Beranda blog

Kelezatan Nasi Goreng Pak Lamuri yang Ngangeni

2

Nasi goreng merupakan kekayaan kuliner Nusantara yang unik dan populis. Dari sudut historis, nasi goreng bermula dari sisa nasi semalam yang sayang jika dibuang. Namun kini nasi goreng menjelma menjadi sajian istimewa yang digemari semua kalangan. Bahkan pada tahun 2017, situs berita internasional CNN menobatkan nasi goreng sebagai kuliner terlezat nomor dua di dunia setelah rendang.

Berkunjung ke Rumah Kedelai Grobogan (RKG), Melihat Proses Pembuatan Tahu dan Tempe Higienis

0

Kabupaten Grobogan selama ini populer sebagai salah satu daerah penyangga pangan di tingkat Jawa Tengah maupun nasional. Hal ini terkait dengan tingginya hasil produksi beberapa komoditas pertanian, terutama jagung, dan kedelai. Bahkan Kabupaten Grobogan dikenal memiliki varietas kedelai lokal unggulan dengan nama “Kedelai Varietas Grobogan”.

Resep Membuat Bakmi Jawa Favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX

0
Citarasa Bakmi Mbah Kenci yang lezat, otentik, dan khas. Foto oleh kang Asti



Cara Membuat Bakmi Jawa Kegemaran Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Bakmi Jawa adalah salah satu kuliner kegemaran Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Bakmi Jawa memiliki komponen mi telur, dengan protein daging ayam yang disuwir-suwir dan telur bebek, plus irisan sayuran seperti daun seledri, daun bawang, dan daun kubis.

Berikut ini cara membuat Bakmi Jawa yang merupakan kegemaran Sri Sultan Hamengkubuwono IX:

Bahan:

    • 200 gram mi telur
    • 200 gram daging ayam, disuwir-suwir
    • 1 batan daun seledri
    • 1 batang daun bawang
    • 2 lembar kubis, iris tipis melintang
    • 5 buah bawang merah, iris halus
    • 3 siung bawang putih
    • 2 butir kemiri
    • 1 butir telur bebek, kocok
    • 1 sendok teh merica, haluskan
    • Garam secukupnya
    • Margarin atau minyak goreng untuk menumis
    • Kaldu ayam




Cara membuat:

  1. Seduh mi telur dengan air panas, diamkan beberapa saat lalu tiriskan.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Lalu tumis hingga layu, selanjutnya masukkan kubis dan suwiran daging ayam.
  3. Masukkan kaldu ayam dan biarkan hingga mendidih. Lalu masukkan mi, kocokan telur bebek, merica, dan garam. Aduk hingga rata.
  4. Sesudah mendidih, masukkan daun bawang dan seledri. Setelah sedikit layu, angkat segera dan sajikan dengan taburan bawang goreng.

*Sumber resep: Murdijati Gardjito & Amaliah, Masakan Favorit Para Bangsawan (Pustaka Anggrek, Yogyakarta, 2008. Foto: Kang Asti

Bakmi Mbah Kenci, Kuliner Mi Legendaris di Kabupaten Grobogan

0
Bakmi Mbah Kenci
Bakmi Mbah Kenci Wirosari

Di blog ini, saya sudah menulis dan menceritakan tentang Bakmi Mbah Nggolo yang legendaris di Kabupaten Grobogan. Namun masih ada yang terlewat dan belum saya sebut, yakni Bakmi Mbah Kenci, yang juga legendaris.

Baca: Bakmi Mbah Nggolo, Enaknya Melegenda Sejak Tahun 1967

Antara Bakmi Mbah Nggolo dan Bakmi Mbah Kenci terdapat kesamaan. Pertama; keduanya dirintis oleh perantau asal Solo. Ya, baik Mbah Nggolo maupun Mbah Kencil berasal dari Solo yang merantau ke Wirosari. Karena itu jangan heran kalau cita rasa bakmi keduanya sangat identik alias mirip.




Kedua; sama-sama menjadikan Wirosari sebagai lokus dan episentrum jualannya. Sehingga di Wirosari, kedua bakmi ini sama-sama legendaris. Sama-sama populer dan fenomenal dengan pelanggan dan penggemarnya masing-masing hingga kini.

Ketiga; sama-sama sudah wafat dan kemudian mewariskan usaha kuliner bakminya kepada anak-anaknya.

Bedanya, saat ini warung makan dengan brand Bakmi Mbah Nggolo, sependek yang saya tahu, hanya dapat dijumpai di bekas stasiun kereta api Wirosari. Selebihnya, anak-anak Mbah Nggolo jualan di tempat lain, tetapi tidak memakai brand Mbah Nggolo. Setidaknya, informasi itu saya peroleh dari Ghufira, cicit Mbah Nggolo yang kini ikut mengelola Warung Bakmi Mbah Nggolo di bekas stasiun Wirosari.

RM. MBah Kenci di Jl. DI Panjaitan Purwodadi, dikelola oleh Ibu Suryati, anak Mbah Kenci ke-6. Foto oleh Kang Asti
Bu Suryati sedang menyiapkan bakmi untuk pelanggannya di RM Mbah Kenci Jl. DI Panjaitan, Purwodadi. Foto oleh Kang Asti




Adapun anak-anak Mbah Kenci yang berjumlah sembilan anak, mereka membuat warung bakmi dengan tetap menggunakan brand Mbah Kenci.  Maka, jangan heran bila kita banyak menjumpai warung  bakmi Mbah Kenci di berbagai titik di Kabupaten Grobogan. Setidaknya, di Wirosari dan di Purwodadi kita bisa menjumpai warung bakmi Mbah Kenci, yang dikelola anak-anak (generasi kedua), bahkan cucunya (generasi ketiga).

Di Wirosari, Bakmi Mbah Kenci bisa kita jumpai di bekas Stasiun Wirosari, kemudian di Jambangan Timur (dekat gereja), dan bila malam hari bisa dijumpai mangkal di perempatan Wirosari. Semuanya dikelola oleh anak-anak Mbah Kenci.

Citarasa Bakmi Mbah Kenci yang lezat, otentik, dan khas. Foto oleh kang Asti

Di Purwodadi, salah satu warung bakmi Mbah Kenci dapat kita jumpai di Jl. DI Panjaitan, sebelah selatan RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi. Rumah makan ini dikelola oleh Ibu Suryati yang merupakan anak ke-6 Mbah Kenci. Kepada saya, Bu Suryati menyatakan, ia sudah membuka rumah makan Mbah Kenci di Jl. DI Panjaitan Purwodadi sejak sekira 8 tahun yang lalu, yakni sekira tahun 2010.




Menu andalannya tetap bakmi, baik versi goreng maupun rebus (godhog), dengan tetap mempertahankan resep asli warisan Mbah Kenci yang bernama asli Soedirjo. Citarasa bakmi Jawa yang lezat, enak, otentik, dan khas. Sehingga, sebagaimana bakmi Mbah Nggolo, bakmi Mbah Kenci juga banyak pelanggan dan penggemarnya hingga kini.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

 

Menikmati Hangatnya Wedang Uwuh di Angkringan Mas Ari Taman Kota Purwodadi

1




Salah satu kekayaan kuliner pusaka Nusantara dalam bentuk minuman tradisional adalah wedang uwuh.  Wedang berasal dari bahasa Jawa yang artinya minuman, sedang uwuh artinya sampah.  Dinamakan demikian barangkali karena wedang ini memang diracik dari dedaunan dan rempah-rempah yang sekilas mirip sampah.

Komposisi wedang uwuh terdiri dari daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang, dan pemanisnya menggunakan gula batu. Dari komposisi ini sudah bisa ditebak bagaimana citarasa minuman ini. Pedasnya jahe berpadu dengan citarasa segar yang diperoleh dari beragam bahan rempah yang diseduh dengan air panas. Tentu rasanya nikmat, seger, dan menghangatkan tubuh.

Minuman ini memang lebih nikmat bila diseruput dalam kondisi panas atau hangat. Saat diseduh, airnya seketika berubah merah yang diperoleh dari kayu secang. Konon, wedang uwuh merupakan minuman kesukaan raja-raja Mataram. Karenanya, minuman tradisional ini dikenal sebagai minuman khas dari Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang berdekatan dengan kompleks makam Raja Mataram. Di daerah ini, terdapat banyak warung yang menawarkan wedang uwuh.

Wedang Uwuh Angkringan Mas Ari

Namun tak harus pergi ke Imogiri untuk dapat menikmati wedang yang nikmat ini. Di Berbagai daerah, sudah banyak ditemukan warung atau angkringan yang menyediakan wedang uwuh. Kalau di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, salah satu angkringan yang menawarkan nikmatnya wedang uwuh adalah Angkringan Mas Ari yang berada di kompleks Taman Kota Purwodadi.



Angkringan Mas Ari, kompleks Taman Kota Purwodadi. Foto Kang Asti

Di Angkringan Mas Ari, wedang uwuh bisa dinikmati dengan aneka nasi bungkus atau populer dengan nasi kucing khas angkringan pada umumnya, dengan beberapa pilihan menu seperti nasi kucing rica ayam, nasi kucing mi kering, dan nasi kucing sambal teri.

Saya lebih suka nasi kucing sambal teri yang tak terlalu pedas tapi mak nyus. Gorengannya seperti bakwan atau mendoan, plus aneka sate seperti sate uyus dan sate ampela, bisa request untuk dihangatkan kembali dengan cara dibakar dengan dioles kecap.

Gorengan dan satenya dihangatkan dengan dibakar, lebih nikmat dan mak nyus. Foto oleh Kang Asti





Wedang uwuh dan menu-menu khas angkringan di Angkringan Mas Ari. Foto oleh Kang Asti

Dinikmati sembari menyeruput wedang uwuh, rasanya sungguh mantap. Apalagi wedang uwuh konon juga diyakini memiliki banyak khasiat, antara lain dapat membantu menyembuhkan batuk, capek, masuk angin, pegal, dan kembung.

Angkringan Mas Ari buka setiap hari dari Senin hingga Sabtu (hari Minggu libur) mulai jam 08.30 WIB. Jadi, bila ke Purwodadi, singgahlan ke Taman Kota dan mampirlah ke Angringan Mas Ari untuk menikmati menu-menu khas angkringan, dipadu dengan menikmati hangatnya wedang uwuh yang mantap.* (Kang Asti, www.jatengnyamleng.com)

Artikel Populer

Artikel Favorit

Menikmati Olahan Serba Kedelai dan Tempe Higyena Khas Grobogan di Soybean...

Kabupaten Grobogan dikenal sebagai produsen kedelai varietas unggul dengan reputasi nasional, bahkan internasional. Salah satu sentra produksi kedelai varietas unggul itu ada di Rumah...
error: Content is protected !!