Resep Becek Khas Grobogan ala Bunda Nur Wahyuni (Aktivis Muslimat NU)

2

Sebagai kuliner khas Grobogan, sesungguhnya konsep becek sangat simpel. Mungkin itu karena secara historis dan sosiologis (weits! Hehe…), becek merupakan makanan yang diperuntukkan sebagai jamuan para tamu di acara hajatan di pedesaan. Banyaknya tamu yang datang, hilir mudik bak arus lalu lintas, menjadikan konsep masakannya harus simpel, dalam arti mudah dibuat dan tidak ribet.

Bunda Nur Wahyuni (tengah, berjilbab biru), berpose selepas acara.
Bunda Nur Wahyuni (tengah, berjilbab biru), berpose selepas acara. Saya paling kanan (baju batik merah).

Karena simpelnya itu yang mungkin menjadikan butuh waktu lama untuk becek akhirnya muncul ke permukaan. Tidak hanya ada di acara hajatan warga saja, namun juga hadir di

Lezatnya Becek Grobogan, Paduan Pedas-Asemnya Bikin Ketagihan

0

Dari sudut namanya, memang terasa kurang nendang. Becek. Ya, becek. Mengucapkannya, yang terbayang adalah kondisi jalanan berair dan berlumpur selepas hujan. Tapi, jangan under estimate dulu ya. Nama itu juga merujuk kuliner khas Kabupaten Grobogan lho. Bila sudah merasakan, kelezatannya berpotensi bikin ketagihan hehe… (serius!).





Becek memang kuliner khas Kabupaten Grobogan. Kuliner ini kini mulai populer dan menjadi salah satu ikon kuliner Grobogan—yang sejauh ini identik dan terhegemoni oleh kuliner swike kodok. Secara perlahan, becek menjadi populer dan menarik minat pengusaha kuliner Grobogan untuk mengangkatnya sebagai salah satu sajian istimewa di berbagai rumah dan warung makan yang mereka kelola.

Dari sudut history, konon becek hanya bisa dijumpai di acara-acara hajatan warga Grobogan, terutama di pedesaan, seperti saat acara mantenan (pesta pernikahan) dan sunatan (khitanan). Kala itu, becek dihidangkan untuk jamuan para tamu. Banyaknya tamu yang hadir menjadikan kuah masakan ini diperbanyak agar semua tamu bisa kebagian. Konon, karena kuliner ini lebih banyak kuahnya, menjadikan kuliner ini dinamakan Becek.

Tak jelas siapa yang memulai, sejak kurang lebih lima tahunan yang lalu, Becek mulai dihidangkan di warung makan. Kini, becek tersedia di sejumlah warung dan rumah makan di Kabupaten Grobogan, terutama di Kota Purwodadi.

Becek khas Grobogan berbahan iga sapi dengan bumbu-bumbu meliputi bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan cabai. Dikombinasi dengan daun kedondong dan daun dayakan, membuahkan sensasi kelezatan kuliner tradisonal yang khas dan segar, dengan cita rasa asem dan pedas yang mendominasi. Biasanya becek disajikan dengan sepiring nasi plus kering tempe dan kacang tolo sebagai pelengkap dan lalapan.



Saya sendiri termasuk penggemar becek. Bila kepingin, warung favorit saya adalah di WM. Mbak Ping (kompleks pertokoan depan pasar Purwodadi yang sebelah timur) dan WM. Lumayan H. Kadri, Jl. A. Yani Purwodadi, Nglejok, Kuripan, Purwodadi (lokasinya persis sampung Masjid Al-Huda Nglejok).  Atau di WM. Putra 45, Jl. S. Parman, Purwodadi (depan Kantor Pos Purwodadi).

Bila ingin sensasi yang berbeda, warung favorit saya adalah Warung Sedep Yanto Ganjar, Jl. Purwodadi-Blora KM. 1 No. 16 Getasrejo (timur bundaran Getas). Kenapa beda? Karena di warung ini, beceknya tidak menggunakan iga sapi, namun iga kerbau.

Becek kerbau, sensasinya berbeda...
Becek kerbau, sensasinya berbeda…
Becek kerbau, kaldunya lebih berasa
Becek kerbau, kaldunya lebih berasa
Dijamin nyamleng, bikin ketagihan
Dijamin nyamleng, bikin ketagihan



Lokasinya timur bundaran Getas...
Lokasinya timur bundaran Getas…

Daniyanto, pemilik Warung Sedep Yanto Ganjar, menuturkan pilihannya menggunakan daging kerbau. Menurutnya, daging kerbau lebih empuk dan lembut serta serat lebih besar dibanding daging sapi umumnya. Selain itu daging kerbau lebih sedap dan kaldunya lebih berasa.

“Kaldunya memakai sengkel (sendi) kerbau supaya lebih berasa. Hal itu membuat becek kerbau lebih enak dan sedap dibanding dengan becek sapi,” tuturnya.

Bagi saya, becek istimewa. Selain karena ia mulai menjadi kuliner kebanggaan masyarakat Grobogan, cita rasanya juga lezat dan segar. Menyantapnya membuncahkan sensasi kelezatan yang begitu mantap. Dijamin nyamleng. Kalau berkunjung ke Grobogan, silahkan mencicipi kuliner ini!* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



Sedap Nian Sarapan Nasi Megono dan Tauto Pekalongan (2)

0

Keberuntungan memang sedang berpihak ke saya hehe..hari kedua sarapan di Bengawan Resto, tersedialah Soto, eh Tauto. Ini juga kuliner khas Pekalongan yang tak kalah nyamleng rasanya. Rasanya juara!

dscf0011
Semangkuk kecil Tauto…
Nyamleng rasanya...
Tauto, memang nyamleng rasanya…

Menurut Bondan Winarno, seorang foodie (penikmat makanan) yang juga host acara wisata kuliner di sebuah stasiun televisi swasta, serta yang memopulerkan istilah mak nyus,  di Indonesia soto memang hadir dalam

Sedap Nian Sarapan Nasi Megono dan Tauto Pekalongan (1)

0

Selasa-Kamis, 27-29 September, saya mengikuti acara Lokakarya Tim Mentor Rujukan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Horison Pekalongan atas undangan Emas (Expanding Maternal and Neonatal Survival) Jawa Tengah . Saya berangkat ke Kota Pekalongan hari Selasa pagi naik kereta api Kedungsepur. Star dari stasiun Karangjati (kecamatan Karangrayung) jam 08.30, transit di Stasiun Tawang (Semarang), lalu naik kereta api Kamandaka jurusan Purwokerto. Tiba di Stasiun Pekalongan sekitar jam 12.30, langsung menuju Hotel Horison dengan jalan kaki karena dekat, hanya berjarak sekitar 100-an meter dari stasiun.

Serius mengikuti kegiatan lokakarya
Serius mengikuti kegiatan lokakarya. Saya pakai baju batik merah.

Salah satu kebiasaan saya setiap mengunjungi suatu daerah adalah mencicipi kuliner khasnya. Karena bagi saya, kuliner merupakan salah satu identity yang mencerminkan

Artikel Populer

Artikel Favorit

Taman Satwa Taru Jurug, Wisata Edukasi Satwa di Kota Solo yang...

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || ).push({}); Taman Satwa Taru Jurug, sebuah wisata edukasi satwa di Kota Solo, rupanya kini berbenah memikat wisatawan. Bila siang...
error: Content is protected !!