Non-ketegori

Beranda Non-ketegori Halaman 3

Resep Cara Membuat Sirup Sirsak untuk Tujuan Bisnis

0
Resep membuat sirup sirsak
Buah sirup, nikmat dibuat sirup

Resep membuat sirup sirsak

Sirup merupakan jenis minuman yang sangat digemari. Berbagai jenis buah bisa dibuat sirup, seperti jeruk, leci, manggan, dan lain sebagainya. Sirsak termasuk jenis buah yang bisa dimanfaatkan untuk sirup.



Untuk membuat sirup sebenarnya sangat mudah, tinggal merebus gula dengan air, sudah menjadi sirup. Tetapi kalau sirup untuk usaha perlu sedikit perlakuan khusus agar lebih tahan lama, caranya botol atau kemasan dan penutup yang digunakan harus steril. Selain itu, bisa juga dengan menambahkan pengawet pada sirup.

Sirup buah bisa dibuat dengan dua cara, dari sari buah aslinya atau dengan penambah rasa (esen). Sirup buah yang enak dan harganya lebih mahal biasanya memang dibuat dari sari buah asli.

Berikut ini resep membuat sirup sirsak dari buah asli:

Bahan:

  • 1 kilogram buah sirsak yang matang
  • 1 liter air
  • 1 kilo gram gula pasir
  • 500 gram glukosa
  • 2 – 5 gram citric acid
  • 1 gram garam
  • 2 gram sodium benzoat
  • Esen sirsak secukupnya

Cara membuat:

  1. Kupas sirsak, ambil daging buahnya, dan buang bijinya.
  2. Campur daging buah sirsak dengan 400 ml air, haluskan dengan blender hingga halus. Saring dan ambil sari buahnya.
  3. Masak sisa air, gula, dan glukosa hingga mendidih.
  4. Masukkan sari sirsak, citric acid, garam, dan sodium benzoat, aduk rata, didihkan.
  5. Tuang sirup dalam botol kaca selagi panas.
  6. Segel botol kaca menggunakan penutup botol logam (kempyeng) atau dengan penutup botol ulir.
  7. Balik botol, diamkan hingga dingin.
  8. Kembalikan botol ke posisi semula, beri label.
  9. Sirup sirsak siap dipasarkan.

Tips membuat sirup sirsak yang bernilai jual tinggi:

  • Pilih sirsak yang cukup tua, sehingga aroma sirup yang kita produksi lebih harum dan segar.
  • Untuk membuat sirup, sebaiknya pilih gula pasir berwarna putih dan bersih. Gula pasir yang kuning dan kotor akan menyebabkan warna sirup yang dihasilkan tidak bisa cerah. Meskipun menggunakan gula bersih, adakalanya masih menimbulkan endapan kotoran. Karenanya saat memasak gula dan air, sebelum ditambahkan bahan lain, sebaiknya sirup gula diendapkan dan dibuang kotorannya dengan cara disaring.
  • Glukosa adalah gula yang biasa dipakai untuk membuat permen, di pasaran bisa dikenal dengan nama Bebeco. Bentuknya berupa pasta bening, sangat kental, dan lengket. Penambahan glukosa dalam pembuatan sirup bertujuan untuk membuat sirup lebih kental dan tidak mudah mengkristal karena kadar gula yang tinggi. Apabila susah mendapatkan glukosa, ganti saja dengan gula pasir, tapi hasil sirupnya lebih cair.


  • Citrid Acid merupakan asam yang berasal dari buah jeruk. Fungsinya agar rasa sirup yang diproduksi lebih asam dan segar.
  • Sodium Benzoat adalah bahan bahan pengawet yang cocok digunakan untuk industri sirup. Sodium Benzoat bekerja optimum pada suasana pH asam. Dosis penggunaan Sodium Benzoat yang diperbolehkan maksimum 1 gr/kg sirup.
  • Agar sirup lebih menarik, tambahkan beberapa tetes pewarna pada saat merebus campuran untuk sirup. Pilihlah pewarna yang khusus untuk makanan (food grade).
  • Ampas buah sirsak sisa pengolahan sirup bisa kita olah untuk produksi dodol sirsak.
  • Untuk industri yang besar, buah sirsak bisa diblender dengan menggunakan universal fritter. Dengan menggunakan universal fritter, kita dapat memblender 5 kg buah sirsak sekali memblender.
  • Untuk mencegak kontaminasi bakteri masuk dalam produk sirup yang sudah dikemas dalam botol, sebaiknya tutup dengan segel ulir/segel logam (kempyeng).

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Sumber: Koki, edisi 0105, September 2007, hlm. 22.



Menjepret dan Menikmati Nasi Pindang, Kuliner Khas Kudus yang Gurih dan Enak Banget

6
Nasi Pindang (Foto: Kang Asti)

Kudus adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menyumbang kekayaan kuliner nusantara cukup banyak. Selain kondang dengan oleh-oleh khasnya yang cetar membahana, yakni jenang, Kudus juga punya seabrek kuliner khas. Sebut saja lentog tanjung, bakso kudus, juga soto dan sate kerbau. Satu lagi yang perlu disebut, karena unik dan khas, yakni nasi pindang. Nasi pindang adalah kuliner khas Kudus yang menggugah selera. Nasi pindang adalah sajian khas Kudus berupa nasi dan daging yang disajikan dengan kuah pindang dan beberapa lembar daun melinjo atau daun so.




Nasi pindang kudus, enaknya menggoda…

Dilihat sepintas, nasi pindang kudus mirip dengan kuliner rawon asal Jawa Timur. Bedanya, nasi pindang kudus terdapat daun melinjo, sedangkan pada rawon terdapat taoge. Nasi pindang kudus memakai santan, sedangkan rawon tidak.

Sepintas juga, nasi pindang kudus mirip nasi gandul khas Kabupaten Pati. Bedanya terletak pada kompleksitas bumbunya. Juga nasi pindang ada komplemen daun so, bahkan daun so ini merupakan bagian wajib dari sajian nasi pindang, sedang nasi gandul tidak.

Meminjam penjelasan pak Bondan Winarno, kalau nasi pindang kudus adalah hasil persilangan  antara soto dan rawon, maka nasi gandul pati adalah persilangan antara soto dan gulai. Nasi gandul memang lebih nendang dan mlekoh rasanya bila dibanding dengan nasi pindang. Namun nasi pindang lebih rich dan kompleks bila dibanding dengan soto.

Pada nasi pindang, cita rasa keluak dan kemiri diimbangi secara cantik oleh ketumbar dan jintan. Santan encer juga membuat nasi pindang menjadi sajian kuliner yang enak banget dan sangat gurih. Benar-benar menggugah selera dan menggoda untuk disantap haha..

Nasi pindang kudus, persilangan rawon dan soto…





Dari sisi sejarah, konon nasi pindang dulunya hanya bisa dijumpai di acara hajatan atau pesta yang dihelat oleh masyarakat Kudus. Namun seiring perkembangnya zaman, nasi pindang pun dijual di berbagai warung maupun rumah makan hingga sekarang.

Sejarah nasi pindang juga unik. Sebagaimana kuliner khas Kudus lainnya seperti bakso, soto dan sate, nasi pindang kudus juga memakai bahan daging kerbau. Tradisi ini dikaitkan dengan sejarah masa lalu di saat Sunan Kudus pertama kali merintis syiar Islam di Kudus.

Sunan Kudus tidak mau melukai hati umat Hindu yang menyakini sapi sebagai satwa yang sakral. Karena itu Sunan Kudus melarang umat Islam menyembelih sapi. Sebagai gantinya, mereka menyembelih kerbau. Dari sinilah rahasia kuliner khas Kudus yang selalu memakai daging kerbau.

Nasi Pindang Mbak Mar

Saya (duduk, pakai batik coklat) seusai pertemuan akuntabilitas publik di Graha IBI, Kudus…

Nasi pindang adalah salah satu makanan favorit saya. Karena itu, ketika berkesempatan berkunjung ke Kudus, saya selalu berusaha menyempatkan waktu untuk menikmati kuliner ini. Seperti pada Senin (27/2/2017) lalu, saya diundang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk menjadi narasumber pertemuan akuntabilitas publik di Graha IBI, Perum Bali Residence, Jl. Ekapraya Gg 1, Rendeng, Kudus.

Selepas acara, saya pun tak menyia-nyiakan waktu. Saya segera meluncur menuju ke Taman Bojana yang merupakan pusat kuliner khas Kudus. Di sana, saya langsung menuju ke kios no 29. Di kios inilah terdapat nasi pindang favorit saya, yakni nasi pindang Mbak Mar.

Taman Bojana, pusat kuliner khas kota Kudus…

Pintu masuk Taman Bojana…





Nasi pindang Mbak Mar menurut saya istimewa. Cita rasanya lebih gurih dan berhasil menawan lidah saya. Menurut penuturan Mbak Mar, bumbu nasi pindang racikannya sama dengan nasi pindang di warung lainnya, namun ia memiliki resep rahasia terkait teknik memasak yang membuat nasi pindangnya relatif lebih enak. “Resep rahasia itu warisan dari ayah saya,” tutur Mbak Mar kepada saya.

Mbak Mar yang bernama lengkap Sumarni itu memang generasi kedua penjual kuliner khas Kudus. Ayahnya yang bernama Pargi sudah berjualan sejak tahun 1966. Awalnya berjualan bakso kudus dan sop. Baru pada tahun 1980, pak Pargi beralih berjualan soto dan nasi pindang khas Kudus.  Tahun 1985, kemudi usaha kuliner diteruskan oleh anaknya yang tak lain adalah Mbak Mar, hingga kini. Pak Pargi sendiri tutup usia pada tahun 2001.

Suasana siang itu di warung Mbak Mar…




Mbak Mar punya kiat sukses agar tetap eksis dan kulinernya terus diminati pelanggannya, yaitu mempertahankan cita rasa masakan, kebersihan, dan penyajian. “Dalam kondisi apa pun saya tak pernah mengurangi kuantitas bumbu, meski harga-harga sedang mahal, karena itu pertaruhan pada cita rasa,” tutur Mbak Mar kepada saya.

Dalam aspek penyajian, hingga kini pun Mbak Mar masih mempertahankan otentisitas penyajian sejak dulu, yakni tidak langsung di piring melainkan dialasi dahulu dengan daun pisang.  Karena menurutnya, otentisitas penyajian itu penting dan harus dijaga karena juga akan menambah selera dan cita rasa penikmatnya.

ASUS ZenFone dengan teknologi PixelMaster Camera yang banyak keunggulan…

Sebelum saya menyantap seporsi nasi pindang yang telah dihidangkan di hadapan saya, saya pun beraksi dengan menjeprat-jepretnya terlebih dahulu dengan kamera smartphone yang saya bawa.

Saya merekomendasikan kepada Anda untuk menjepretnya dengan ASUS ZenFone yang dilengkapi teknologi PixelMaster Camera yang memiliki sejumlah keunggulan. Salah satu keunggulannya adalah low light mode yang memungkinkan mengambil gambar dengan kualitas yang lebih jernih serta cerah dalam kondisi minim cahaya.

Nasi pindang kudus, kelezatan sebuah masakan khas nusantara dari Kudus

Setelah jeprat-jepret secukupnya, baru saya menyantap dengan lahap seporsi nasi pindang yang gurih dan enak banget itu dengan lauk sate ampela hati dan sate paru kerbau. Hemm…top markotop!!!! Very-very Recommended! * (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



7 Resep Jamur Tiram Lezat Kaya Nutrisi

0

Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak, dan kalori. Kandungan itu menjadikan betapa jamur tiram bermanfaat bila dikonsumsi. Apalagi, jamur tiram bisa diolah menjadi aneka variasi kreasi hidangan yang lezat dan nyamleng. Sejak dari martabak, pepes, siomay, hingga nugget dan sate.

Mbak Ida, pecinta kuliner dan masak-memasak dari Ungaran, pada suatu kesempatan menjadi narasumber sesi materi “Olahan Kuliner dari Bahan Jamur Tiram” dalam Pelatihan Wirausaha Budidaya Jamur Tiram beberapa waktu yang lalu, yang diadakan oleh Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja Kemnaker RI bekerja sama dengan Yayasan Mutiara Ilma Nafia yang saya kelola, berbagi 7 resep lezat masakan dari bahan jamur tiram yang bisa dicoba.

Mbak Wida (tengah, berjilbab merah) saat memandu olahan masakan berbahan jamur tiram….




Sayangnya, karena waktu yang terbatas, Mbak Ida hanya berkesempatan mempresentasikan sekaligus mempraktikkan 4 resep saja. Namun tak ada salahnya bila saya bagikan ketujuh resep tersebut berikut ini:

1. Martabak Jamur

Martabak Jamur

Bahan:

  • Kulit lumpia
  • 1 kg jamur tiram
  • Daun bawang
  • ¼ kg telur
  • 2 bks kaldu bubuk
  • 1-2 bks merica bubuk
  • Minyak goreng

Cara:

  1. Jamur dan daun bawang dipotomg kecil-kecil
  2. Jamur direbus 5 menit, tiriskan.
  3. Campur semua bahan, siapkan kulit lumpia, isi dengan adonan.
  4. Goreng diatas teflon dengan minyak sedikit dengan api kecil sampai matang.

2. Siomay Jamur

Siomay Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ kg tepung kanji
  • 2 ons tepung terigu
  • 6 siung bawah putihBawang
  • Ebi kering secukupnya
  • Terasi secukupnya
  • 1 butir telur
  • 5 sdm minyak goreng
  • 1 bungkus kaldu bubuk
  • Garam secukupnya
  • 1 sdm gula pasir

Cara:

  1. Jamur dipotong kecil-kecil, rebus 5 menit, tiriskan. Semua bumbu dihaluskan dan dicampur.
  2. Masukkan dalam cetakan, kukus kurang lebih 20 menit.
  3. Disajikan dengan kol, kentang, telur rebus, dan sambal kacang.
  4. Siomay bisa juga digoreng dan dimakan dengan saos.

3. Crispy Jamur

Crispy Jamur




Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ kg terigu
  • 2 ons maizena
  • 2 bks kaldu bubuk
  • Garam secukupnya

Cara:

  1. Jamur tiram disuwir kasar, direndam bumbu kaldu bubuk.
  2. Terigu dan maizena dicampur.
  3. Jamur ditiriskan dan peras campur dengan tepung kering.
  4. Goreng dengan minyak panas hingga kekuning-kuningan.

4. Pepes Jamur

Pepes Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ butir kelapa muda parut
  • 7 siung bawang putih
  • Bawang merah 7siung
  • 5 buah cabe merah
  • 5 buah cabe rawit
  • 7 butir kemiri
  • 1 jari kunir
  • 1 butir telur
  • Daun pisang
  • 1 sdm gula pasir

Cara:

  1. Jamur disuwir kecil, semua bumbu dihaluskan. Campur semua bahan.
  2. Adonan dibungkus daun pisang dan kukus hingga matang sekitar 20 menitan.

5. Lumpia Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • 7 siung bawang putih
  • 7 butir kemiri
  • 2 butir telur
  • 1 bks merica bubuk
  • 1 bks kaldu bubuk
  • Kecap manis secukupnya
  • 1 sdm gula pasir
  • Garam secukupnya
  • Kulit lumpia secukupnya

Cara:

  1. Jamur tiram disuwir-suwir kecil, bumbu dihaluskan, dan ditumis sampai harum.
  2. Tambahkan telor, masukkan suwiran jamur, tambahkan kecap, air secukupnya, masak hingga air kering dengan api kecil.
  3. Siapkan kulit lumpia, isi dengan 1-2 sendok makan adonan jamur tadi, gulung perlahan sampai berbentuk seperti guling.
  4. Goreng dengan api sedang sampai matang.

6. Nugget Jamur





Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • ½ kg daging ayam
  • ½ kg tepung gandum
  • 3 sdm tepung maezena
  • Tepung panir kasar secukupnya
  • 7 siung bawang putih
  • 1 bks merica bubuk
  • 1 bks kaldu bubuk rasa ayam
  • 1 sdm gula pasir
  • 1 burit telur
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara:

  1. Jamur dipotong kotak kecil-kecil rebus sekitar 5 menit. Daging ayam diblender, bumbu dihaluskan, semua bahan dicampur, tambahkan air secukupya.
  2. Siapkan  cetakan yang sudah diolesi minyak goreng agar tidak lengket.
  3. Ambil 1-2 sendok makan adonan tuang ke dalam cetakan nugget, kukus sekitar 20 menitan hingga matang.
  4. Keluarkan dari cetakan, biarkan dingin.
  5. Siapkan bahan untuk pelapis: tepung terigu dicampur tepung maezena, dicampur dengan air dingin agak cair, tambhkan kaldu bubuk, lalu nugget dicelupkan ke dalam pelapis, lalu gulingkan ke tepung panir kasar. Simpan ke dalam freezer biar agak beku, supaya tepung panir benar-benar sudah nempel.
  6. Lalu goreng ke dalam minyak panas hingga kekunin-kuningan alias matang.

7. Sate Jamur

Bahan:

  • 1 kg jamur tiram
  • 8 siung bawang putih
  • 8 buah bawang merah
  • 8 butir kemiri
  • 1 ons gula jawa
  • Kecap manis
  • Tusuk sate
  • Sambal pecel

Cara:

  1. Jamur disuwir kasar. Bumbu dihaluskan, ditumis hingga harum, tambahkan air, gula jawa, kecap manis, lalu masukkan suwiran jamur tiram, masak sekitar 15 menitan, diamkan dingin.
  2. Tusukkan potongan jamur yang sudah dingin ke tusuk sate, lalu bakar, siram dengan bumbu kacang.

Semoga bermanfaat.*

(Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



Sejenak Melihat Benda-benda Purbakala di Museum Masjid Agung Demak

0
Kitab Suci Kuno Al-Qur’an 30 Juz Tulisan Tangan

Di Museum Masjid Agung Demak tersimpan benda-benda purbakala peninggalan Walisongo dan benda-benda lainnya yang terkait dengan Masjid Agung Demak.

Museum Masjid Agung Demak




Berkunjung ke Masjid Agung Demak tak lengkap rasanya bila belum singgah ke Museum Masjid Agung Demak yang masih satu kompleks dengan lokasi masjid. Letaknya di sebelah utara serambi Masjid Agung Demak atau sebelah utara persis situs kolam wudhu bersejarah.

Baca artikel sebelumnya: Menyusuri Jejak Walisongo di Masjid Agung Demak

Museum Masjid Agung Demak berdiri di atas lahan seluas 16 meter persegi, dibangun dengan anggaran mencapai Rp 1,1 miliar yang berasal dari APBD Demak dan sisanya dari Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Agung Demak. Di dalam museum tersimpan koleksi benda-benda bersejarah peninggalan Walisongo dan Masjid Agung Demak yang jumlahnya mencapai 60 koleksi.

Museum ini buka dari Senin hingga Minggu pada jam kerja. Tak ada tiket masuk alias gratis, tapi pengunjung dianjurkan untuk berinfaq seikhlasnya di kotak infaq yang disediakan pengelola.

Benda-benda bersejarah apa saja yang dapat kita lihat di Museum Masjid Agung Demak? Dari 60-an koleksi, berikut  ini di antaranya:

1. Maket Masjid Demak

Maket Masjid Agung Demak 1845 -1864

Maket atau miniatur Masjid Agung Demak tersimpan di museumnya. Maket itu konon aslinya dibuat oleh Sunan Kalijaga, yang memang beliau adalah arsitek pembangunan Masjid Agung Demak. Termasuk dalam penentuan kiblat masjid yang konon dilakukan oleh Sunan Kalijaga.

