Taman Satwa Taru Jurug, Wisata Edukasi Satwa di Kota Solo yang Kini Dilengkapi Taman Lampion

Taman Satwa Taru Jurug, sebuah wisata edukasi satwa di Kota Solo, rupanya kini berbenah memikat wisatawan. Bila siang hari menawarkan rekreasi edukasi satwa, maka malam harinya menawarkan taman lampion yang keren abis.

Kalau ingin menikmati rekreasi sekaligus edukasi satwa untuk kelurga di Kota Solo, maka Taman Satwa Taru Jurug atau yang juga dikenal dengan sebutan Solo Zoo adalah rekomendasinya. Taman Satwa Taru Jurug adalah destinasi wisata edukasi satwa yang cukup populer dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Solo.

Saya telah beberapa kali berkunjung ke objek wisata yang beralamat di Jalan Ir. Sutami No.109, Jebres, Kota Surakarta, itu. Berlokasi di timur Kota Solo, dekat perbatasan dengan Karanganyar.Terakhir, saya ke Taman Satwa Taru Jurug bersama rombongan wisata siswa-siswi sekolah yang saya kelola, Desember 2017 lalu.

Kilas Sejarah Taman Satwa Taru Jurug

Gerbang Taman Satwa Taru Jurug

Sekilas tentang Taman Satwa Taru Jurug atau sering juga disebut Kebun Binatang Jurug, dulunya hanya berupa taman kota yang terdapat di tepi Bengawan Solo. Beberapa binatangnya merupakan binatang koleksi Taman Sriwedari yang juga merupakan nama taman baru yang dulunya bernama  Kebun Raja.

Kebun Raja dibangun pada tahun 1870-an oleh Paku Buwono X. Setelah Paku Buwono X meninggal dunia, yakni pada tahun 1939, Kebun Raja menjadi kurang terawat. Akhirnya, sekitar tahun 1986, Pemkot Solo menginisiasi pengambil alihan kebun binatang yang kurang terawat tersebut. Pemkot Solo memindahkan kebun binatang tersebut ke tempat satwa yang lebih baik dan terawat.

Makan dibentuklah sebuah yayasan bernama Yayasan Bina Satwa Taruna untuk mengelola satwa-satwa tersebut. Tak berapa lama kemudian, berdirilah Taman Satwa Taru Jurug seperti yang kita ketahui sekarang ini.

Pada weekend dan hari-hari libur, Taman Satwa Taru Jurug selalu ramai dikunjungi wisatawan

Taman Satwa Taru Jurug menawarkan wisata edukasi satwa, di dalamnya terdapat berbagai spesies hewan. Dengan konsep wisata alam, jalan-jalan di dalam taman dikelilingi pohon-pohon besar dan rindang. Membuat pengunjung nyaman sambil melihat-lihat koleksi satwa yang ada.

Bila sedang capek, bisa naik kereta mini yang disediakan pengelola dengan membeli tiket keretanya. Nanti akan diturunkan di area satwa. Setelah puas melihat-lihat koleksi satwa yang ada, nanti akan dijemput kembali dengan kereta mini.

Melihat Merak Mengepakkan Sayapnya

Sebagaimana kebun binatang lainnya, Taman Satwa Taru Jurug juga memiliki koleksi satwa yang banyak. Ada gajah, harimau, kuda, orang  hutan, monyet, aneka burung seperti elang, kasuari, merak, dan lain sebagainya. Saat berkunjung ke taman satwa ini, saya bisa menyaksikan burung merak yang sedang mengepakkan sayapnya. Ini baru pertama kali saya melihat secara langsung burung merak memekarkan sayapnya dalam durasi yang cukup lama. Cukup indah dilihat.

Burung Merak yang merupakan salah satu koleksi satwa jenis burung di Taman Satwa Taru Jurug, sedang memekarkan sayapnya
Saya pun berpose dengan burung Merak yang sedang memekarkan sayapnya

Saya pun tak luput mengabadikan momen yang jarang terjadi itu. Bahkan sempat berpose dengan burung merak yang tengah memekarkan sayapnya itu. Hehe…

Naik Unta Bersama Istri

Selain menyediakan layanan naik gajah, di Taman Satwa Taru Jurug, pengunjung juga bisa merasakan bagaimana sensasinya naik unta. Karena di taman ini juga mengoleksi satwa unta padang pasir yang bisa dinaiki.

Naik unta bersama istri di Taman Satwa Taru Jurug

Saya pun mengajak istri saya untuk naik unta. Jadilah, saya dan istri naik di Taman Satwa Taru Jurug hehe…

Ini adalah untuk kedua kalinya saya naik unta di Taman Satwa Taru Jurug. Sebelumnya saya juga pernah naik untuk di sini dengan anak laki-laki saya, Fathan Mubina.

Kini Dilengkapi Taman Lampion

Daya tarik Taman Satwa Taru Jurug kini semakin magnetis, karena sejak akhir Desember 2017 lalu, pengelola menambah wahana baru berupa taman lampion.

Bila di siang hari pengunjung hanya bisa menikmati koleksi satwa yang ada, maka di malam hari Taman satwa Taru Jurug disemarakkan dengan taman lampion. Terdapat ribuan lampion berbagai bentuk yang menghiasi hampir seluruh bagian taman.

Kini Taman Satwa Taru Jurug dilengkapi taman lampion yang memukau di malam hari. (Dinas Pariwisata Solo)

Ribuan lampion itu menghiasi gerbang, sepanjang jalan-jalan, taman, hingga wahana permainan di Taman Satwa Taru Jurug. Hiasan-hiasan berbentuk bunga-bunga kecil, hingga bentuk besar seperti pohon, ikan, naga, hiu, dan hewan lainnya hingga 600 lampion besar bisa terlihat.

Dan, salah satu atraksi yang tidak boleh terlewat di sini ialah dancing fountain atau air mancur menari. Terletak di pusat taman, air mancur ini akan melakukan atraksi-atraksi yang diiringi lagu, dan sorotan lampu warna-warni.

Salah satu atraksi merarik di taman lampion adalah dancing fountain atau air mancur menari. (Dinas Pariwisata Solo)

Salah satu pertunjukan uniknya adalah ketika ketinggian air mancur menjulang tinggi hingga 30 meter selama beberapa detik. Lalu, beberapa sorotan laser bergantian menerangi, juga dimeriahkan semprotan api di sekitar air mancur tersebut.

Taman lampion tersebut merupakan hasil kerja sama Taman Satwa Taru Jurug  dengan Taman Pelangi. Wahana baru ini secara keseluruhan menggunakan daya listrik sebesar 180 ribu watt. 80 ribu watt di antaranya khusus digunakan untuk dancing fountain.

Sayangnya, saat saya terakhir berkunjung di Taman Satwa Taru Jurug, wahana baru ini belum di-launching. Jadi baru bisa melihat para pekerja yang sedang sibuk menata dan mempersiapkan taman lampion yang sepertinya memang wah dan keren itu. Sayang ya.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Komentar Facebook
No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *