Becek dan Sego Pecel Gambringan Sebagai Alternatif Kuliner Grobogan

0
Sega Pecel Gambringan

Oleh: Badiatul Muchlisin Asti

Selain kaya wisata berbasis alam dan legenda, seperti api abadi Mrapen dan Bledug Kuwu, Grobogan kaya akan khazanah kuliner. Salah satu, bahkan mungkin satu-satunya, kuliner yang terkenal dan menghegemoni —meminjam istilah Prof Tri Marhaeni P Astuti, putra Grobogan— serta sangat identik dengan kabupaten ini

20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (2)

0




Pada artikel sebelumnya telah saya sebutkan 10 wisata Grobogan yang terbagi dalam tiga kategori, yakni wisata eksotisme alam, wisata religi, dan wisata keajaiban alam (geologi). Maka berikut ini digenapi 10 lagi wisata Grobogan sehingga menjadi 20 destinasi wisata Grobogan yang paling recomended untuk dikunjungi karena memiliki daya pesona dan kemenarikan yang layak dijadikan sebagai tujuan wisata.

Baca: 20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (1)

Ke-10 wisata Grobogan itu sebagai berikut:

Wisata Agro

11. Agrowisata Belimbing

Berpose di bawah pohon belimbing di agrowisata belimbing Desa Tarub. Foto oleh Kang Asti

Masih di Kacamatan Tawangharjo, tepatnya di Desa Tarub, tak jauh dari makam Ki Ageng Tarub, terdapat agrowisata belimbing yang menarik untuk dikunjungi. Agrowisata itu dirintis oleh salah seorang warganya yang bernama Winarto sejak tahun 2009. Di agrowisata ini pengunjung bisa menikmati buah belimbing yang segar dan manis, baik dengan cara memetik sendiri maupun membeli di warung yang disediakan oleh pengelola. Di kebun belimbing dilengkapi dengan saung di berbagai titik yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menikmati buah belimbing atau menikmati rujak buah belimbing. Sambal rujaknya tinggal beli di warung yang disediakan pengelola. Agrowisata ini ramai pengunjung setiap hari Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Menikmati Manisnya Belimbingdi Agrowisata Belimbing Tarub

Wisata Museum Purbakala

12. Museum Banjarejo

Tanduk Banteng Purba, salah satu koleksi di Museum Banjarejo. Foto oleh Kang Asti




Museum Banjarejo atau Rumah Fosil Banjarejo berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Di desa ini telah dikenal sebagai desa dengan legenda besar yang telah sangat populer, yakni legenda cerita Ajisaka dan Prabu Dewata Cengkar. Adanya geliat penemuan benda-benda purbakala, menjadikan desa ini telah resmi dinobatkan sebagai “Desa Wisata” yang dilaunching secara resmi oleh Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH, MM pada Kamis, 27 Oktober 2016 di balai desa setempat. Di desa ini pengunjung bisa meliat temuan-temuan arkeologis yang membuktikan adanya jejak peradaban pra sejarah di desa ini. Seperti fosil tanduk kepala kerbau raksasa, fosil kerang raksasa purba, aneka perhiasan emas, berbagai benda pusaka, dan sebagainya. Pesona Banjarejo tidak hanya memikat pengunjung lokal Grobogan, tapi juga luar daerah. Bahkan wisatawan luar negeri banyak yang telah berkunjung ke desa ini untuk menuntaskan penasaran dan ketertarikan mereka terhadap jejak masa lalu di desa pelosok ini.

Wisata Air

13. Waterboom Mulia Klambu

Waterboom Mulia Klambu. Foto oleh Kang Asti

Waterboom Mulia Klambu merupakan salah satu destinasi wisata keluarga yang bisa jadi pilihan saat liburan atau weekend. Apalagi bagi yang suka “basah-basahan”. Waterboom ini terletak Jl. Purwodadi-Kudus KM. 18 Desa Klambu, Kecamatan Klambu. Waterboom inii ramai dipadati pengunjung, terutama saat liburan. Di Waterboom ini terdapat berbagai fasilitas, seperti: kolam renang anak-anak, kolam renang dewasa, aneka permainan air, beberapa gazebo, kamar ganti, loker barang, musholla, kantin, persewaan pelampung, dan minimarket. Fasilitas yang cukup memadai itu membuat waterboom ini cukup nyaman sebagai wahana rekreasi keluarga.

14. Bloombang Water Park

Bloombang Waterpark Purwodadi. Foto oleh Kang Asti




Selain Waterboom Mulia Klambu, wahana taman permainan air lainnya di Kabupaten Grobogan adalah Ayodya Bloombang Water Park Purwodadi. Inilah satu tujuan wisata keluarga di kawasan Kota Purwodadi dan sekitarnya yang berbasis air atau “basah-basahan”. Terdapat 2 buah kolam besar dengan berbagai sarana permainan air seperti twin slide, family slide, splash bucket serta sebuah jacuzzi dengan atraksi utama sebuah tower slider dengan tinggi 7 meter untuk memicu adrenalin hadir di water park yang terletak di Jalan Ahmad Yani No 1, Purwodadi tersebut. Waterpark ini melengkapi fasilitas yang sebelumnya telah ada, yaitu kolam renang standar internasional. Dengan bermain di tower slider, pengunjung bisa merasakan sensasi dan ketegangan saat meluncur di belokan-belokan tajam dari tempat tinggi dengan kecepatan yang luar biasa. Juga bisa merasakan sensasi dengan diguyur ”hujan raksasa” dari kucuran air dari ember tumpah.

15. Waterpark ‘n Snow Gubug

Waterpark ‘n Snow Gubug. Foto oleh Kang Asti

Selain Kolam Renang Mulia Klambu dan Bloombang Waterpark Ayodya Purwodadi, di Kabupaten Grobogan ada juga pilihan wahana wisata keluarga berbasis air dan kolam renang di Gubug, yakni Waterpark ‘n Snow Gubug yang tak kalah menarik dan menantang bagi yang gemar wisata air alias basah-basahan. Wahana ini selalu dipadati pengunjung, apalagi saat liburan, weekend, atau lebaran. Di wahana ini terdapat 4 jenis kolam renang yang dibedakan berdasarkan ketinggian air dan tingkatan usia. Design interior wahana ini sangat menarik dan menyenangkan. Sebagaimana namanya, maka selain kolam renang, di wahana ini juga tersedia tempat yang dibuat mirip sekali seperti di arena salju. Membuat pengunjung seolah-olah berada di area salju.

16. Master Park Purwodadi

Master Park Purwodadi. Foto oleh Kang Asti

Dibanding wahana-wahana air serupa yang telah disebutkan, Master Park Purwodadi termasuk taman bermain air yang terhitung baru. Diresmikan sejak April 2016, namun wahana bermain yang beralamat di Jl. Gajah Mada Purwodadi itu termasuk lengkap. Berdiri diatas total lahan 4 hektare, water park ini menyatu dengan kompleks restoran dan wahana bermain simulasi pesawat serta bioskop tiga dimensi. Water park di area Master Park Purwodadi terdiri dari kolam untuk balita, kolam permainan anak, kolam arus, dan kolam dewasa. Selain taman air, terdapat juga wahana rumah aku ingin pintar. Wahana rumah aku ingin pintar menjadi sarana edukasi untuk anak di mana di dalamnya diisi ensiklopedi pengetahuan yang mudah dipelajari oleh anak-anak.

17. Arung Jeram Grobogan

Arung Jeram Grobogan di Sungai Tuntang Kecamatan Kedungjati. Foto oleh Abdul Rozak

Arung jeram Grobogan termasuk wisata baru nan wow yang dimiliki Kabupaten Grobogan. Wisata petualangan air menyusuri derasnya arus sungai Tuntang di Kecamatan Kedungjati ini dirintis sejak September 2016 oleh kawula muda visioner yang tergabung dalam Dharma Raja Adventure. Awalnya hanya melayani river tubing dengan menggunakan sarana ban dalam bus atau tronton. Namun sejak Juli 2017, telah dirilis layanan baru arung jeram (rafting) dengan jarak tempuh sekira 16 km dengan masa tempuh sekira 2,5 jam. Wisata petualangan air sungai Tuntang ini sunggung menantang, dengan jalur yang relatif aman, grade arung jeram  II-IV, serta didukung arus yang cukup deras.

Baca juga: Pelaku Wisata Grobogan Eksplor Wisata Air Sungai Tuntang Kedungjati

18. Waduk Nglangon

Berpose dengan latar eksotisme Waduk Nglangon. Foto dok Kang Asti




Waduk Nglangon merupakan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun antara tahun 1911 sampai 1914. Berada di Dusun Nglangon, Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Terletak di sebelah selatan stasiun Kradenan, sekira 2 kilometer. Atau berjarak sekira 32 kilometer ke arah timur Kota Purwodadi. Waduk itu kini telah “disulap” menjadi destinasi wisata yang cukup memikat. Di antaranya menawarkan becak air dan naik perahu keliling waduk sembari menikmati panorama di sekitar waduk yang eksotis. Juga tak jauh dari waduk telah dilengkapi kolam renang.

Baca juga: 5 Spot di Waduk Nglangon Kradenan Grobogan yang Eksotis dan Menarik Dikunjungi

19. Waduk Kedungombo

Naik perahu di Waduk Kedungombo. Foto oleh Kang Asti

Waduk Kedungombo adalah salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Kabupaten Grobogan. Objek wisata ini terletak di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, sekira 29 km ke arah selatan atau ke arah Solo dari kota Purwodadi. Waduk Kedungombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha. Sebagai destinasi wisata, waduk Kedungombo menawarkan wisata panorama bentangan air, juga wisata petualangan di atas air, yakni naik perahu keliling waduk. Karena sesuatu dan lain hal, objek wisata ini sempat ditutup. Namun kabarnya kini sudah dibuka kembali.

Baca juga: Ke Waduk Kedungombo, Menikmati Sensasi Naik Perahu

20. Wisata Tengah Sawah (WTS)

Naik becak air di Wisata Tengah Sawah. Foto oleh Kang Asti

Dinamakan Wisata Tengah Sawah (WTS) karena objek wisata ini berada di tengah areal persawahan. Lokasi wisata ini cukup strategis, berada di jalan raya Semarang- Purwodadi, tepatnya di Jl. A. Yani, Perumahan Kampung Baru, Gubug, Kabupaten Grobogan. Untuk menuju lokasi wisata ini, harus masuk ke jalan dua tapak sekira 200 meter melewati perumahan kampung baru.

Wisata ini menawarkan wisata keluarga yang asyik, yakni wisata air dengan naik becak air dan aneka permainan seperti motor trail, otoped injak, kereta api, ATV, dan lain sebagainya. Juga tersedia spot-spot swafoto dengan latar tulisan-tulisan berisi pesan-pesan yang unik.  Seperti “Jauh di Mata, Dekat di Hati, Berat di Pulsa”; “Aku Tanpa Kamu? Biasa Aza tuh…!”; “I Miss You”; “Umpomo Fotomu Ora Editan, Opo sih Ayu Yo”; “Urip Dipaido, Mati Ditangisi, Waras Dilarani, Piye Jal?”, dan lain-lain banyak lagi. Nah!

Baca juga: Wisata Tengah Sawah (WTS) Gubug, Magnet Baru Wisata di Kabupaten Grobogan




Demikian 20 destinasi wisata Grobogan yang paling recomended untuk dikunjungi versi Jateng Nyamleng. Semoga informasi ini bermanfaat sebagai referensi untuk menentukan tujuan wisata di kabupaten yang terkenal dengan kuliner becek dan swike itu.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com, selesai)

 

9 Kuliner Khas Grobogan yang Enak dan Bikin Klangenan

4




Kabupaten Grobogan dengan ibukotanya Purwodadi memiliki kuliner khas yang beragam. Beraneka makanan khas Grobogan dengan cita rasa yang unik dan enak hadir di kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini setelah Kabupaten Cilacap. Aneka kuliner khas Grobogan itu kini terus menggeliat dan menjadi salah satu jujugan pecinta kuliner yang ingin menikmati kuliner tradisional yang benar-benar khas.

Berikut ini 9 kuliner khas Grobogan yang ‘wajib’ Anda cicipi ketika berkunjung ke Grobogan:

1. Ayam Pencok

Kuliner khas Grobogan ini sering juga disebut dengan Ayam Panggang Bledug, karena dulunya dibuat dengan tujuan untuk sesaji Mbah Bledug yang berada di kawasan objek wisata Bledug Kuwu. Cara membuatnya tergolong unik. Yakni, ayam kampung yang sudah disembelih dibersihkan, lalu dipanggang di atas bara api. Antara bara api dengan ayam diberi jarak sekitar 25 – 30 cm. Api pun dijaga agar tidak terlalu besar dan saat memanggang tidak dikipasi. Proses itu membuat daging ayam matang sempurna.

Ayam Pencok

Disebut Ayam Pencok karena ayam panggang ini dimakan bersama Sambal Pencok. Sambal Pencok terbuat dari kelapa muda yang diparut, cabai, terasi, bawang, dan kencur. Untuk menjaga agar sambal pencok tahan lama, maka paduan bahan tersebut dikukus terlebih dulu hingga masak. Setelah masak, ayam pencok alias ayam panggang bledug pun siap dihidangkan.

Makanan khas Grobogan ini rasanya enak dan khas. Selengkapnya tentang kuliner ini bisa dibaca artikel: Ayam Pencok, Kuliner Unik Khas Kuwu yang Nyaris Punah.

2. Sayur Becek

Kuliner khas Grobogan ini dulu hanya bisa ditemui di acara-acara hajatan di kampung, seperti saat mantenan atau sunatan. Namun kini, kuliner ini sudah bisa dijumpai di sejumlah warung dan rumah makan di Kabupaten Grobogan. Namanya yang unik yakni Becek, sering memantik penasaran, apalagi kalau sudah merasakan, bisa-bisa ketagihan hehe.

Becek

Komponen utama becek adalah iga sapi. Ada juga yang menggunakan iga kerbau. Bumbu-bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabe, ditumbuk menjadi satu kemudian tumbukan tersebut dimasukkan dalam rebusan tulang iga sapi. Untuk menyempurnakan aroma, rebusan tulang dan bumbu tersebut dicampur dengan daun kedondong dan daun dayakan.

Becek biasa disajikan dengan sepiring nasi, kering tempe, dan kacang tolo. Di santap selagi hangat, kuliner Becek sungguh nikmat dan selalu bikin rindu untuk menikmatinya. Selengkapnya, baca artikel Lezatnya Becek Grobogan, Paduan Pedas-Asemnya Bikin Ketagihan.


3. Garang Asem

Kuliner khas Purwodadi Grobogan ini rasanya seger dan mak nyus. Nama Garang Asem merujuk pada rasa makanan dan cara memasaknya. Garang Asem adalah kuliner yang dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan dikukus (digarang atau dipanaskan). Rasanya agak asem (asam) karena dicampuri irisan tomat atau belimbing wuluh.

Garang asem

Di Kabupaten Grobogan, hampir setiap kecamatan dapat dijumpai warung atau rumah makan yang menyediakan menu Garang Asem. Di Kota Purwodadi, Garang Asem bisa dijumpai di RM. Rahardjo (selatan jembatan lusi Getasrejo) yang sudah eksis sejak tahun 1971, atau di WM. Mbak Ping (depan Pasar Purwodadi agak ke timur) dan WM. H. Kadri (Nglejok, Kuripan).

4. Lempok

Kuliner khas Grobogan ini bisa dijumpai di Kecamatan Kedungjati sebagai menu sarapan pagi. Lempok khas Kedungjati mirip dengan lontong. Bedanya pada bentuknya. Jika lontong bentuknya bulat, sedangkan Lempok berbetuk gepeng/pipih dan dalam satu bungkus daun pisang biasanya dibuat bertumpuk atau berlapis, bisa 2  hingga 3 lapis bahkan lebih.

Lempok

Lempok khas Kedungjati ini disantap bersama urap sambal kelapa atau pun sambal pecel, lalu dibungkus dengan daun jati. Makanan tradisional ini bisa dijumpai setiap pagi di Pasar Kedungjati dan juga di Pasar Karanglangu setiap hari pasaran wage dan pahing.

5. Mi tek-tek

Kuliner khas Grobogan satu ini berasal dari Dusun Nunjungan, Desa Ketitang, Kecamatan Godong. Dari dusun ini, mi tek-tek menyebar ke berbagai daerah, baik di lingkup Kabupaten Grobogan hingga ke luar daerah seperti Semarang, Pati, Demak, Kudus, dan Rembang. Di sebuah buku berjudul “Peta Kuliner Semarang” terbitan sebuah penerbit di Yogyakarta, ada disebutkan Mi Tek Tek Godong.

Mi Tek Tek

Kuliner ini hanya bisa dijumpai setiap malam, dimulai selepas maghrib hingga tengah malam. Ada yang berjualan keliling, ada juga yang mangkal. Yang khas dari kuliner ini karena proses pembuatannya tetap mempertahankan dengan menggunakan bara dari arang kayu, bukan dengan kompor gas. Sehingga cita rasa kuliner ini sungguh khas, nyampleng, dan enak bingit. Selengkapnya baca artikel Dari Nunjungan Menebarkan Kelezatan Mie Tek-tek, Sejak Tahun 1978.

6. Nasi Jagung

Kuliner khas Grobogan ini hadir karena Kabupaten Grobogan dikenal sebagai produsen jagung skala nasional. Tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an, Nasi Jagung atau Sega Jagung masih menjadi makanan utama sehari-hari sebagian besar warga Grobogan, terutama yang tinggal di pedesaan. Seiring perkembangan zaman, saat ini sudah mulai sulit ditemukan warga yang sehari-hari makan Sega Jagung. Apalagi perkembangan teknologi dengan ditemukannya rice cooker, menanak nasi (beras) menjadi semakin praktis. Beda dengan membuat Sega Jagung yang agak ribet. Makanya saat ini sulit ditemui menu Sega Jagung di rumah-rumah warga.

Nasi Jagung

Namun kini Sega Jagung sudah dapat dijumpai lagi. Di Purwodadi, beberapa warung Sega Jagung mulai bermunculan. Bahkan di Danyang ada semacam sentra warung yang menyajikan spesial Sega Jagung. Di Purwodadi kota, beberapa warung Sega Jagung hadir di alun-alun Purwodadi. Kita bisa memesan Sega Jagung Goreng atau Sega Jagung dengan Sayur Lompong plus Peyek Gereh, Urap/Kuluban, dan Bothok Mlanding. Weleh, bener-bener mak nyus. Selengkapnya, silahkan baca artikel: Nasi Jagung plus Sayur Lompong, Kuliner ‘Ndeso’ yang Nikmatnya Begitu Menggoda.


7. Nasi Pager Godong

Kuliner khas Grobogan ini berasal dari Kecamatan Godong sebagai menu sarapan pagi yang unik dan khas. Sega Janganan atau oleh orang Godong populer disebut “Nasi atau Sega Pager Godong”. Banyak yang bilang “Belum merasa ke Godong kalau sarapannya belum Sega Pager Godong”.

Nasi Pagar Godong

Sega Pager Godong sebenarnya sama seperti nasi gudangan/urap sayur seperti yang ada di daerah lain. Bedanya adalah tambahan sambal pecel dan uyah gorengnya, yang membuat paduan dan sensasi yang beda di lidah. Dihidangkan model pincuk dari daun pisang, Sega Pager Godong biasa dihidangkan dengan bakwan, mendoan, peyek, dan teh hangat.

Makanan khas Godong ini konon sudah ada sejak 70 tahunan lalu. Disebut Sega Pager atau Nasi Pagar karena bahan pelengkap sayurannya merupakan sayuran yang biasa ditanam di pekarangan rumah, yang tempo dulu sering juga berfungsi sebagai pagar. Penasaran? Selengkapnya baca artikel: Nikmatnya Nasi Pager, Kuliner Unik Pagi Hari Khas Godong.

8. Sega Pecel Gambringan

Kuliner khas Grobogan ini populer dengan nama Sega Pecel Gambringan. Gambringan diambil dari tempat asal kuliner ini, yakni dulu banyak dijajakan di Stasiun Gambringan di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Pedagang kuliner tradisional ini sudah banyak dijumpai menjajakan dagangannya di stasiun maupun di atas gerbong kereta api sejak tahun 1940-an. Namun kini peraturan PT KAI tidak membolehkan pedagang menjajakan dagangannya di atas gerbong kereta api.

Sega Pecel Gambringan

Karenanya, kini banyak pedagang kuliner Sego Pecel Gambringan yang berjualan keluar. Rasa Sego Pecel Grambringan cukup khas, yakni pedas, aroma kacang juga otentik tanpa rasa bawang putih atau daun jeruk. Disuguhkan dengan pincuk daun pisang, menjadikan kuliner ini semakin nyampleng saat disantap. Selengkapnya baca artikel: Sega Pecel Gambringan, Kuliner Khas Grobogan yang Melegenda dan Penuh Memorabilia

9. Swike

Kuliner khas Grobogan ini paling hegemonik meski diterima setengah hati oleh warga Grobogan sendiri yang sebagian besar muslim, karena komponen utamanya adalah daging kodok yang hukumnya haram menurut Islam. Meski demikian, makanan khas Grobogan ini sangat populer dan memiliki reputasi nasional.

Swike Mentok

Namun seiring waktu, saat ini muncul kreasi swike dengan mengganti komponen utama daging kodok yang haram dengan daging yang halal seperti mentok dan ayam. Swike dengan daging halal itu kini mulai banyak dijumpai di Kabupaten Grobogan. Selengkapnya baca artikel: Lezatnya Swike Mentok, Babak Baru Kuliner Grobogan.

Di samping 9 kuliner khas, di kabupaten ini juga banyak dijumpai kuliner-kuliner enak dan  legendaris, antara lain:

  1. Ayam Bakar Noroyono
  2. Ikan Bakar Suka Rasa
  3. Gule Kambing Mbah Rono
  4. Sate Sapi Pak Beng
  5. Sate Kambing Mbah To
  6. Bakmi Jawa Mbah Nggolo
  7. Miyagor Pak Ujang
  8. Dan lain-lain

Semoga artikel di atas menambah wawasan Anda tentang kuliner khas di Kabupaten Grobogan dan bisa menjadi referensi Anda berwisata kuliner ketika mengunjungi atau berkunjung ke Grobogan.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Artikel Populer

Artikel Favorit

Resep Cara Membuat Tahu Bakso Khas Ungaran Semarang yang Enak

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || ).push({}); Tahu bakso adalah penganan tradisional yang memadukan tahu dan bakso. Tahu bakso yang terkenal berasal dari Ungaran, Semarang,...
error: Content is protected !!