudus atau sekedar melewati, cobalah mampir untuk mencicipi kuliner ini.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
Rating: 1.0. From 1 vote.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *