9 Kuliner Khas Grobogan yang Enak dan Bikin Klangenan

4




Kabupaten Grobogan dengan ibukotanya Purwodadi memiliki kuliner khas yang beragam. Beraneka makanan khas Grobogan dengan cita rasa yang unik dan enak hadir di kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah ini setelah Kabupaten Cilacap. Aneka kuliner khas Grobogan itu kini terus menggeliat dan menjadi salah satu jujugan pecinta kuliner yang ingin menikmati kuliner tradisional yang benar-benar khas.

Berikut ini 9 kuliner khas Grobogan yang ‘wajib’ Anda cicipi ketika berkunjung ke Grobogan:

1. Ayam Pencok

Kuliner khas Grobogan ini sering juga disebut dengan Ayam Panggang Bledug, karena dulunya dibuat dengan tujuan untuk sesaji Mbah Bledug yang berada di kawasan objek wisata Bledug Kuwu. Cara membuatnya tergolong unik. Yakni, ayam kampung yang sudah disembelih dibersihkan, lalu dipanggang di atas bara api. Antara bara api dengan ayam diberi jarak sekitar 25 – 30 cm. Api pun dijaga agar tidak terlalu besar dan saat memanggang tidak dikipasi. Proses itu membuat daging ayam matang sempurna.

Ayam Pencok

Disebut Ayam Pencok karena ayam panggang ini dimakan bersama Sambal Pencok. Sambal Pencok terbuat dari kelapa muda yang diparut, cabai, terasi, bawang, dan kencur. Untuk menjaga agar sambal pencok tahan lama, maka paduan bahan tersebut dikukus terlebih dulu hingga masak. Setelah masak, ayam pencok alias ayam panggang bledug pun siap dihidangkan.

Makanan khas Grobogan ini rasanya enak dan khas. Selengkapnya tentang kuliner ini bisa dibaca artikel: Ayam Pencok, Kuliner Unik Khas Kuwu yang Nyaris Punah.

2. Sayur Becek

Kuliner khas Grobogan ini dulu hanya bisa ditemui di acara-acara hajatan di kampung, seperti saat mantenan atau sunatan. Namun kini, kuliner ini sudah bisa dijumpai di sejumlah warung dan rumah makan di Kabupaten Grobogan. Namanya yang unik yakni Becek, sering memantik penasaran, apalagi kalau sudah merasakan, bisa-bisa ketagihan hehe.

Becek

Komponen utama becek adalah iga sapi. Ada juga yang menggunakan iga kerbau. Bumbu-bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabe, ditumbuk menjadi satu kemudian tumbukan tersebut dimasukkan dalam rebusan tulang iga sapi. Untuk menyempurnakan aroma, rebusan tulang dan bumbu tersebut dicampur dengan daun kedondong dan daun dayakan.

Becek biasa disajikan dengan sepiring nasi, kering tempe, dan kacang tolo. Di santap selagi hangat, kuliner Becek sungguh nikmat dan selalu bikin rindu untuk menikmatinya. Selengkapnya, baca artikel Lezatnya Becek Grobogan, Paduan Pedas-Asemnya Bikin Ketagihan.


3. Garang Asem

Kuliner khas Purwodadi Grobogan ini rasanya seger dan mak nyus. Nama Garang Asem merujuk pada rasa makanan dan cara memasaknya. Garang Asem adalah kuliner yang dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan dikukus (digarang atau dipanaskan). Rasanya agak asem (asam) karena dicampuri irisan tomat atau belimbing wuluh.

Garang asem

Di Kabupaten Grobogan, hampir setiap kecamatan dapat dijumpai warung atau rumah makan yang menyediakan menu Garang Asem. Di Kota Purwodadi, Garang Asem bisa dijumpai di RM. Rahardjo (selatan jembatan lusi Getasrejo) yang sudah eksis sejak tahun 1971, atau di WM. Mbak Ping (depan Pasar Purwodadi agak ke timur) dan WM. H. Kadri (Nglejok, Kuripan).

4. Lempok

Kuliner khas Grobogan ini bisa dijumpai di Kecamatan Kedungjati sebagai menu sarapan pagi. Lempok khas Kedungjati mirip dengan lontong. Bedanya pada bentuknya. Jika lontong bentuknya bulat, sedangkan Lempok berbetuk gepeng/pipih dan dalam satu bungkus daun pisang biasanya dibuat bertumpuk atau berlapis, bisa 2  hingga 3 lapis bahkan lebih.

Lempok

Lempok khas Kedungjati ini disantap bersama urap sambal kelapa atau pun sambal pecel, lalu dibungkus dengan daun jati. Makanan tradisional ini bisa dijumpai setiap pagi di Pasar Kedungjati dan juga di Pasar Karanglangu setiap hari pasaran wage dan pahing.

5. Mi tek-tek

Kuliner khas Grobogan satu ini berasal dari Dusun Nunjungan, Desa Ketitang, Kecamatan Godong. Dari dusun ini, mi tek-tek menyebar ke berbagai daerah, baik di lingkup Kabupaten Grobogan hingga ke luar daerah seperti Semarang, Pati, Demak, Kudus, dan Rembang. Di sebuah buku berjudul “Peta Kuliner Semarang” terbitan sebuah penerbit di Yogyakarta, ada disebutkan Mi Tek Tek Godong.

Mi Tek Tek

Kuliner ini hanya bisa dijumpai setiap malam, dimulai selepas maghrib hingga tengah malam. Ada yang berjualan keliling, ada juga yang mangkal. Yang khas dari kuliner ini karena proses pembuatannya tetap mempertahankan dengan menggunakan bara dari arang kayu, bukan dengan kompor gas. Sehingga cita rasa kuliner ini sungguh khas, nyampleng, dan enak bingit. Selengkapnya baca artikel Dari Nunjungan Menebarkan Kelezatan Mie Tek-tek, Sejak Tahun 1978.

6. Nasi Jagung

Kuliner khas Grobogan ini hadir karena Kabupaten Grobogan dikenal sebagai produsen jagung skala nasional. Tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an, Nasi Jagung atau Sega Jagung masih menjadi makanan utama sehari-hari sebagian besar warga Grobogan, terutama yang tinggal di pedesaan. Seiring perkembangan zaman, saat ini sudah mulai sulit ditemukan warga yang sehari-hari makan Sega Jagung. Apalagi perkembangan teknologi dengan ditemukannya rice cooker, menanak nasi (beras) menjadi semakin praktis. Beda dengan membuat Sega Jagung yang agak ribet. Makanya saat ini sulit ditemui menu Sega Jagung di rumah-rumah warga.

Nasi Jagung

Namun kini Sega Jagung sudah dapat dijumpai lagi. Di Purwodadi, beberapa warung Sega Jagung mulai bermunculan. Bahkan di Danyang ada semacam sentra warung yang menyajikan spesial Sega Jagung. Di Purwodadi kota, beberapa warung Sega Jagung hadir di alun-alun Purwodadi. Kita bisa memesan Sega Jagung Goreng atau Sega Jagung dengan Sayur Lompong plus Peyek Gereh, Urap/Kuluban, dan Bothok Mlanding. Weleh, bener-bener mak nyus. Selengkapnya, silahkan baca artikel: Nasi Jagung plus Sayur Lompong, Kuliner ‘Ndeso’ yang Nikmatnya Begitu Menggoda.


7. Nasi Pager Godong

Kuliner khas Grobogan ini berasal dari Kecamatan Godong sebagai menu sarapan pagi yang unik dan khas. Sega Janganan atau oleh orang Godong populer disebut “Nasi atau Sega Pager Godong”. Banyak yang bilang “Belum merasa ke Godong kalau sarapannya belum Sega Pager Godong”.

Nasi Pagar Godong

Sega Pager Godong sebenarnya sama seperti nasi gudangan/urap sayur seperti yang ada di daerah lain. Bedanya adalah tambahan sambal pecel dan uyah gorengnya, yang membuat paduan dan sensasi yang beda di lidah. Dihidangkan model pincuk dari daun pisang, Sega Pager Godong biasa dihidangkan dengan bakwan, mendoan, peyek, dan teh hangat.

Makanan khas Godong ini konon sudah ada sejak 70 tahunan lalu. Disebut Sega Pager atau Nasi Pagar karena bahan pelengkap sayurannya merupakan sayuran yang biasa ditanam di pekarangan rumah, yang tempo dulu sering juga berfungsi sebagai pagar. Penasaran? Selengkapnya baca artikel: Nikmatnya Nasi Pager, Kuliner Unik Pagi Hari Khas Godong.

8. Sega Pecel Gambringan

Kuliner khas Grobogan ini populer dengan nama Sega Pecel Gambringan. Gambringan diambil dari tempat asal kuliner ini, yakni dulu banyak dijajakan di Stasiun Gambringan di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Pedagang kuliner tradisional ini sudah banyak dijumpai menjajakan dagangannya di stasiun maupun di atas gerbong kereta api sejak tahun 1940-an. Namun kini peraturan PT KAI tidak membolehkan pedagang menjajakan dagangannya di atas gerbong kereta api.

Sega Pecel Gambringan

Karenanya, kini banyak pedagang kuliner Sego Pecel Gambringan yang berjualan keluar. Rasa Sego Pecel Grambringan cukup khas, yakni pedas, aroma kacang juga otentik tanpa rasa bawang putih atau daun jeruk. Disuguhkan dengan pincuk daun pisang, menjadikan kuliner ini semakin nyampleng saat disantap. Selengkapnya baca artikel: Sega Pecel Gambringan, Kuliner Khas Grobogan yang Melegenda dan Penuh Memorabilia

9. Swike

Kuliner khas Grobogan ini paling hegemonik meski diterima setengah hati oleh warga Grobogan sendiri yang sebagian besar muslim, karena komponen utamanya adalah daging kodok yang hukumnya haram menurut Islam. Meski demikian, makanan khas Grobogan ini sangat populer dan memiliki reputasi nasional.

Swike Mentok

Namun seiring waktu, saat ini muncul kreasi swike dengan mengganti komponen utama daging kodok yang haram dengan daging yang halal seperti mentok dan ayam. Swike dengan daging halal itu kini mulai banyak dijumpai di Kabupaten Grobogan. Selengkapnya baca artikel: Lezatnya Swike Mentok, Babak Baru Kuliner Grobogan.

Di samping 9 kuliner khas, di kabupaten ini juga banyak dijumpai kuliner-kuliner enak dan  legendaris, antara lain:

  1. Ayam Bakar Noroyono
  2. Ikan Bakar Suka Rasa
  3. Gule Kambing Mbah Rono
  4. Sate Sapi Pak Beng
  5. Sate Kambing Mbah To
  6. Bakmi Jawa Mbah Nggolo
  7. Miyagor Pak Ujang
  8. Dan lain-lain

Semoga artikel di atas menambah wawasan Anda tentang kuliner khas di Kabupaten Grobogan dan bisa menjadi referensi Anda berwisata kuliner ketika mengunjungi atau berkunjung ke Grobogan.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

9 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Mak Nyus Versi Bondan Winarno

0
Sate buntel (sumber foto: google image)
Bondan Winarno (Sumber foto: Medan Bisnis Daily)




Propinsi Jawa Tengah memiliki kekayaan kuliner khas yang banyak. Hampir di setiap daerah di Jawa Tengah menyumbang khasanah kuliner yang memiliki karakteristik yang berbeda.

Banyak masakan tradisional Jawa Tengah yang berhasil mencapai taraf ikonik dan dikenal secara nasional, seperti: nasi liwet, nasi langgi, mangut, nasi pindang, nasi gandul, tengkleng, dan lain-lain.

Berikut ini 9 kuliner khas Jawa Tengah yang paling mak nyus versi pakar kuliner Nusantara, Bondan Winarno, yang saya kutip dan olah dari buku beliau berjudul 100 Mak Nyus Makanan Tradisional Indonesia (Kompas, 2013). Sebagai berikut:

1. Mangut

Mangut adalah gulai encer  versi Jawa dengan tingkat kepedasan yang sangat tinggi. Mangut selalu memakai protein dari hasil laut, berbeda dengan gulai  atau kari yang dibuat dari daging sapi, kambing, atau ayam.

Mangut ikan laut (sumber ilustrasi: google image)

Mangut dengan protein ikan laut, umumnya berupa ikan pari asap dan kepala manyung asap. Sedangkan bila memakai ikan air tawar, umumnya adalah lele asap.

Mangut favorit pak Bondan Winarno ada di Warung Makan Sederhana, Jl. Silugonggo 18A, Kauman (depan Polsek), Juwana, Pati; dan di Warung Nasima, Jl. Menoreh Raya 108, Simongan, Semarang.

2. Nasi Pindang

Nasi pindang adalah masakan berkuah khas Kudus yang terdapat keluak di dalamnya sehingga kuahnya berwarna kecoklatan. Proteinnya menggunakan daging kerbau karena sejarah toleransi di sana dahulu kala ketika syiar Islam dibawa oleh Sunan Kudus.

Nasi Pindang (sumber foto: Kang Asti)

Sunan Kudus tidak mau melukai hati umat Hindu dengan melarang umat Islam menyembelih sapi yang dianggap satwa sakral oleh umat Hindu. Sebagai gantinya, yang disembelih adalah kerbau.

Baca juga: Menjepret dan Menikmati Nasi Pindang, Kuliner Khas Kudus yang Gurih dan Enak Banget

Selain daging kerbau, juga jeroan kerbau dipakai untuk isi pindang. Sesaat sebelum disajikan, beberapa lembar daun so (daun melinjo muda) dimasukkan ke dalam kuahnya yang mendidih. Daun so ini merupakan bagian wajib dari sajian nasi pindang.

Nasi pindang favorit pak Bondan Winarno ada di Soto Kerbau/Ayam Mbak Mar, Taman Bojana (Ramayana) Kios Nomor 29, Kudus.

3. Nasi Gandul

Nasi gandul adalah sajian khas Pati. Dilihat sepintas, ia sangat mirip dengan nasi pindang dari Kudus, tetapi tanpa daun so. Sajian dalam nasi gandul merupakan kombinasi dari dua elemen yang masing-masing dimasak dengan bumbu yang sangat kaya.

Nasi Gandul (Sumber foto: Kang Asti)

Elemen pertama adalah empal daging sapi (termasuk jeroan) yang dimasak dalam bumbu-bumbu harum, kemudian digoreng sebentar. Empalnya sudah gurih bila dimakan begitu saja.

Elemen kedua adalah kuah santan yang juga sangat gurih. Rasa jintan dan ketumbar mencuatkan cita rasa gulai atau kari india. Sedangkan lengkuas dan bawnag putih mewakili unsur-unsur soto yang populer di Jawa. Diperkaya dengan bumbu-bumbu lain, diikat dengan santan yang membuatnya sungguh mak nyuss.

Nasi gandul favorit pak Bondan Winarno ada di Nasi Gandul H.A. Warsimin, Jl. Kyai Pupus 33, Desa Gajah Mati, RT 03.02, Pati.

4. Tengkleng

Sajian khas dari kambing ini populer di Solo. Tengkleng adalah semacam gulai encer. Kebanyakan tengkleng dimasak tanpa santan, sekalipun ada pula yang membubuhkan sedikit santan.

Tengkleng (Sumber foto: Kang Asti)

Tengkleng umumnya dibuat dari tetelan kambing, seperti iga, kaki, dan seluruh bagian kepala. Daging kambing dipakai untuk sate, sedangkan jeroannya dan sebagian daging yang berlemak dipakai untuk gulai.

Hingga sekarang, tengkleng versi rakyat masih menampilkan tetelan. Tetapi karena tengkleng semakin digemari masyarakat kelas atas, sekarang mulai tampil tengkleng yang isinya dari bagian-bagian kambing yang lebih berdaging.

Tengkleng favorit pak Bondan Winarno ada di Tengkleng Bu Sarimin,Jl. Pinang 1 RT 02/IX No. 30, Turi Baru, Cemani, Solo; lalu di Tengkleng Mbak Diah di Solo Baru; dan Tengkleng Bu Edi di gapura Pasar Klewer, Solo.

5. Nasi Goreng Babat

Karakateristik nasi goreng babat adalah: berminyak, berwarna gelap karena kocrotan kecap manis yang generous, pedas, dengan cuatan bawang merah dan bawang putih yang sangat intens, serta potongan babat dan iso (usus sapi) yang empuk.

Nasi goreng babat (Sumber foto: google image)

Nasi goreng babat favorit pak Bondan Winarno ada di Warung Pak Hengky, Jl. Puri Anjasmoro K2 No. 1, Semarang; dan di Warung Pak Taman, sisi selatan Stadion Diponegoro, Semarang.

6. Sate Buntel

Sate buntel adalah sajian khas Solo, dibuat dari daging kambing dicincang halus, dibumbui secara minimalis, lalu dibungkus dengan lembaran lemak tipis (lemak jala). Bentuknya mirip sosis kambing yang ditusuk dengan bilah bambu, lalu dibakar.

Sate buntel (sumber foto: google image)

Sate buntel disajikan dengan sambal dari kecap manis disertai rajangan cabai rawit dan bawang merah. Biasanya juga disertai rajangan kol dan beberapa iris tomat segar.

Sate buntel favorit pak Bondan Winarno ada di Warung Sate Kambing Tambaksegaran Asli, Jl. Sutan Syahrir 149 Solo yang buka di Jl. Gajah Mada 39 Solo; dan di Warung Ibu Hj. Bejo, Jl. Parunggu 10, Lojiwetan, Solo.

7. Garang Asem

Garang asem adalah ayam kukus di dalam bungkus daun pisang dengan rasa asam-pedas. Bumbu utamanya adalah cabai rawit, tomat hijau, dan belimbing sayur. Bumbu-bumbu minimalis ini menciptakan rasa asam pedas dalam kaldu bening yang memukau.

Garang asem (Sumber foto: Kang Asti)

Ayamnya harus kampung karena menghasilkan kaldu yang harum, dan dagingnya tidak hancur dalam proses pengukusan yang lama.

Garang asem favorit pak Bondan Winarno ada di RM. Sari Rasa, Jl. Agil Kusumadya 20, Jatikulon, Kudus; Warung Mbah Semar, Jl. Adisumarmo, Kartosuro (dekat pertigaan jalan raya Semarang-Solo); dan di WM. Pecel Solo, Jl. Prof. Soepomo 55, Solo.

Baca juga: Garang Asem Khas Purwodadi Grobogan, Sedapnya menggebrak Lidah, Buktikan!

8. Tauto

Tauto adalah salah satu versi soto di Indonesia yang berasal dari Pekalongan. Namun tauto bukanlah jenis soto yang encer dan segar. Tauto bisa disejajarkan dengan coto (soto versi Makassar) sebagai soto berkuah garang. Menonjok! Kuahnya adalah kaldu sapi atau kerbau, dimasak dengan tauco dan bumbu-bumbu tajam pedas. Karena itu makan tauto harus disertai dengan nasi dalam jumlah banyak agar tidak kepedasan atau terlalu gurih.

Tauto (Sumber foto: Kang Asti)

Tauto favorit pak Bondan Winarno ada di Warung Soto PPIP, Jl. Dr. Wahidin (depan Koperasi Batik) Pekalongan; di WM. Pak Masduki di Alun-alun Pekalongan; dan di WM. H. Rochmani, terminal Sayun; serta Warung H. Damudji di Jl. Agus Salim Pekalongan.

9. Lontong Opor




Lontong hadir pada perayaan-perayaan, tetapi juga hadir sehari-hari. Hampir setiap kota memiliki versi lontong sayur atau ketupat sayur masing-masing. Khusus lontong opor, favorit pak Bondan Winarno jatuh pada lontong opor Mbak Tum, yakni di Warung Tenda Mbak Tum, Jl. Peterongan, seberang Sri Ratu, Semarang.

Opor mbak Tum gurih dan mlekoh. Opornya berwarna kuning agak pucat, tetapi santannya agak kental dan gurih. Lauk pendampiugnya adalah sambal goreng krecek (kerupuk kulit sapi), dan gulai koyor (tendon sapi) yang sungguh mak nyus. Jangan lewatkan sambal goreng petanya yang aduhai.

Lontong opor capgomeh (Sumber foto: google image)

Di Semarang juga ada lontong capgomeh istimewa masakan Nyah Ik di gang Pinggir (kedai jamu Air Mancur), kawasan Pecinan. Lontoh capgomeh adalah versi lontog opor komplet dengan sentuhan cita rasa peranakan, kuahnya berwarna merah karena cabai dari sambal goreng. Lontong capgomeh juga memakai taburan bubuk kedelai goreng yang memperkaya teksturnya.

Demikian, 9 makanan khas Jawa Tengah yang paling mak nyus versi pak Bondan Winarno. Semoga menambah kekayaan Anda tentang jujugan kuliner tradisional favorit di Jawa Tengah.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 

20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (1)

0




Selain kaya khasanah kuliner, Kabupaten Grobogan juga kaya akan objek wisata. Dan kekayaan wisata Grobogan termasuk komplit. Ada wisata berbasis eksotisme panorama alam yang indah, wisata religi, wisata petualangan air, wisata keajaiban alam (geologi), wisata sejarah kepurbakalaan, dan sebagainya.

Puluhan objek wisata Grobogan itu tersebar di berbagai kecamatan, dengan beragam daya tarik dan pesonanya. Sebagian telah menjadi destinasi wisata favorit dan menjadi andalan wisata Grobogan. Berikut ini 20 destinasi wisata Grobogan paling hits dan direkomendasikan untuk menjadi jujugan wisata:

Wisata Eksotisme Alam

1. Jatipohon Indah (JPI)

Pengunjung berpose di sebuah sudut di Jatipohon Indah (JPI). Foto oleh kang Asti

Sesuai namanya, objek wisata ini berada di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Dulu, objek wisata ini bernama Bukit Pandang Jatipohon, tetapi sebuah brand baru bernama Jati Pohon Indah (JPI) diperkenalkan saat launching Desa Wisata Jatipohon pada 3 September 2016. Selain masih mengandalkan eksotisme view panorama Kota Purwodadi dari atas gunung kapur Kendeng Utara, juga menawarkan eksotisme pemandangan dari atas puncak bukit lamping, yang pengunjung bisa berswafoto dengan latar pemandangan yang indah dan menawan.

Baca juga: Jatipohon Indah (JPI), Destinasi Wisata Favorit di Kabupaten Grobogan

2. Goa Lawa dan Gua Macan

Seorang pengunjung berswafoto di depan goa. Foto dari wisata-grobogan.com

Secara geografis, Kabupaten Grobogan terletak di antara pegunungan kendeng utara dan kendeng selatan, sehingga banyak dijumpai goa-goa dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta suhu udara yang sejuk. Di antara goa-goa yang recomended untuk dikunjungi dan telah dikelola sebagai destinasi wisata di Kabupaten Grobogan adalah Goa Lawa dan Goa Macan yang terletak di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, berjarak sekira 15 kilometer dari Kota Purwodadi. Di kedua goa yang berada dalam satu kompleks itu, pengunjung bisa menjelajah masuk ke dalam goa dengan eksotika nan kaya pesona.

3. Air Terjun Gulingan

Air Terjun Gulingan. Foto oleh Kang Asti




Masih di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, tepatnya di Dusun Sandi, terdapat juga wisata alam yang sangat eksotis, yakni air terjun gulingan. Air terjun gulingan ini boleh dikata semacam ‘surga tersembunyi’ yang dimiliki wisata Grobogan. Sehingga meski sejauh ini belum dikelola dengan maksimal, namun banyak pengunjung yang datang ke air terjun ini.

4. Cindelaras

Treetop Adventure Cindelaras. Foto oleh Pakde Jumadi

Tak hanya air terjun Gulingan surga tersembunyi di Kabupaten Grobogan, namun ada juga objek wisata Cindelaras yang menawarkan eksotika ‘surga tersembunyi’ di tengah hutan. Wisata Grobogan ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1980-an lalu, namun sepi pengunjung karena akses yang sulit dan kurangnya perawatan. Sehingga objek wisata ini mangkrak lama.

Kini Cindelaras mulai dikelola kembali sebagai destinasi wisata Grobogan oleh insan-insan kreatif. Menawarkan konsep kekinian yang wow, antara lain menawarkan ajang uji nyali treetop adventure, camping ground, dan spot-spot swafoto dengan latar panorama alam yang indah dan menawan. Ohya, objek wisata Cindelaras berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh.

5. Air Terjun Widuri

Air Terjun Widuri. Foto oleh kang Asti

Air terjun Widuri berlokasi di Dusun Widuri, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.
Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Purwodadi atau -+ 10 kilometer dari perempatan Ngantru (Tawangharjo) ke arah utara. Air terjun Widuri menawarkan keelokan air terjun alami. Di objek wisata ini, pengunjung bisa menikmati hawa yang sejuk dan indahya air terjun alami setinggi sekitar 12 meter, serta panorama indah di sekitarnya. Cocok juga sebagai tujuan wisata bagi para penyuka fotografi.

Baca juga: 5 Tempat yang Eksotis dan Menarik Dikunjungi di Kecamatan Tawangharjo, Grobogan

Wisata Religi

6. Makam Ki Ageng Tarub

Gerbang makam Ki Ageng Tarub. Foto oleh Kang Asti

Makam Ki Ageng Tarub atau populer dengan nama Jaka Tarub berada di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Tokoh ini lekat dengan legenda Tujuh Bidadari. Dalam cerita legenda yang dituturkan secara turun temuran disebutkan, salah satu bidadari yang mandi di sebuah telaga atau sendang, salah satunya yang kemudian diketahui bernama Nawangwulan, diperistri oleh Jaka Tarub. Dari perkawinan itu, keduanya dikaruniai seorang putri cantik bernama Nawangsih. Makam Ki Ageng Tarub banyak dikunjungi peziarah dan peminat wisata religi. Di desa tempat makam Ki Ageng Tarub ini pula terdapat agrowisata belimbing yang kini juga termasuk destinasi wisata favorit Kabupaten Grobogan yang mulai populer. Jadi, peziarah bisa mampir di agrowisata tersebut. Atau sebaliknya.

7. Makam Ki Ageng Selo

Makam Ki Ageng Selo. Foto oleh Kang Asti

Tokoh besar legendaris yang merupakan moyang dari raja-raja Mataram ini dikenal kesaktiannya karena mitos yang berkembang bahwa Ki Ageng Selo telah berhasil menangkap petir dengan tangan kosong. Makamnya yang berada di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo. setiap hari banyak didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah, terutama di malam Jumat. Di kompleks makam terdapat almari yang berisi lentera api yang konon apinya berasal dari petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Juga terdapat Pohon Gandri/Gandrik yang konon dijadikan tempat mengikat petir yang ditangkap.

Baca juga:

-Berziarah ke Makam Ki Ageng Selo, Menyusuri Jejak Sang Penangkap Petir (1)

Berziarah ke Makam Ki Ageng Selo, Menyusuri Jejak Sang Penangkap Petir (2)

Wisata Kejaiban Alam/Geologi

8. Bledug Kuwu

Letupan bledug Kuwu. Foto oleh kang Asti

Obyek wisata Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Berada di areal seluas sekitar 45 hektar dan berjarak kurang lebih 28 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Grobogan di Purwodadi. Secara reputasi, objek wisata ini sudah cukup populer. Namanya sudah menasional. Bahkan menginternasional. Obyek wisata ini berupa fenomena kawah  lumpur (mud volcano) yang meletup dengan menimbulkan bunyi menyerupai suara meriam yang terdengar dari kejauhan. “Bledug..bledug..bleduk..” demikian bunyi suara ledakan lumpur itu secara periodik setiap durasi beberapa menit. Suara itu yang membuat obyek wisata ini diberi nama Bledug. Sedang Kuwu adalah nama desa tempat obyek wisata ini berada.

Baca juga: Merindukan (Kembali) Pesona Objek Wisata Bledug Kuwu

9. Api Abadi Mrapen

Api Abadi Mrapen. Foto oleh Kang Asti




Api Abadi Mrapen sebagaimana objek wisata Bledug Kuwu merupakan objek wisata yang memiliki reputasi nasional. Objek wisata ini terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong. Letak obyek wisata ini mudah dijangkau karena terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak sekitar 26 km dari Kota Purwodadi. Api Abadi Mrapen sendiri merupakan obyek wisata berupa fenomena alam munculnya api dari tanah yang konon tidak pernah padam sekalipun terguyur hujan. Di obyek wisata ini juga ada kolam yang berisi air yang meletup-letup seperti air yang sedang mendidih, namun airnya tidak panas. Kolam itu dikenal dengan nama Sendang Dudo. Di objek wisata ini juga ada sebuah batu bobot yang beratnya kurang lebih 20 kg yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga pada abad XV.

Baca juga: Objek Wisata Api Abadi Mrapen, Dulu dan Kini

10. Produksi Garam Jono

Melihat proses pembuatn garam di Desa Jono. Foto dok Kang Asti

Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, dijuluki “Kota Garam” karena di desa ini terdapat tempat produksi garam. Sungguh unik, karena desa ini jauh dari laut. Desa Jono telah ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Grobogan. Sentra produksi garam Jono menarik untuk dikunjungi. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan garam yang masih dilakukan secara tradisonal.

(Kang Asti, www.jatengnyamleng.com, bersambung)

Baca artikel selanjutnya: 20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (2)

Artikel Populer

Artikel Favorit

Becek dan Sego Pecel Gambringan Sebagai Alternatif Kuliner Grobogan

Oleh: Badiatul Muchlisin Asti Selain kaya wisata berbasis alam dan legenda, seperti api abadi Mrapen dan Bledug Kuwu, Grobogan kaya akan khazanah kuliner. Salah satu,...
error: Content is protected !!