Beranda blog Halaman 2

Jatipohon Indah (JPI), Destinasi Wisata Favorit di Kabupaten Grobogan

0




Nama Jatipohon sebagai sebuah objek wisata di Kabupaten Grobogan sudah populer sejak saya remaja, bahkan sejak saya masih kecil. Lamat-lamat ketika itu saya dengar kabar bahwa dari objek wisata ini kita bisa melihat view Kota Purwodadi. Saya belum membuktikannya ketika itu, baru setelah dewasa saya beberapa kali berkesempatan berkunjung ke Jatipohon.

Kini wisata Jatipohon semakin menggeliat. Dulu, sependek ingatan saya, objek wisata Jatipohon dikenal dengan nama Bukit Pandang Jatipohon. Karena dari perbukitan Jatipohon ini, pengunjung bisa melihat Kota Purwodadi sejauh mata memandang.

Sebuah brand baru, yakni Jatipohon Indah (JPI) diperkenalkan ke publik saat launching Desa Wisata Jatipohon pada 3 September 2016 lalu.  Selain masih mengandalkan eksotisme view panorama Kota Purwodadi dari atas gunung kapur Kendeng Utara, Jatipohon Indah (selanjutnya disebut JPI) juga menawarkan eksotisme pemandangan dari atas puncak bukit lamping, yang pengunjung bisa berswafoto dengan latar pemandangan yang indah dan menawan, serasa berada di atas awan.

Berfoto dengan latar panorama yang indah. Foto Kang Asti




Pada Sabtu (17/3/2018), yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi, saya bersama keluarga, berkesempatan piknik ke JPI. Ini pertama kalinya saya ke JPI dengan membawa keluarga. Pada kunjungan yang terakhir ke JPI, saya bersama teman-teman komunitas Grobogan Corner (GC), saat itu JPI belum dilaunching sebagai Desa Wisata.

Panorama dari Bukit Lamping

Di JPI, pengunjung bisa melihat view Kota Purwodadi dari objek wisata ini. Panorama yang sulit kita temukan di tempat lain. Tak sekedar itu, saat ini JPI juga menawarkan  sensasi menjelajah bukit lamping. Dengan tiket Rp 5 ribu per orang, pengunjung bisa menjelajah naik ke bukit lamping. Sebelum pendakian ke bukit lamping, pengunjung bisa berswafoto dulu di spot-spot yang sudah disediakan.

Berfoto dengan latar pemandangan yang menawan di puncak bukit lamping. Foto oleh kang Asti

Sementara pengunjung anak-anak bisa bermain-main di area permainan yang telah disediakan. Ada jungkat-jungkit, ayunan, dan sebagainya. Setelah itu, baru mulai pendakian.  Jangan khawatir, bukitnya tidak terlalu tinggi kok. Juga sudah dibuatkan anak tangga, sehingga memudahkan pengunjung menuju ke puncak bukit.

Di puncak bukit lamping, pengunjung bisa melihat view yang indah. Panorama dari atas bukit yang mempesona. Juga bisa berfoto-foto di spot-spot yang telah disediakan. Dari panggung pohon, pengunjung bisa berfoto dengan latar awan yang menawan. Juga ada spot foto kupu-kupu dan spot-spot lainnya yang tak kalah asyik.

City View, Penginapan yang Bersejarah




Di kompleks wisata Jati Pohon Indah (JPI) juga dilengkapi sejumlah homestay, lebih tepatnya penginapan. Salah satunya adalah City View, sebuah bangunan yang menyimpan sejarah penting. Sebuah sumber menyebutkan, bangunan lama bergaya Eropa yang terdapat di kompleks Jatipohon Indah (JPI) itu pernah ditempati Perdana Menteri Indonesia ke-9 Burhanuddin Harahap bersama keluarganya selama hampir setahun lamanya.

City View Jati Pohon. Penginapan yang bersejarah. Foto oleh Kang Asti

Burhanuddin tinggal di rumah itu sekira tahun 1960 karena masalah politik, lebih tepatnya berstatus sebagai tahanan politik di era Orde Lama. Selama Burhanuddin bertempat di rumah itu, sekitar bangunan dijaga aparat keamanan. Kebutuhan sehari-hari Burhanudin dilayani oleh seorang warga setempat bernama Rasmin.

Sesuai tulisan yang tercetak di tembok depan sisi kiri, bangunan rumah itu selesai dibangun pada tanggal 13 Oktober 1935 oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa dari Purwodadi bernama Tan Liong Pin. Tan Liong Pin membuat bangunan itu untuk tempat istirahat, dengan view panorama alam yang menawan.

Pada tahun 1950, bangunan itu dijual kepada perusahaan kayu milik negara yang kini bernama Perum Perhutani. Oleh pihak Perhutani, bangunan rumah bergaya Eropa dengan beberapa kamar itu dijadikan tempat penginapan dengan nama ‘City View Jati Pohon’.

Berenang di Langen Sari

Berenang di air yang jernih di kolam renang Langen sari komplek Jatipohon Indah (JPI). Foto oleh Kang Asti




Satu lagi wahana di kompleks Jatipohon Indah (JPI), yakni kolam renang Langen Sari yang terletak di samping City View. Hanya kolam renang sih, bukan wahana air dengan aneka permainan seperti yang biasa ada di water park atau waterboom.

Tapi keistimewaan di kolam renang ini adalah airnya yang tidak mengandung obat. Melainkan air murni yang berasal dari sumber air Jatipohon yang segar dan jernih. Setiap seminggu sekali kolam itu dikuras dan dibersihkan, lalu dialirkan lagi air dari sumbernya. Terdapat setidaknya 2 jenis kolam renang yang dibedakan berdasarkan ketinggian air dan tingkatan usia. Yakni untuk anak-anak dan remaja/dewasa.

Nah, itulah sekilas profil objek wisata Jatipohon Indah (JPI) yang berlokasi di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Sebuah objek wisata berbasis panorama alam yang kini tengah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Grobogan. Semoga bermanfaat.*(Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (2)

0




Pada artikel sebelumnya telah saya sebutkan 10 wisata Grobogan yang terbagi dalam tiga kategori, yakni wisata eksotisme alam, wisata religi, dan wisata keajaiban alam (geologi). Maka berikut ini digenapi 10 lagi wisata Grobogan sehingga menjadi 20 destinasi wisata Grobogan yang paling recomended untuk dikunjungi karena memiliki daya pesona dan kemenarikan yang layak dijadikan sebagai tujuan wisata.

Baca: 20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (1)

Ke-10 wisata Grobogan itu sebagai berikut:

Wisata Agro

11. Agrowisata Belimbing

Berpose di bawah pohon belimbing di agrowisata belimbing Desa Tarub. Foto oleh Kang Asti

Masih di Kacamatan Tawangharjo, tepatnya di Desa Tarub, tak jauh dari makam Ki Ageng Tarub, terdapat agrowisata belimbing yang menarik untuk dikunjungi. Agrowisata itu dirintis oleh salah seorang warganya yang bernama Winarto sejak tahun 2009. Di agrowisata ini pengunjung bisa menikmati buah belimbing yang segar dan manis, baik dengan cara memetik sendiri maupun membeli di warung yang disediakan oleh pengelola. Di kebun belimbing dilengkapi dengan saung di berbagai titik yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menikmati buah belimbing atau menikmati rujak buah belimbing. Sambal rujaknya tinggal beli di warung yang disediakan pengelola. Agrowisata ini ramai pengunjung setiap hari Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Menikmati Manisnya Belimbingdi Agrowisata Belimbing Tarub

Wisata Museum Purbakala

12. Museum Banjarejo

Tanduk Banteng Purba, salah satu koleksi di Museum Banjarejo. Foto oleh Kang Asti




Museum Banjarejo atau Rumah Fosil Banjarejo berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Di desa ini telah dikenal sebagai desa dengan legenda besar yang telah sangat populer, yakni legenda cerita Ajisaka dan Prabu Dewata Cengkar. Adanya geliat penemuan benda-benda purbakala, menjadikan desa ini telah resmi dinobatkan sebagai “Desa Wisata” yang dilaunching secara resmi oleh Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH, MM pada Kamis, 27 Oktober 2016 di balai desa setempat. Di desa ini pengunjung bisa meliat temuan-temuan arkeologis yang membuktikan adanya jejak peradaban pra sejarah di desa ini. Seperti fosil tanduk kepala kerbau raksasa, fosil kerang raksasa purba, aneka perhiasan emas, berbagai benda pusaka, dan sebagainya. Pesona Banjarejo tidak hanya memikat pengunjung lokal Grobogan, tapi juga luar daerah. Bahkan wisatawan luar negeri banyak yang telah berkunjung ke desa ini untuk menuntaskan penasaran dan ketertarikan mereka terhadap jejak masa lalu di desa pelosok ini.

Wisata Air

13. Waterboom Mulia Klambu

Waterboom Mulia Klambu. Foto oleh Kang Asti

Waterboom Mulia Klambu merupakan salah satu destinasi wisata keluarga yang bisa jadi pilihan saat liburan atau weekend. Apalagi bagi yang suka “basah-basahan”. Waterboom ini terletak Jl. Purwodadi-Kudus KM. 18 Desa Klambu, Kecamatan Klambu. Waterboom inii ramai dipadati pengunjung, terutama saat liburan. Di Waterboom ini terdapat berbagai fasilitas, seperti: kolam renang anak-anak, kolam renang dewasa, aneka permainan air, beberapa gazebo, kamar ganti, loker barang, musholla, kantin, persewaan pelampung, dan minimarket. Fasilitas yang cukup memadai itu membuat waterboom ini cukup nyaman sebagai wahana rekreasi keluarga.

14. Bloombang Water Park

Bloombang Waterpark Purwodadi. Foto oleh Kang Asti




Selain Waterboom Mulia Klambu, wahana taman permainan air lainnya di Kabupaten Grobogan adalah Ayodya Bloombang Water Park Purwodadi. Inilah satu tujuan wisata keluarga di kawasan Kota Purwodadi dan sekitarnya yang berbasis air atau “basah-basahan”. Terdapat 2 buah kolam besar dengan berbagai sarana permainan air seperti twin slide, family slide, splash bucket serta sebuah jacuzzi dengan atraksi utama sebuah tower slider dengan tinggi 7 meter untuk memicu adrenalin hadir di water park yang terletak di Jalan Ahmad Yani No 1, Purwodadi tersebut. Waterpark ini melengkapi fasilitas yang sebelumnya telah ada, yaitu kolam renang standar internasional. Dengan bermain di tower slider, pengunjung bisa merasakan sensasi dan ketegangan saat meluncur di belokan-belokan tajam dari tempat tinggi dengan kecepatan yang luar biasa. Juga bisa merasakan sensasi dengan diguyur ”hujan raksasa” dari kucuran air dari ember tumpah.

15. Waterpark ‘n Snow Gubug

Waterpark ‘n Snow Gubug. Foto oleh Kang Asti

Selain Kolam Renang Mulia Klambu dan Bloombang Waterpark Ayodya Purwodadi, di Kabupaten Grobogan ada juga pilihan wahana wisata keluarga berbasis air dan kolam renang di Gubug, yakni Waterpark ‘n Snow Gubug yang tak kalah menarik dan menantang bagi yang gemar wisata air alias basah-basahan. Wahana ini selalu dipadati pengunjung, apalagi saat liburan, weekend, atau lebaran. Di wahana ini terdapat 4 jenis kolam renang yang dibedakan berdasarkan ketinggian air dan tingkatan usia. Design interior wahana ini sangat menarik dan menyenangkan. Sebagaimana namanya, maka selain kolam renang, di wahana ini juga tersedia tempat yang dibuat mirip sekali seperti di arena salju. Membuat pengunjung seolah-olah berada di area salju.

16. Master Park Purwodadi

Master Park Purwodadi. Foto oleh Kang Asti

Dibanding wahana-wahana air serupa yang telah disebutkan, Master Park Purwodadi termasuk taman bermain air yang terhitung baru. Diresmikan sejak April 2016, namun wahana bermain yang beralamat di Jl. Gajah Mada Purwodadi itu termasuk lengkap. Berdiri diatas total lahan 4 hektare, water park ini menyatu dengan kompleks restoran dan wahana bermain simulasi pesawat serta bioskop tiga dimensi. Water park di area Master Park Purwodadi terdiri dari kolam untuk balita, kolam permainan anak, kolam arus, dan kolam dewasa. Selain taman air, terdapat juga wahana rumah aku ingin pintar. Wahana rumah aku ingin pintar menjadi sarana edukasi untuk anak di mana di dalamnya diisi ensiklopedi pengetahuan yang mudah dipelajari oleh anak-anak.

17. Arung Jeram Grobogan

Arung Jeram Grobogan di Sungai Tuntang Kecamatan Kedungjati. Foto oleh Abdul Rozak

Arung jeram Grobogan termasuk wisata baru nan wow yang dimiliki Kabupaten Grobogan. Wisata petualangan air menyusuri derasnya arus sungai Tuntang di Kecamatan Kedungjati ini dirintis sejak September 2016 oleh kawula muda visioner yang tergabung dalam Dharma Raja Adventure. Awalnya hanya melayani river tubing dengan menggunakan sarana ban dalam bus atau tronton. Namun sejak Juli 2017, telah dirilis layanan baru arung jeram (rafting) dengan jarak tempuh sekira 16 km dengan masa tempuh sekira 2,5 jam. Wisata petualangan air sungai Tuntang ini sunggung menantang, dengan jalur yang relatif aman, grade arung jeram  II-IV, serta didukung arus yang cukup deras.

Baca juga: Pelaku Wisata Grobogan Eksplor Wisata Air Sungai Tuntang Kedungjati

18. Waduk Nglangon

Berpose dengan latar eksotisme Waduk Nglangon. Foto dok Kang Asti




Waduk Nglangon merupakan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun antara tahun 1911 sampai 1914. Berada di Dusun Nglangon, Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Terletak di sebelah selatan stasiun Kradenan, sekira 2 kilometer. Atau berjarak sekira 32 kilometer ke arah timur Kota Purwodadi. Waduk itu kini telah “disulap” menjadi destinasi wisata yang cukup memikat. Di antaranya menawarkan becak air dan naik perahu keliling waduk sembari menikmati panorama di sekitar waduk yang eksotis. Juga tak jauh dari waduk telah dilengkapi kolam renang.

Baca juga: 5 Spot di Waduk Nglangon Kradenan Grobogan yang Eksotis dan Menarik Dikunjungi

19. Waduk Kedungombo

Naik perahu di Waduk Kedungombo. Foto oleh Kang Asti

Waduk Kedungombo adalah salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Kabupaten Grobogan. Objek wisata ini terletak di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, sekira 29 km ke arah selatan atau ke arah Solo dari kota Purwodadi. Waduk Kedungombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha. Sebagai destinasi wisata, waduk Kedungombo menawarkan wisata panorama bentangan air, juga wisata petualangan di atas air, yakni naik perahu keliling waduk. Karena sesuatu dan lain hal, objek wisata ini sempat ditutup. Namun kabarnya kini sudah dibuka kembali.

Baca juga: Ke Waduk Kedungombo, Menikmati Sensasi Naik Perahu

20. Wisata Tengah Sawah (WTS)

Naik becak air di Wisata Tengah Sawah. Foto oleh Kang Asti

Dinamakan Wisata Tengah Sawah (WTS) karena objek wisata ini berada di tengah areal persawahan. Lokasi wisata ini cukup strategis, berada di jalan raya Semarang- Purwodadi, tepatnya di Jl. A. Yani, Perumahan Kampung Baru, Gubug, Kabupaten Grobogan. Untuk menuju lokasi wisata ini, harus masuk ke jalan dua tapak sekira 200 meter melewati perumahan kampung baru.

Wisata ini menawarkan wisata keluarga yang asyik, yakni wisata air dengan naik becak air dan aneka permainan seperti motor trail, otoped injak, kereta api, ATV, dan lain sebagainya. Juga tersedia spot-spot swafoto dengan latar tulisan-tulisan berisi pesan-pesan yang unik.  Seperti “Jauh di Mata, Dekat di Hati, Berat di Pulsa”; “Aku Tanpa Kamu? Biasa Aza tuh…!”; “I Miss You”; “Umpomo Fotomu Ora Editan, Opo sih Ayu Yo”; “Urip Dipaido, Mati Ditangisi, Waras Dilarani, Piye Jal?”, dan lain-lain banyak lagi. Nah!

Baca juga: Wisata Tengah Sawah (WTS) Gubug, Magnet Baru Wisata di Kabupaten Grobogan




Demikian 20 destinasi wisata Grobogan yang paling recomended untuk dikunjungi versi Jateng Nyamleng. Semoga informasi ini bermanfaat sebagai referensi untuk menentukan tujuan wisata di kabupaten yang terkenal dengan kuliner becek dan swike itu.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com, selesai)

 

20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (1)

0




Selain kaya khasanah kuliner, Kabupaten Grobogan juga kaya akan objek wisata. Dan kekayaan wisata Grobogan termasuk komplit. Ada wisata berbasis eksotisme panorama alam yang indah, wisata religi, wisata petualangan air, wisata keajaiban alam (geologi), wisata sejarah kepurbakalaan, dan sebagainya.

Puluhan objek wisata Grobogan itu tersebar di berbagai kecamatan, dengan beragam daya tarik dan pesonanya. Sebagian telah menjadi destinasi wisata favorit dan menjadi andalan wisata Grobogan. Berikut ini 20 destinasi wisata Grobogan paling hits dan direkomendasikan untuk menjadi jujugan wisata:

Wisata Eksotisme Alam

1. Jatipohon Indah (JPI)

Pengunjung berpose di sebuah sudut di Jatipohon Indah (JPI). Foto oleh kang Asti

Sesuai namanya, objek wisata ini berada di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Dulu, objek wisata ini bernama Bukit Pandang Jatipohon, tetapi sebuah brand baru bernama Jati Pohon Indah (JPI) diperkenalkan saat launching Desa Wisata Jatipohon pada 3 September 2016. Selain masih mengandalkan eksotisme view panorama Kota Purwodadi dari atas gunung kapur Kendeng Utara, juga menawarkan eksotisme pemandangan dari atas puncak bukit lamping, yang pengunjung bisa berswafoto dengan latar pemandangan yang indah dan menawan.

Baca juga: Jatipohon Indah (JPI), Destinasi Wisata Favorit di Kabupaten Grobogan

2. Goa Lawa dan Gua Macan

Seorang pengunjung berswafoto di depan goa. Foto dari wisata-grobogan.com

Secara geografis, Kabupaten Grobogan terletak di antara pegunungan kendeng utara dan kendeng selatan, sehingga banyak dijumpai goa-goa dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta suhu udara yang sejuk. Di antara goa-goa yang recomended untuk dikunjungi dan telah dikelola sebagai destinasi wisata di Kabupaten Grobogan adalah Goa Lawa dan Goa Macan yang terletak di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, berjarak sekira 15 kilometer dari Kota Purwodadi. Di kedua goa yang berada dalam satu kompleks itu, pengunjung bisa menjelajah masuk ke dalam goa dengan eksotika nan kaya pesona.

3. Air Terjun Gulingan

Air Terjun Gulingan. Foto oleh Kang Asti




Masih di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, tepatnya di Dusun Sandi, terdapat juga wisata alam yang sangat eksotis, yakni air terjun gulingan. Air terjun gulingan ini boleh dikata semacam ‘surga tersembunyi’ yang dimiliki wisata Grobogan. Sehingga meski sejauh ini belum dikelola dengan maksimal, namun banyak pengunjung yang datang ke air terjun ini.

4. Cindelaras

Treetop Adventure Cindelaras. Foto oleh Pakde Jumadi

Tak hanya air terjun Gulingan surga tersembunyi di Kabupaten Grobogan, namun ada juga objek wisata Cindelaras yang menawarkan eksotika ‘surga tersembunyi’ di tengah hutan. Wisata Grobogan ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1980-an lalu, namun sepi pengunjung karena akses yang sulit dan kurangnya perawatan. Sehingga objek wisata ini mangkrak lama.

Kini Cindelaras mulai dikelola kembali sebagai destinasi wisata Grobogan oleh insan-insan kreatif. Menawarkan konsep kekinian yang wow, antara lain menawarkan ajang uji nyali treetop adventure, camping ground, dan spot-spot swafoto dengan latar panorama alam yang indah dan menawan. Ohya, objek wisata Cindelaras berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh.

5. Air Terjun Widuri

Air Terjun Widuri. Foto oleh kang Asti

Air terjun Widuri berlokasi di Dusun Widuri, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.
Berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Purwodadi atau -+ 10 kilometer dari perempatan Ngantru (Tawangharjo) ke arah utara. Air terjun Widuri menawarkan keelokan air terjun alami. Di objek wisata ini, pengunjung bisa menikmati hawa yang sejuk dan indahya air terjun alami setinggi sekitar 12 meter, serta panorama indah di sekitarnya. Cocok juga sebagai tujuan wisata bagi para penyuka fotografi.

Baca juga: 5 Tempat yang Eksotis dan Menarik Dikunjungi di Kecamatan Tawangharjo, Grobogan

Wisata Religi

6. Makam Ki Ageng Tarub

Gerbang makam Ki Ageng Tarub. Foto oleh Kang Asti

Makam Ki Ageng Tarub atau populer dengan nama Jaka Tarub berada di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Tokoh ini lekat dengan legenda Tujuh Bidadari. Dalam cerita legenda yang dituturkan secara turun temuran disebutkan, salah satu bidadari yang mandi di sebuah telaga atau sendang, salah satunya yang kemudian diketahui bernama Nawangwulan, diperistri oleh Jaka Tarub. Dari perkawinan itu, keduanya dikaruniai seorang putri cantik bernama Nawangsih. Makam Ki Ageng Tarub banyak dikunjungi peziarah dan peminat wisata religi. Di desa tempat makam Ki Ageng Tarub ini pula terdapat agrowisata belimbing yang kini juga termasuk destinasi wisata favorit Kabupaten Grobogan yang mulai populer. Jadi, peziarah bisa mampir di agrowisata tersebut. Atau sebaliknya.

7. Makam Ki Ageng Selo

Makam Ki Ageng Selo. Foto oleh Kang Asti

Tokoh besar legendaris yang merupakan moyang dari raja-raja Mataram ini dikenal kesaktiannya karena mitos yang berkembang bahwa Ki Ageng Selo telah berhasil menangkap petir dengan tangan kosong. Makamnya yang berada di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo. setiap hari banyak didatangi oleh peziarah dari berbagai daerah, terutama di malam Jumat. Di kompleks makam terdapat almari yang berisi lentera api yang konon apinya berasal dari petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Juga terdapat Pohon Gandri/Gandrik yang konon dijadikan tempat mengikat petir yang ditangkap.

Baca juga:

-Berziarah ke Makam Ki Ageng Selo, Menyusuri Jejak Sang Penangkap Petir (1)

Berziarah ke Makam Ki Ageng Selo, Menyusuri Jejak Sang Penangkap Petir (2)

Wisata Kejaiban Alam/Geologi

8. Bledug Kuwu

Letupan bledug Kuwu. Foto oleh kang Asti

Obyek wisata Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Berada di areal seluas sekitar 45 hektar dan berjarak kurang lebih 28 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Grobogan di Purwodadi. Secara reputasi, objek wisata ini sudah cukup populer. Namanya sudah menasional. Bahkan menginternasional. Obyek wisata ini berupa fenomena kawah  lumpur (mud volcano) yang meletup dengan menimbulkan bunyi menyerupai suara meriam yang terdengar dari kejauhan. “Bledug..bledug..bleduk..” demikian bunyi suara ledakan lumpur itu secara periodik setiap durasi beberapa menit. Suara itu yang membuat obyek wisata ini diberi nama Bledug. Sedang Kuwu adalah nama desa tempat obyek wisata ini berada.

Baca juga: Merindukan (Kembali) Pesona Objek Wisata Bledug Kuwu

9. Api Abadi Mrapen

Api Abadi Mrapen. Foto oleh Kang Asti




Api Abadi Mrapen sebagaimana objek wisata Bledug Kuwu merupakan objek wisata yang memiliki reputasi nasional. Objek wisata ini terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong. Letak obyek wisata ini mudah dijangkau karena terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak sekitar 26 km dari Kota Purwodadi. Api Abadi Mrapen sendiri merupakan obyek wisata berupa fenomena alam munculnya api dari tanah yang konon tidak pernah padam sekalipun terguyur hujan. Di obyek wisata ini juga ada kolam yang berisi air yang meletup-letup seperti air yang sedang mendidih, namun airnya tidak panas. Kolam itu dikenal dengan nama Sendang Dudo. Di objek wisata ini juga ada sebuah batu bobot yang beratnya kurang lebih 20 kg yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga pada abad XV.

Baca juga: Objek Wisata Api Abadi Mrapen, Dulu dan Kini

10. Produksi Garam Jono

Melihat proses pembuatn garam di Desa Jono. Foto dok Kang Asti

Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, dijuluki “Kota Garam” karena di desa ini terdapat tempat produksi garam. Sungguh unik, karena desa ini jauh dari laut. Desa Jono telah ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Grobogan. Sentra produksi garam Jono menarik untuk dikunjungi. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan garam yang masih dilakukan secara tradisonal.

(Kang Asti, www.jatengnyamleng.com, bersambung)

Baca artikel selanjutnya: 20 Destinasi Wisata Grobogan Paling Recomended Dikunjungi (2)

Menikmati Sajian Becek di Warung Soto Noroyono Purwodadi

0
Becek khas Grobogan
Becek khas Grobogan




Salah satu brand kuliner paling ikonik dan populer di Kabupaten Grobogan adalah Noroyono. Tak hanya berpuas diri dengan capaian kesuksesannya, rupanya kini Noroyono melebarkan sayap bisnis kulinernya dengan membuat warung soto dengan tawaran menu yang berbeda dengan menu yang selama ini menjadi kekuatannya, yakni menu spesial ayam goreng dan ayam bakar.

Warung Soto Noroyono itu berada di Jl. Sutoyo Siswomiharjo No. 61 Purwodadi. Beberapa hari lalu, saya berkesempatan mampir untuk makan siang di warung ini bersama anak ragil saya, Hanum Tazkia. Sebelumnya beberapa kali saya sempat makan siang di warung ini dengan teman.

Baca juga: Ayam Goreng dan Ayam Bakar Noroyono Purwodadi, Lezat dan Ikonik Sejak Tahun 1989

Warung Soto Noroyono memiliki setting tempat yang cukup luas dan nyaman. Juga bersih. Suasananya cocok untuk makan bersama teman, kolega, maupun bersama keluarga. Sebagaimana namanya, soto menjadi menu andalan di warung ini. Ada tiga pilihan soto, yakni soto ayam, soto daging sapi, dan soto balungan.

Warung Soto Noroyono

Tapi sejak awal saya tidak tertarik dengan sotonya. Saya lebih tertarik tawaran menu lainnya di warung ini, yakni becek. Ya, becek. Kuliner khas Grobogan yang sekarang sudah mulai nge-hits dan populer itu. Saya ingin mencicipi cita rasa becek versi Noroyono.

Seporsi becek pun saya pesan. Tak berapa lama kemudian, pelayan warung datang membawa seporsi becek dan seporsi nasi. Hmm..tampilan becek ala Noroyono begitu menggoda. Iga sapinya yang menyembul di antara kuah begitu melambai-lambai. Seporsi nasinya juga telah dilengkapi kacang tolo dan tumis lombok ijo yang semakin membuat membuai aduhai.

Baca juga: Lezatnya Becek Grobogan, Paduan Pedas dan Asemnya Bikin Ketagihan 



Setelah jepret-jepret sekedarnya, saya pun segera melahap menu spesial yang sudah ada di hadapan saya itu. Tahap pertama, tentu saya cicipi dulu dengan perlahan, sesendok demo sesendok, kuah beceknya.

Becek di Warung Soto Noroyono
Seporsi Becek dan Nasi lengkap dengan kacang tolo dan tumis lombok ijo yang melambai aduhai

Bagi saya, kuah menjadi pertaruhan pertama apakah becek ini recommended atau tidak nantinya. Sesudah itu baru kompenen daging atau balungannya. Sendokan pertama, kedua, dan ketiga, membuat saya memutuskan simpulan bahwa kuah becek Noroyono cenderung asem, dan gurih. Berbaur menjadi cira rasa seger yang otentik. Kuahnya tak terlalu pedas. Daging yang menempel pada balungan iga sapinya juga empuk dan gurih karena bumbunya yang meresap.

Baca juga: Cita Rasa Memukau Becek Kerbau di Warung Yanto Ganjar Getasrejo, Grobogan

Menurut saya, becek Noroyono menjadi penambah daftar destinasi wisata kuliner yang selama ini telah meramaikan blantika kuliner becek di Kabupaten Grobogan, seperti becek WM. Putra 45, becek WM. Mbak Ping, dan becek Warung Sedep Yanto Ganjar Getasrejo, yang selama ini menjadi favorit saya. Selain sajian becek, warung soto Noroyono juga menawarkan menu iga bakar yang juga menggoda. Pokok’e mak nyus.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

7 Kuliner Tradisional Paling Mak Nyus di Car Free Night Desa Bugel Godong

0




Sebuah event rakyat rutin setiap dua minggu sekali dihelat oleh warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Event itu berupa car free night (CFN) yang dihelat di sepanjang Jl. R. Soeprapto, RT 04 dan RT 05 RW II desa setempat.

Menurut informasi yang saya peroleh, inisiasi dihelatnya CFN adalah sebagai upaya untuk meramaikan kampung sekaligus membangkitkan perekonomian warga. Event ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pertama dan Sabtu ketiga setiap bulannya. Adapun CFN perdana terealisasi pada Sabtu, 20 Januari 2018 lalu.

CFN sendiri adalah perayaan di sepanjang jalan di malam hari dengan menutup akses kendaraan bermotor. CFN adalah bentuk lain dari car free day. Di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo, perayaan CFN digelar di setiap perayaan seperti malam tahun baru.

Pentas Anak Hebat di arena CFN persembahan dari LPIT Ilma Nafia Godong

Pelaksanaan CFN secara rutin di kampung merupakan terobosan genial yang patut diapresiasi. Terbukti di Desa Bugel, di setiap event CFN selalu dibanjiri warga. Warga Desa Bugel dan sekitarnya seolah tumplek blek di sepanjang Jl. R. Soeprapto, menikmati malam bebas kendaraan bermotor dan larut dalam suasana yang begitu meriah.

CFN Desa Bugel menjadi magnet wisata murah meriah. Tak hanya itu, CFN juga menjadi ajang mendulang rezeki. Tak sedikit warga Bugel yang menjadi pedagang dadakan, seperti pedagang busana, peralatan rumah tangga, aneka mainan anak, dan tentu saja pedagang makanan yang menjajakan beraneka rupa kuliner.

Terkhusus soal kuliner, banyak kreasi menu yang ditawarkan di arena CFN. Selain menu kekinian seperti bakso dan sosis bakar, martabak telur, dan kuliner populer seperti mi ayam, mi kopyok, dan bakso, saya mencatat setidaknya ada 7 kuliner tradisional yang menurut saya paling mak nyus dan laris manis tanjung kimpul di arena CFN Desa Bugel. Ke-7 kuliner tradisional itu adalah sebagai berikut:

1. Kerak Telur Khas Betawi

Kerak Telur Khas Betawi
Penjualnya sedang membuat kerak telurnya

Kerak telur adalah kuliner tradisional khas Betawi. Terbuat dari bahan meliputi beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai,cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula pasir.

Keren ya, kuliner asal Betawi itu hadir di CFN Desa Bugel, lengkap dengan gerobak pikul yang biasa digunakan oleh para penjual kerak telur asli Betawi. Bila ke CFN Desa Bugel, bisa mencicipi kuliner asli Betawi yang gurih dan mak nyus itu.

2. Opor Ayam dan Gudeg 81

Ini bukan opor ayam biasa, tapi opor ayam yang enak dengan cita rasa juara yang pernah saya rasakan. Cita rasanya mirip opor ayam Mbak Tum yang oleh pak Bondan Winarno dijuluki “Menpora Madame Tum” alias Menteri Opor Ayam Mbak Tum.

Warung opor ayam dan gudeg 81

Warung Opor Ayam dan Gudeg 81 setiap hari mangkal di dekat jembatan timur Pasar Godong (utara jalan). Tapi di setiap event CFN Desa Bugel juga selalu hadir menawarkan nasi opor ayam plus gudeg yang sungguh mak nyuss.

Seporsi nasi yang diberi gudeg, sambal krecek, dan daging ayam atau telur, lalu diguyur dengan kuah opor dan kuah areh yang gurih dan mlekoh, sungguh rasanya begitu menggoda di lidah. Bila berkunjung ke CFN Desa Bugel, silahkan menyantap kelezatannya.

3. Swike Ayam

Swike Ayam Bu Arma
Swike ayam tak kalah lezat

Ini kuliner khas Purwodadi Grobogan yang paling populer. Sebenarnya komponen utama swike menggunakan daging kodok. Namun, menurut fiqh Islam, daging kodok haram dikonsumsi. Karena itulah, warga Grobogan yang sebagian besar beragama Islam berkreasi dengan menu swike berbahankan daging ayam atau mentok. Menurut saya, swike ayam atau mentok tak kalah lezat. Halal lagi. Dan di CFN Desa Bugel, pengunjung bisa merasakan nikmatnya menyantap swike ayam Bu Arma yang mak nyuss.

4. Wedang Cemue

Wedang Cemue khas Pati

Minuman tradisional khas Pati ini hadir juga di CFN Desa Bugel lo. Wedang cemue dibuat dari gula jawa, santan, irisan kelapa, dan merica. Rasanya manis dan pedas. Nikmat sekali bila diseruput saat masih panas atau hangat.

Di CFN Desa Bugel, pengunjung bisa menikmati sensasi minum wedang cemue sembari menyantap pecel puli, getuk pisang, atau aneka gorengan.

5. Wedang Coro



Stan Wedang Coro khas Pati

Wedang Coro yang juga disebut-sebut sebagai minuman tradisional khas Kabupaten Pati juga hadir di CFN Desa Bugel. Wedang Coro hampir mirip dengan bir pletok, minuman tradisional khas Betawi.

Wedang coro terbuat dari santan yang diberi gula dan aneka rempah-rempah seperti serai, kunyit, kayu secang, jahe dan cengkeh. Rasanya juga saat nikmat saat dimunim selagi panas atau hangat.

6. Tahu Goreng

Tahu Walik
Tahu Melotot
Stan Serba Tahu

Tahu goreng yang hadir di CFN Desa Bugel bukan tahu goreng biasa, tapi tahu goreng yang telah dikreasi. Seperti tahu walik dan tahu melotot. Sebenarnya tahu walik itu sejenis tahu bakso alias tahu yang di dalamnya diberi bakso. Hanya saja, pada tahu walik, kulit tahunya dibalik dan agak tipis, sehingga terasa lebih krispi setelah digoreng.

Adapun tahu melotot adalah sejenis tahu mercon atau ‘tahu jeletot’ dalam istilah orang Bandung. Tahu melotot di dalamnya diisi ayam yang dibumbu super pedas. Dinamakan tahu melotot, karena yang menikmati tahunya bisa saja sampai melotot karena kepedasan hehe..

Ada-ada saja ya…

7. Sate Jamur

Stan Sate Jamur
Sate jamurnya lezat

Sate berbahan jamur tiram ini hadir di CFD Desa Bugel. Jamur jenis jamur tiram memang biasa dibuat menu sate. Cita rasanya lezat, mirip sate ayam dengan dibumbui saus sambal kacang tanah yang gurih dan legit. Dinikmati dengan lontong yang lembut, sate jamur tiram terasa sangat lezat. Bila hadir di CFD Bugel, bisa dicoba menikmati kuliner sate jamur ini. Recommended deh!

* * *

Itulah 7 kuliner tradisional paling mak nyus yang bisa dinikmati saat berkunjung di CFD Desa Bugel. Selebihnya ada banyak pilihan lainnya, dipilih aja sesuai selera. Yuk, ke CFD Desa Bugel!

(Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)



Artikel Populer

Artikel Favorit

Nikmatnya Nasi Pager, Kuliner Unik Pagi Hari Khas Godong

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || ).push({}); Benar kata Bondan Winarno, kuliner tradisional Nusantara bukan saja bersifat provinsial, tetapi bahkan bersifat terroir...
error: Content is protected !!