Soal kiblat ini, pada abad ke-18 M (Masjid Agung Demak berdiri pada abad ke-15 M), pernah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, mufti Kerajaan Banjarmasin dan penulis Kitab Sabilal Muhtadin, melawat ke Tanah Jawa dan menyelidiki pembuatan Masjid Demak, bahkan masjid-masjid seluruh Jawa. Maka beliau menyimpulkan bahwasannya masjid yang benar-benar tempat mihrabnya menghadap kiblat adalah Masjid Demak.

Menurut Zainal Abidin bin Syamsudin dalam bukunya Fakta Baru Walisongo (Pustaka Imam Bonjol, cet. 2, Maret 2017), demikian itu karena kepiawaian para sunan sebagai ahli dalam ilmu falak (astronomi).

2. Soko Guru Peninggalan Para Wali

Soko guru peninggalan wali yang asli tersimpan di Museum Masjid Agung Demak

Di museum juga tersimpan empat soko guru (tiang penyangga) bagian bangunan induk Masjid Agung Demak yang asli. Empat sokoguru itu adalah peninggalam empat wali, yaitu Sunan Bonang (Tuban), Sunan Gunungjati (Cirebon), Sunan Ampel (Surabaya), dan Sunan Kalijaga (Demak).

Soko guru yang saat ini menyangga bangunan induk Masjid Agung Demak adalah replikanya, di mana formasi tata letak keempat soko guru tersebut adalah sebagai berikut:

  • Bagian barat laut –> soko guru buatan Sunan Bonang
  • Bagian barat daya –> soko guru buatan Sunan Gunungjati
  • Bagian tenggara –> soko guru buatan Sunan Ampel
  • Bagian timur laut –> soko guru buatan Sunan Kalijaga   

3. Pintu Bledeg Ki Ageng Selo

Pintu Bledeg ciptaan Ki Ageng Selo

Pintu Bledeg adalah daun pintu berukir peninggalan murid Sunan Kalijaga yang bernama Ki Ageng Selo (Grobogan) yang dibuat pada tahun 1466 M atau 887 H. Daun pintu terbuat dari kayu jati berukir tumbuh-tumbuhan, jambangan, sejenis mahkota, dan kepala binatang mitos dengan mulut bergigi yang terbuka.

Menurut cerita rakyat yang berkembang (yang itu tentu hanya legenda belaka), kepala binatang tersebut menggambarkan petir yang konon pernah ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Karena itulah orang-orang menamakan pintu itu sebagai Pintu Bledeg dan merupakan condro sengkolo yang berbunyi nogo mulat saliro wani, yaitu tahun 1388 Saka atau tahun 1466 Masehti atau 887 Hijrah.

4. Daun Pintu Makam Kesultanan 1710 M

Daun Pintu Makam Kesultanan 1710 M

5. Bedug Wali Abad XV

Bedug peninggalam wali abad XV

Bedug dan juga kentongan merupakan properti hasil kreasi budaya para wali yang menjadi sarana untuk menginformasikan kepada masyarakat akan masuknya waktu shalat. Bedug dan juga kentongan yang tersimpan di Museum Masjid Agung Demak tertulis merupakan peninggalan abad XV.

6. Kentongan Wali Abad XV

Kentongan peninggalan wali abad XV

7. Gentong Kong dari Dinasti Ming

Gentong Kong dari Dinasti Ming

Gentong Kong berupa guci keramik peninggalan Dinasti Ming itu  jumlahnya ada 3 buah. Merupakan hadiah dari Putri Campa pada abad XIV. Tinggi guci 90 cm dan garis tengahnya 100 cm. Guci milik kesultanan demak itu dulu digunakan sebagai penampung air untuk memasak.

8. Kap Lampu Peninggalan Pakubuwono ke-1 Tahun 1710 M

Kap Lampu Peninggalan Pakubuwono ke-1 Tahun 1710 M

9. Kayu Tatal Buatan Sunan Kalijaga

Kayu Tatal Buatan Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga dalam membuat salah satu tiang penyangga (soko guru) bangunan induk Masjid Agung Demak tidak menggunakan kayu utuh, namun serpihan kayu, yang kemdian dikenal dengan nama Saka tatal atau Kayu Tatal. Baik tiang penyangganya maupun beberapa serpihan kayu tatal itu kini tersimpan di Museum Masjid Agung Demak.

10. Kitab Suci Kuno Al-Qur’an 30 Juz Tulisan Tangan

Kitab Suci Kuno Al-Qur’an 30 Juz Tulisan Tangan

Al-Qur’an bertuliskan tangan 30 juz itu ditemukan di bawah atap (bangunan atas) ketika Masjid Agung Demak sedang dipugar. Koleksi Kitab Suci Kuno Al-Qur’an 30 Juz tulisan tangan tersebut disimpan di dalam lemari pajang kaca, dengan pengawet alami di dekatnya.

11. Tafsir Al-Qur’an Juz 15-30 karya Sunan Bonang

Tafsir Al-Qur’an Juz 15-30 karya Sunan Bonang

Tafsir Sunan Bonang Juz 15 s/d 30 yang tersimpan di Museum Masjid Agung Demak ini tertulis selesai ditulis pada saat terbitnya matahari (waktu dhuha) hari Sabtu, tanggal 20 bulan Sya’ban tahun 1000 H. Sebuah sumber menyebutkan, kitab ini adalah satu harta kaum muslim Jawa yang selamat dari ‘perampokan’ manuskrip oleh Raffles.

12. Batu Umpak Andesit

Batu umpak andesit adalah batu-batuan yang diambil dari Majapahit. Fungsinya sebagai penggankal tiang agar tidak keropos, sebab keadaan tanah di kawasan Demak pada waktu itu masih banyak yang becek (rawa-rawa).




* * *

Itulah beberapa koleksi yang bisa kita lihat sejenak di Museum Masjid Agung Demak, yang bisa mengantarkan imajinasi kita ke masa lalu, saat korps dakwah Walisongo masih hidup dan gigih menyiarkan dakwah Islamiyah ke segenap penjuru tanah Jawa.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 

Ke Bandungan, Belanja Sayuran dan Buah, Juga Menikmati Bakso Pak Brengos yang Legendaris

0
Surga belanja buah dan sayuran...

Bandungan adalah sebuah kecamatan di bagian selatan Kota Semarang yang berada di kaki Gunung Ungaran. Hawanya sejuk dan adem bingit, plus panorama pegunungan yang cantik, sehingga sangat cocok sebagai tempat favorit untuk ngadem dan berwisata.

Di Bandungan dan sekitarnya memang banyak objek wisata favorit, baik wisata alam maupun wisata belanja dan kuliner. Nah, yang terakhir inilah tujuan kami sesungguhnya, setelah sebelumnya berseru-seruan di Cimory on the Valley dan Kampoeng Kopi Banaran.

Baca:




Surga belanja buah dan sayuran…
Penjual ketela ungu…
Tomat…
Labu siam…
Tanya-tanya tentang sayuran…

Penjual madu, dari tawon liar di hutan…




Setiba di Bandungan,  sebagian dari kami bergerak untuk menuju Bandungan Water Park. Terutama anak-anak yang sudah nggak sabar ingin segera bermain air. Tiket masuk ke Bandungan Water Park Rp 10 ribu per orang. Adapun tiket masuk kolam renang Rp 20 ribu per orang.

Saya sama sekali tidak tertarik untuk masuk ke Bandungan Water Park. Saya memilih jalan-jalan melihat suasana Bandungan yang sejuk dan ramai. Banyaknya pendagang sayur mayur dan buah-buahan lebih memikat saya.

Bandungan memang surga wisata belanja sayur mayur dan buah-buahan. Ada wortel, selada, sawi, tomat, labu siam, jagung manis, dan lain-lainnya, banyak lagi. Adapun buah, yang banyak dijual di sini adalah buah apukat, ketela ungu, pepaya, kelengkeng, dan nangka. Semuanya seger-seger dan membuai melambai hehe…

Main air di Bandungan Water Park…
Seru dan asyik…
Prosotan air…
Menyenangkan….

Bila ingin beli oleh-oleh khas Bandungan, di sini ada namanya tahu serasi dan torakur alias tomat rasa kurma. Menurut cerita yang saya dapat, ide membuat torakur dicetuskan oleh Ibu Sri Ngestiwati sejak tahun 2002.

Ceritanya, ketika itu stok tomat melimpah saat panen, sehingga harga tomat anjlok di pasaran. Tomat yang berlimpah itu apabila tidak segera diolah akan segera membusuk. Lalu, terbetiklah ide mengolah tomat agar lebih awet.

Baca: Resep Cara Membuat Manisan Tomat Rasa Kurma (Torakur) Khas Bandungan Semarang

Tomat-tomat tersebut kemudian diolah menjadi manisan menyerupai kurma, baik dari bentuk hingga rasanya. Olahan tersebut dapat awet hingga enam bulan. Sebuah ide yang amat cemerlang dan inspiratif tentunya.


Bakso Pak Brengos

Setelah belanja-belanji sekedarnya sesuai kebutuhan, tibalah waktu berburu kuliner. Ini misi pribadi saya haha….sementara yang lain masih sibuk belanja-belanji…

Di Bandungan ada satu kuliner yang cukup populer dan selalu dicari orang, yakni Bakso Pak Brengos. Lokasinya di pojok Pasar Buah Bandungan.

Bakso Pak Brengos…
Enak…

Saya bukan penggemar bakso, meski doyan menyantapnya hehe….sesekali aja saya makan bakso, sekedarnya saat pengin. Bakso sendiri termasuk kuliner yang pasaran banget. Boleh dikata, hampir di setiap sudut kota dan desa selalu ada penjual bakso. Sebagiannya membuat kreasi untuk memikat konsumen, misalnya dengan membuat bakso super segede bola kasti, bakso kotak, dan sebagainya.

Menurut saya, Bakso Pak Brengos atau populer dengan Bakso Brengos saja, menjadi nge-hits dan menjadi jujugan penggemar bakso saat berada di Bandungan, bukan karena kreasinya yang ciamik. Tapi lebih karena citarasanya, di samping Bakso Brengos termasuk pemain lama di dunia perbaksoan.

Menurut Mbak Sri, anak Pak Brengos yang kini mengelola Warung Bakso Brengos, ayahnya mulai jualan bakso sejak sekira tahun 1960-an. Sebuah masa tempuh yang cukup lama untuk sebuah usaha kuliner bisa bertahan dan eksis hingga kini.

Tambahan saos dan kecap, biar makin mantap…
Selalu ramai…

Bertahan sejak tahun 1960-an…





Dari sudut cita rasa, kelezatan Bakso Brengos menurut saya standar dengan bakso enak lainnya. Baksonya tetap bertahan dengan bulatan kecil-kecil, tidak seperti bakso kekinian yang dibuat besar-besar. Namun, justru di sini letak kekuatannya. Apalagi rasa daging sapinya terasa lebih kuat. Sehingga semangkuk bakso terasa amat sedikit, dan pengin nambah lagi haha..

Bila ke Bandungan, bolehlah mencicipi kuliner ini…

Akhirnya….bakso Pak Brengos menjadi penutup rihlah kali ini….ketika jam menunjukkan pukul 16.30 dan senja mulai turun menyapa Bandungan yang semakin sejuk, bus yang kami tumpangi pun perlahan berjalan. Membelah kota Bandungan dan beringsut meninggalkannya. Allahu Akbar. Fabiayyi alaai rabbikumaa tukadzdzibaan...Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 

Popular Posts

My Favorites

Ke Bandungan, Belanja Sayuran dan Buah, Juga Menikmati Bakso Pak Brengos...

Bandungan adalah sebuah kecamatan di bagian selatan Kota Semarang yang berada di kaki Gunung Ungaran. Hawanya sejuk dan adem bingit, plus panorama pegunungan yang...
error: Content is protected !!