Kelezatan Nasi Goreng Pak Lamuri yang Ngangeni

Nasi goreng merupakan kekayaan kuliner Nusantara yang unik dan populis. Dari sudut historis, nasi goreng bermula dari sisa nasi semalam yang sayang jika dibuang. Namun kini nasi goreng menjelma menjadi sajian istimewa yang digemari semua kalangan. Bahkan pada tahun 2017, situs berita internasional CNN menobatkan nasi goreng sebagai kuliner terlezat nomor dua di dunia setelah rendang.

Hampir di setiap kota di Indonesia memiliki kuliner nasi goreng dengan kondimen yang khas masing-masing. Ada nasi goreng rendang khas Minang, ada nasi goreng merah khas Aceh, dan seterusnya. Dan di setiap kota, selalu ada warung nasi goreng favorit yang menyuguhkan cita rasa dan kelezatan yang selalu ngangeni alias bikin rindu dan diburu penggemarnya.

Di Kota Purwodadi, ibukota Kabupaten Grobogan, hampir di setiap sudut kota ada warung yang menyuguhkan menu nasi goreng. Di antaranya ada warung yang selama ini menjadi jujugan favorit para penggemar nasi goreng, tidak hanya bagi warga Purwodadi, tapi juga dari luar Kota Purwodadi. Salah satunya adalah Warung Bakmi Jowo Pak Lamuri.

Warung tenda Bakmi Jowo Pak Lamuri berada di Jl. Gajahmada, Purwodadi, atau tepatnya di seberang Kantor Polres Grobogan. Menurut saya, warung ini termasuk salah satu best street food di Kabupaten Grobogan dengan menu andalan Bakmi Jowo dan Nasi Goreng yang masuk kategori (meminjam istilah Pak Bondan) dangerously delicious.

Indikasinya mudah. Setidaknya hampir setiap malam, warung Pak Lamuri selalu ramai oleh pelanggannya. Seperti malam itu, saat saya mampir di warung Pak Lamuri. Mobil-mobil pelanggannya berjajar di sekitar warung tendanya. Mereka menikmati sajian lezat Bakmi Jowo atau Nasi Goreng di warung tersebut, bersama keluarga, kolega, dan atau relasi bisnis.

Bermula Jualan Keliling

Warung Tenda Pak Lamuri di Jl. Gajahmada Purwodadi
Salah seorang karyawan sedang menggoreng nasi goreng untuk pelanggan

Pak Lamuri mulai merintis usaha kulinernya pada tahun 1999. Ia memutuskan membuka usaha kuliner sendiri setelah sekira 6 tahun, yaitu sejak tahun 1993, ia bekerja sebagai karyawan di Warung Bakmi Jowo  Pak Pur di daerah Tlogosari Semarang.

Pak Lamuri memulai usahanya dari nol. Berjualan keliling dengan gerobak dorong. Area jualannya di Kota Purwodadi. Sekira tahun 2000-an, Pak Lamuri mencoba peruntungan berjualan mangkal di depan Kencana Purwodadi. Namun gagal, sehingga kembali berjualan keliling.

Sampai kemudian tahun 2007, ia mencoba kembali jualan dengan cara mangkal di sebuah tempat, yaitu di depan Hutan Kota Purwodadi. Namun kali ini terpaksa harus pindah karena relokasi. Setidaknya dua kali ia harus pindah tempat mangkal, hingga kemudian mendapat tempat mangkal yang pas dan cocok hingga sekarang.

Nasi Goreng Babat dan Nasi Ruwet

Ada dua menu yang ditawarkan Pak Lamuri, yakni Bakmi Jowo dan Nasi Goreng. Bakmi Jowo yang ditawarkan ada dua pilihan, yakni versi goreng dan godhog (rebus). Begitu juga nasi goreng yang ditawarkan, ada setidaknya dua pilihan, yaitu nasi goreng babat dan nasi ruwet.

Nasi goreng ruwet Pak Lamuri
Nasi goreng babat Pak Lamuri




Nasi goreng babat adalah nasi goreng dengan protein babat-iso sapi. Banyak warung yang menyediakan nasi goreng babat. Tapi cita rasa nasi goreng babat Pak Lamuri termasuk lezat, dengan tingkat kegurihan yang pas. Rasa manis dari kecap manis yang generous berpadu dengan letupan rasa bawang merah dan bawang putih yang cukup kuat meski tergolong soft. Potongan babat-iso sapi yang empuk menyempurnakan kegurihan yang semakin mantap tendangannya di lidah.

Adapun nasi ruwet adalah nasi goreng yang diberi tambahan mi. Dinamakan ruwet, karena mi-nya seperti benang ruwet yang tercampur dalam nasi. Seperti nasi goreng babatnya, nasi goreng ruwet Pak Lamuri juga menyuguhkan kegurihan yang pas di lidah.

Selain soal bumbu, hal lain yang menjadikan cita rasa kelezatan nasi goreng Pak Lamuri adalah cara memasaknya yang masih mempertahan dengan arang kayu. Aroma bakaran menjadikan cita rasa yang makin gurih sempurna. Dan untuk lebih menyempurnakan kelezatan menikmati nasi gorengnya, Pak Lamuri menyediakan sate ayam bakar yang, menurut saya, menjadi penambah greget kelezatannya.

Digemari Banyak Kalangan  

Saya (Kang Asti) berpose dengan Pak Lamuri (berkaos hijau).

Kelezatan nasi goreng Pak Lamuri, juga Bakmi Jowo-nya, sudah sangat populer. Pelanggan warungnya tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa, tapi juga dari kalangan pejabat. Tidak hanya berasal dari dalam Kota Purwodadi, tapi juga dari luar Kota Purwodadi. Bahkan banyak penggemarnya datang dari luar kabupaten seperti Blora, Solo, Kudus, Pati, Semarang, bahkan Temanggung.

Edy Purwanto adalah salah seorang penggemar yang saya temui sedang menikmati sajian lezat di warung Pak Lamuri malam itu, bersama istrinya. Pria yang baru pensiun dari kepolisian dengan jabatan terakhir Kapolsek Ngaringan itu menuturkan, ia dan keluarganya sudah menggemari sajian kuliner Pak Lamuri sejak awal Pak Lamuri merintis usaha pada tahun 1999 sampai sekarang.

“Cita rasa enak yang konsisten menjadikan saya dan keluarga termasuk pelanggan setianya,” tutur pria yang akrab disapa Pak Edy itu.

Bahkan sebagai pelanggan, Pak Edy sangat fasih menceritakan bagaimana Pak Lamuri merintis usaha Bakmi Jowo dan Nasi Goreng dari nol, dan kini, boleh dibilang, sudah mendulang sukses.

Warung Pak Lamuri buka setiap sore hari hingga malam, mulai  jam 17.00 hingga jam 00.00 wib. Namun sering sebelum jam 00.00 sudah harus tutup karena kehabisan. Bila ke Kota Purwodadi, silahkan mampir dan menikmati lezatnya nasi goreng Pak Lamuri.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)




Komentar Facebook
Rating: 5.0/5. From 1 vote.
Please wait...

2 Komentar

  1. Wido Balas

    Bisa gagal diet nih…

    Rating: 5.0/5. From 1 vote.
    Please wait...
    • Kang Asti PenulisBalas

      Sesekali pak Wido hehe…

      Rating: 5.0/5. From 1 vote.
      Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *