Non-ketegori

Beranda Non-ketegori Halaman 14

Cerita Kelezatan Soto Bangkong, Ikonik dan Melegenda Sejak Tahun 1950

0

Kuliner berusia puluhan tahun yang terus eksis, bahkan melegenda, menunjukkan kesuksesan pengelolanya mempertahankan cita rasa kelezatan kulinernya. Sehingga pelanggannya tetap setia. Bahkan dari waktu ke waktu melahirkan pelanggan baru, sebagaimana kuliner itu pun telah diwariskan ke generasi berikutnya.

Soto Bangkong, rasanya juara...
Soto Bangkong, rasanya juara…

Resep Becek Khas Grobogan Sedap dan Nyamleng ala Yanto Ganjar

0

Dari sisi originalitas alias kelaziman yang sudah turun-temurun, bahan baku Becek umumnya menggunakan daging sapi. Tapi soal bahan daging menggunakan daging sapi atau bukan, pada akhirnya ternyata murni merupakan ranah selera. Tak bisa dipaksakan.

dscf7702
Becek ala Yanto Ganjar..sedep dan nyamleng

Nikmatnya Nasi Pager, Kuliner Unik Pagi Hari Khas Godong

0



Benar kata Bondan Winarno, kuliner tradisional Nusantara bukan saja bersifat provinsial, tetapi bahkan bersifat terroir (karakteristik lokal). Sering dijumpai sebuah kuliner khas hadir di sebuah kampung yang sangat ‘lokalistik’. Misalnya fenomena kuliner yang ada di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Sambal pecel dan uyah gorengnya membuat sensasi beda...
Nasi Pager atau Sego Pager, sambal pecel dan uyah gorengnya membuat sensasi beda…

Di kecamatan ini, terdapat sebuah kuliner yang cukup unik, yakni Sega (baca: sego) Janganan. Sega janganan atau oleh warga setempat populer disebut “Sega Pager” atau “Nasi Pager” memang merupakan menu sarapan yang unik dan khas. Bahkan ada yang bilang, “Belum merasa ke Godong kalau sarapannya belum Sega Janganan”. Ya, sega janganan memang kuliner khas sarapan pagi di Godong.

Sega janganan sebenarnya sama seperti nasi gudangan atau nasi urap sayur seperti yang ada di daerah lain. Bedanya adalah pada tambahan sambal pecel dan uyah gorengnya (srundeng) yang membuat paduan dan sensasi yang beda di lidah.

Bakwan goreng, teman menyantap nasi pager...
Bakwan goreng, teman menyantap nasi pager…



Ada juga mendoan yang gurih...
Ada juga mendoan yang gurih…

Sega janganan biasa dihidangkan dengan model pincuk dari daun pisang. Dihidangkan dengan aneka gorengan yang bisa dipilih sesuai selera, antara lain: bakwan, mendoan, rempeyek, mentho, tahu susur, dan lain-lainnya. Dengan ditemani segelas teh hangat atau es teh, sungguh nikmat sekali menyantap sega janganan sebagai sarapan di pagi hari.

Sega janganan konon sudah ada sejak 70 tahunan lalu. Mbak Ika, salah satu penjual sega janganan di Jl. Pemuda, Godong, contohnya. Ia adalah generasi ketiga. Ia meneruskan usaha neneknya yang sekarang sudah tiada.




Disebut Sega Pager atau Nasi Pager karena bahan pelengkap sayurannya merupakan sayuran yang biasa ditanam di pekarangan rumah warga setempat, yang tempo dulu sering juga berfungsi sebagai pagar atau pager dalam Bahasa Jawa-nya.

Tidak semua desa di Kecamatan Godong dapat dijumpai kuliner unik ini. Sega janganan hanya bisa dijumpai setiap pagi di setidaknya 3 desa di Kecamatan Godong, yakni di Desa Ketitang, Desa Bugel, dan Desa Godong. Ketiga desa ini memang berdampingan. Sehingga kuliner ini sangat lokalistik sifatnya.

Mbak Ika, salah seorang penjual nasi pager, dikerubuti pelanggannya...
Mbak Ika, salah seorang penjual nasi pager, dikerubuti pelanggannya setiap pagi…

Di Jl. Pemuda (pertigaan Godong ke selatan arah Juwangi, Boyolali), hampir di setiap sudut gang ada lapak yang menjajakan kuliner ini. Semuanya laris manis alias setiap pagi senantiasa dipenuhi pelanggannya.

Apalagi harganya pun tergolong amat ekonomis. Sepincuk nasi pager dihargai Rp 2.500,- s.d Rp 3.000,-. Dengan merogoh kocek kurang lebih Rp 10 ribu saja, sudah cukup untuk melahap kuliner ini dengan aneka lauknya yang gurih dan so pasti nyamleng.

Jadi, bila sedang berkunjung ke Godong atau sedang melintas di kota kecil ini di pagi hari, bolehlah mencicipi kuliner khasnya yang unik ini, yakni Sega Janganan atau Sega Pager. Dijamin sensasinya nyamleng di lidah hehe….* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)


7 Resep Jamur Tiram Lezat Kaya Nutrisi

0

Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Kandungan itu menjadikan betapa jamur tiram bermanfaat bila dikonsumsi. Apalagi, jamur tiram bisa diolah menjadi aneka variasi kreasi hidangan yang lezat dan nyamleng. Sejak dari martabak, pepes, siomay, hingga nugget dan sate.

Mbak Ida, pecinta kuliner dan masak-memasak dari Ungaran, pada suatu kesempatan menjadi narasumber sesi materi “Olahan Kuliner dari Bahan Jamur Tiram” dalam Pelatihan Wirausaha Budidaya Jamur Tiram beberapa waktu yang lalu, yang diadakan oleh Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja Kemnaker RI bekerja sama dengan Yayasan Mutiara Ilma Nafia yang saya kelola, berbagi 7 resep lezat masakan dari bahan jamur tiram yang bisa dicoba.

Mbak Wida (tengah, berjilbab merah) saat memandu olahan masakan berbahan jamur tiram….




Sayangnya, karena waktu yang terbatas, Mbak Ida hanya berkesempatan mempresentasikan sekaligus mempraktikkan 4 resep saja. Namun tak ada salahnya bila saya bagikan ketujuh resep tersebut berikut ini:

1. Martabak Jamur

Martabak Jamur

Bahan:

  • Kulit lumpia
  • 1 kg jamur tiram
  • Daun bawang
  • ¼ kg telur
  • 2 bks kaldu bubuk
  • 1-2 bks merica bubuk
  • Minyak goreng

Cara:

  1. Jamur dan daun bawang dipotomg kecil-kecil
  2. Jamur direbus 5 menit, tiriskan.
  3. Campur semua bahan, siapkan kulit lumpia, isi dengan adonan.
  4. Goreng diatas teflon dengan minyak sedikit dengan api kecil sampai matang.

2. Siomay Jamur

Siomay Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ kg tepung kanji
  • 2 ons tepung terigu
  • 6 siung bawah putihBawang
  • Ebi kering secukupnya
  • Terasi secukupnya
  • 1 butir telur
  • 5 sdm minyak goreng
  • 1 bungkus kaldu bubuk
  • Garam secukupnya
  • 1 sdm gula pasir

Cara:

  1. Jamur dipotong kecil-kecil, rebus 5 menit, tiriskan. Semua bumbu dihaluskan dan dicampur.
  2. Masukkan dalam cetakan, kukus kurang lebih 20 menit.
  3. Disajikan dengan kol, kentang, telur rebus, dan sambal kacang.
  4. Siomay bisa juga digoreng dan dimakan dengan saos.

3. Crispy Jamur

Crispy Jamur




Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ kg terigu
  • 2 ons maizena
  • 2 bks kaldu bubuk
  • Garam secukupnya

Cara:

  1. Jamur tiram disuwir kasar, direndam bumbu kaldu bubuk.
  2. Terigu dan maizena dicampur.
  3. Jamur ditiriskan dan peras campur dengan tepung kering.
  4. Goreng dengan minyak panas hingga kekuning-kuningan.

4. Pepes Jamur

Pepes Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ butir kelapa muda parut
  • 7 siung bawang putih
  • Bawang merah 7siung
  • 5 buah cabe merah
  • 5 buah cabe rawit
  • 7 butir kemiri
  • 1 jari kunir
  • 1 butir telur
  • Daun pisang
  • 1 sdm gula pasir

Cara:

  1. Jamur disuwir kecil, semua bumbu dihaluskan. Campur semua bahan.
  2. Adonan dibungkus daun pisang dan kukus hingga matang sekitar 20 menitan.

5. Lumpia Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • 7 siung bawang putih
  • 7 butir kemiri
  • 2 butir telur
  • 1 bks merica bubuk
  • 1 bks kaldu bubuk
  • Kecap manis secukupnya
  • 1 sdm gula pasir
  • Garam secukupnya
  • Kulit lumpia secukupnya

Cara:

  1. Jamur tiram disuwir-suwir kecil, bumbu dihaluskan, dan ditumis sampai harum.
  2. Tambahkan telor, masukkan suwiran jamur, tambahkan kecap, air secukupnya, masak hingga air kering dengan api kecil.
  3. Siapkan kulit lumpia, isi dengan 1-2 sendok makan adonan jamur tadi, gulung perlahan sampai berbentuk seperti guling.
  4. Goreng dengan api sedang sampai matang.

6. Nugget Jamur





Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ kg daging ayam
  • ½ kg tepung gandum
  • 3 sdm tepung maezena
  • Tepung panir kasar secukupnya
  • 7 siung bawang putih
  • 1 bks merica bubuk
  • 1 bks kaldu bubuk rasa ayam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 burit telur
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:

  1. Jamur dipotong kotak kecil-kecil rebus sekitar 5 menit. Daging ayam diblender, bumbu dihaluskan, semua bahan dicampur, tambahkan air secukupya.
  2. Siapkan  cetakan yang sudah diolesi minyak goreng agar tidak lengket.
  3. Ambil 1-2 sendok makan adonan tuang ke dalam cetakan nugget, kukus sekitar 20 menitan hingga matang.
  4. Keluarkan dari cetakan, biarkan dingin.
  5. Siapkan bahan untuk pelapis: tepung terigu dicampur tepung maezena, dicampur dengan air dingin agak cair, tambhkan kaldu bubuk, lalu nugget dicelupkan ke dalam pelapis, lalu gulingkan ke tepung panir kasar. Simpan ke dalam freezer biar agak beku, supaya tepung panir benar-benar sudah nempel.
  6. Lalu goreng ke dalam minyak panas hingga kekunin-kuningan alias matang.

7. Sate Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • 8 siung bawang putih
  • 8 buah bawang merah
  • 8 butir kemiri
  • 1 ons gula jawa
  • Kecap manis
  • Tusuk sate
  • Sambal pecel

Cara:

  1. Jamur disuwir kasar. Bumbu dihaluskan, ditumis hingga harum, tambahkan air, gula jawa, kecap manis, lalu masukkan suwiran jamur tiram, masak sekitar 15 menitan, diamkan dingin.
  2. Tusukkan potongan jamur yang sudah dingin ke tusuk sate, lalu bakar, siram dengan bumbu kacang.

Semoga bermanfaat.*

(Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



Lezatnya Sate Sapi Pak Beng, Dari Resep Turun-temurun Sejak Tahun 1939

0

Salah satu tempat singgah favorit saya bila perjalanan dari rumah (Godong, Grobogan) ke Semarang adalah Warung Sate Sapi Pak Beng di Gubug. Ditilik dari penampakan warungnya, memang nampak amat sederhana. Berdinding papan yang sudah kusam, berlantaikan tanah. Namun bila sudah merasakan sajian menu yang dihidangkan, boleh jadi lain ceritanya. Sate sapi Pak Beng memang sudah moncer kelezatannya. Resep satenya sudah turun-temurun sejak tahun 1939.




4
Sate sapi Pak Beng, rasanya memang nyamleng…
2
Gurih dan legit…
Nasinya disiram sambal kacang...
Nasinya disiram sambal kacang…

Menurut cerita Pak Beng, resepnya berasal dari kakeknya yang bernama Sugiman yang merintis usaha kuliner sate sejak sekitar tahun 1939. Lalu pada tahun 1950-an, usaha kuliner itu diteruskan oleh ayahnya yang bernama Sumidi. “Dan sejak tahun 1994, kemudi usaha saya yang teruskan hingga sekarang,” tutur Pak Beng.

Beng sendiri bukan nama aslinya. Nama aslinya adalah Jumadi. Beng adalah nama panggilan yang diberikan oleh teman-temannya. Namun nama itu justru membawa hoki dan menjadi brand bagi warung satenya.



Tak mudah memang bertahan dan eksis mengibarkan usaha kuliner di tengah serbuan waralaba kuliner modern yang menjamur bak cendawan di musim hujan. Dan warung sate sapi Pak Beng telah membuktikan bisa tetap eksis hingga kini serta memiliki banyak pelanggan yang setia.

Menurut Pak Beng, pelanggan satenya tak hanya berasal dari Gubug saja, tetapi juga dari luar Gubug, bahkan dari luar Kabupaten Grobogan seperti Blora, Kudus, dan Demak. Bahkan tercatat beberapa mantan ‘pembesar’ di Kabupaten Grobogan seperti H. Bambang Pujiono (mantan Bupati Grobogan dua periode), H. Icek Baskoro (mantan Wakil Bupati Grobogan dua periode), dan H. Soepomo (mantan anggota DPRD Grobogan), termasuk penggemar satenya.

Pak Beng sedang memasukkan daging satenya ke tusuk sate...
Pak Beng sedang memasukkan daging satenya ke tusuk sate…
Ketua BPD Kemiri, Kecamatan Gubug, Heri Bodong (pakai topi), salah seorang pelanggan sedang menikmati sate sapi Pak Beng bersama rekannya...
Ketua BPD Kemiri, Kecamatan Gubug, Heri Bodong (pakai topi), salah seorang pelanggan sedang menikmati sate sapi Pak Beng bersama rekannya…

Dari sudut citarasa, Sate Pak Beng rasanya memang bolehlah. Menurut saya, cita rasa sate sapi Pak Beng mirip dengan sate sapi Pak Kempleng di Ungaran yang juga fenomenal dan legendaris. Dagingnya empuk, gurih dan legit, serta aroma bakarannya berpadu membuahkan rasa yang lezat dan nyamleng saat dinikmati. Ada dua pilihan sambal sebagai pelengkap makan sate sapi di warung Pak Beng, yakni sambal kecap dan sambal kacang. Tinggal pilih sesuai selera.

Lokasi warung Pak Beng mudah ditemukan. Yakni di pertigaan bundaran Gubug. Warung ini buka setiap hari mulai jam 08.00 (pagi) sampai dengan jam 21.00 (malam). Satu porsi sate (10 tusuk) dipatok Rp 30 ribu. Plus sepiring nasi putih dan es teh manis totalnya hanya Rp 35 ribu saja. Bila berkunjung ke Gubug, Kabupaten Grobogan, sate sapi Pak Beng bolehlah menjadi salah satu tujuan makan Anda! Monggo….* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)


Popular Posts

My Favorites

Berziarah ke Makam Ki Ageng Selo, Menyusuri Jejak Sang Penangkap Petir...

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || ).push({}); Kabupaten Grobogan memang kaya potensi wisata, baik wisata alam, sejarah, maupun religi. Makam Ki Ageng Selo salah satunya....
error: Content is protected !!